
Tak lama kemudian terdengar suara mobil jenazah datang 🚑.. Semua keluar dari rumah untuk menyambutnya..
Tak ketinggalan tetangga-tetangga di kompleks itu juga keluar untuk mencari tau siapa jenazah yang di bawa oleh mobil jenazah itu.
Semua orang kaget dan juga serasa tak percaya...
Pak Sugiono dan Bu Ningsih yang sanagat ramah dan disegani di kompleks itu telah tiada...
Semua tetangga langsung datang kerumah Kania sembari masih belum begitu yakin..
Setelah semua jelas bahwa benar itu jazat pak Sugiono dan Bu Ningsih.
Banyak dari mereka yang menangis histeris.
Mengingat kebaikan suami istri itu..
Semua orang yang ada disitu
satu persatu dari tetangga pak Sugiono mulai mengingat kebaikan kebaikan Suami istri itu.
Pak Sugiono selalu bisa diandalkan oleh warga sekitar untuk memecahkan masalah secara bijaksana.
Bahkan tak jarang pak Sugiono berbagi dengan warga kompleks.
Ya Tuhan.... kenapa se tragis ini, mereka adalah suami istri yang sangat baik dan juga ramah bahkan pak Sugiono tak jarang membantu warga yang kesusahan di kompleks ini... cepat benar mereka pergi..
(Ucap salah satu tetangga yang melayat)
Ia mbk... mereka adalah contoh pasangan hidup yg Seiya dan sekata.. bahkan mereka juga sehidup semati.
Kita doa kan semoga mereka mendapatkan tempat yang terbalik di surga sana ya Bu...
"Semua doa mengalir untuk pasangan seami istri itu karena mereka adalah orang yang sangat baik"
Pemakaman...
Semua orang mengantarkan jenazah suami istri itu sampai ke pemakaman.
Cukup lama mereka di pemakaman, hingga satu persatu semua orang berpamitan pada nenek Sukma dan Kania.. Serta menguatkan Kania dan nenek Sukma agar sabar dan ikhlas.
Terlihat di pemakaman itu hanya tinggal tiga orang.
Kania... hari semakin gelap kita pulang ya... "ajak nenek"
Aku mau disini nek...Aku masih mau disini..
(jawab Kania sambil terisak-isak)
Tapi sayang... hari sudah mulai gelap..."Ajak nenek semakin mendesak"
Nek... nenek pulang dulu sama Novan di depan sana, biar nanti Kania aku yang bawa pulang...!! (ucap Rendy pada nenek).
Baiklah..... nenek pulang dulu...!!
Tolong... jaga cucuku..!!!
Iya nek... kami akan segera menyusul..!! ( jawab Rendy)
10 menit kemudian...
Kania... kita pulang ya...??
Kania menggelengkan kepalanya..
"Kamu tidak kasihan pada orang tua mu..
Mereka juga ingin istirahat...
Bukankah lebih baik sekarang kau kuatkan hatimu untuk nenekmu, karna saat ini hanya dia yang kamu punya.."
Kania langsung mendudukkan badannya dengan tegap dan melepaskan tangannya pada nisan itu..
Kania.... orang tuamu pasti tidak ingin kamu seperti ini...
Kania pun bangkit dan berdiri..
Kita pulang sekarang ya....???
Kania menganggukkan kepalanya, tanda setuju dengan semua perkataan Rendy.
Rendy pun memapah Kania pulang kerumahnya..
Sampai dirumah Kania...
Novan mendekat pada Rendy sembari membisikkan sesuatu..
Ren... kamu mau pulang apa nginep disini...?
Kalo mau cari kesempatan dalam kesempitan ini waktu yang tepat....(Sambil menyunggingkan senyum Devils ala Novan)
Kau..... sudah siap mati rupanya....!!! (Rendy bergumam lirih sambil mengeratkan giginya)
Kalo begitu aku pulang dulu...(Ucap Novan sambil melangkahkan kaki keluar..)
Tiba-tiba kerah baju Novan di tarik dari belakang oleh Rendy
Novan yang terkaget dan hampir jatuh mengeluarkan suara khas kagetnya dengan cukup keras..
Ada apa dengan mereka......
Seketika nenek melihat gerak gerik mereka
dengan pandangan curiga...
__ADS_1
Kalian kenapa...?? (tanya nenek dengan tatapan curiga)
Tidak apa-apa nek, tadi Novan hanya terpeleset dan hampir jatuh...(ucap Rendy mengamankan situasi)
Kalian sudah makan...tapi percuma saja aku menawarkan makan karena hari ini tidak ada makanan...(nenek bicara dengan agak acuh)
Baiklah kalo begitu aku akan menyuruh Revan untuk membeli makanan....(Sahut Rendy ceapt)
"Apa kau hobby memerintah... kalau kau juga butuh makan kenapa tidak beli sendiri, malah menyuruh orang lain, apa kau orang kaya yang seenak jidat nya memerintah orang..." (tanya nenek dengan nada agak keras dan dingin)"
Benar nek... Itu sifat yang buruk.
kadang ada juga orang yang ingin enak tanpa mau payah... contohnya seperti......(Revan menimpali ucapan nenek untuk membalas Rendy)
Rendy merasa gerah dan melingkarkan tangannya di leher Novan dengan kencang
sambil berbisik..
"Seperti nya kau ingin mencari kesempatan dengan menjatuhkan ku.."
Nenek yg melihat itu sontak memukul Rendy dengan kemoceng yg ada di meja..
Kau ini jahat sekali....!!!!"ucap nenek marah"
Aduhhh...... aaaa..... aaadduuhhh....
nenek aku hanya memeluknya dan berterimakasih..(Ucap Rendy membela diri)
Terimakasih untuk apa....hah..!!! ( nenek masih tidak percaya)
Karena dia mengingatkanku untuk tidak suka memerintah orang lain..
Baguslah kalau kau sadar....(nenek mulai percaya)
Kalau gitu aku keluar dulu untuk carimakan (ijin Rendy..)
Tunggu aku ikut..(teriak Novan)
Tidak usah kau disini saja... kalau kau juga pergi siapa yang jaga nenek... (bentak Rendy)
Apa kau lupa aku punya jurus kemoceng, kau saja kalah melawan jurus kemoceng ku...(nenek menyombongkan diri sambil menunjukkan kemoceng nya)
Tidak... hanya salah satu dari kita yang pergi keluar...!! "perintah Rendy sambil membesarkan bola matanya ke arah Novan".
Kalau begitu aku saja yg keluar cari makan..!
(Sahut Novan sambil pergi keluar)..
Kondisi Kania...
Kania yang masih terdiam tanpa ekspresi...
membuat Rendy merasa bingung...
Rendy mendekati dan mencoba duduk di sofa yg sama dengan Kania..
kenapa tidak jawab...
Rendy mencoba meraih tangan Kania...
Blugg... blugg...bluggg... "Suara kemoceng yang dipukulkan"
bersamaan denger itu terdengar suara mengaduh
Aaa.... aaduuuhhh.... aaaaa
Aaaa....aaampuuunnnnnn... nek
(Suara Rendy yang kesakitan dipukuli kemoceng oleh nenek, sambil berdiri menangkis pukulan itu Rendy menjauh dari Kania..)
Kau... berani-beraninya kau menyentuh tangan cucuku... kau mau cari kesempatan ya...?? ( tanya nenek dengan nada mengintrogasi)
Tidak... nekk....!!!
nenek salah faham....!!!
Aku hanya menanyakan kondisinya... karena dari tadi dia hanya diam saja dengan ekspresi datar...!!!
Dan yang aku tau.... Kania belum makan dari tadi siang...!!!
Nenek seketika membuka matanya dan membesarkan bola matanya..(ekspresi Kaget)
Nenek menghampiri Kania dan duduk disampingnya...
Sayang... kamu tidak apa-apa kan...??
kenapa kamu tidak makan...???
""Bagaimana mau makan dia dirumah sakit dari pagi"" (Gumam Rendy lirih, namun masih terdengar oleh nenek)
Kau bersama cucuku dari pagi kan...??? (tanya nenek sambil membentak)
Iya... nekk !!! (Rendy menjawab dengan nada yg agak takut)
Kenapa kau tidak memberinya cucuku makan...!!!
Apa kau pikir dengan memberinya makan kau akan jatuh miskin....(Ucap nenek marah-marah).
Bukan begitu nek.... aku sudah membelikannya makan... tapi dia tidak mau memakannya...(Ucap Rendy, meyakinkan)
Memang makanan apa yang kau belikan...???
Rendy terdiam bingung..sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karna memang Rendy belum sempat membuka bungkusan makanan dirumah sakit itu.
__ADS_1
Kau tidak bisa menjawab kan...itu artinya kau tidak membelikan cucuku makan...!!!
Nek... aku berani ber.......(Ucapan Rendy terhenti melihat Kania yg tersungkur dari temapt duduknya disofa).
Kania... cucuku..(mereka bersamaan memanggil Kania dan berlari mendekati Kania).
Sayang.... kau kenapa ???
Nenek ada disini sayang, kamu tidak sendiri...
(sambil mengelus kepala Kania mengekur suhu tubuh Kania dengan meletakkan telapak tangannya di kening Kanai).
Cucu ku.... bangun sayang... jangan bikin nenek khawatir...!!!
Nak... bagaiman ini...??
Kania tidak mau bangun...(Tanya nenek pada Rendy dengan raut muka khawatir)
Rendy merendahkan tubuhnya dengan berjongkok didepan sofa.. dan memanggil-manggil Kania disertai dengan menepuk-nepuk kecil pipi Kania...
Kania.... kau kenapa....???
Ayolah bangun jangan bikin aku khawatir seperti ini...!!! (Pinta Rendi dengan nada khawatir)
Apa nenek punya minyak...??
ada..... tapi.....(nenek terhenti bicara)
Tapi kenapa...?? Kalau memang ada cepat ambilkan dan bawa kesini...!!
Minyak nya...(nenek tidak melanjutkan ya ucannya)
Hah.... cepat ambil minyaknya tunggu apa lagi...!!
(tanap sadar Rendy membentak-bentak nenek karena rasa khawatirnya dengan Kania, Anehnya nenenk juga tidak merasa marah denagn bentakan Rendy)
ini....ini.... ini minyaknya...(sambil menyodorkan minyak cap nenek-nenek..
Rendy mencium bau minyak itu dan baunya sangat khas minyak nenek nenek..)
Rendy menggosokkan minyak itu di kening di tengkuk dan didekat hidung agar Kania bisa mencium bau minyak tersebut.
Kania pun menunjukkan gerakan dan mulai terbangun dari pingsannya..
Ayah... ibu.... Kania ikut kalian ya..... (ucap Kania dengan mata yang masih tertutup)
Kania bangun sayang.. !!! (pinta nenek memelas)
Kania seperti terperanjat dari tidurnya dan dengan cepat memeluk Randy yang kebetulan berada di depannya.
Ayah... ibu....(Kania mulai meneteskan air matanya lagi hingga membasahi pundak Randy yang sedang dipeluknya..
Spontan Rendy juga memeluk tubuh Kania dan mengelus kepala bagian belakang Kania )
Rendy mulai berbicara pelan...
"Kania tenanglah...
Semua ini akan cepat berlalu ikhlas kan mereka... Agar orang tua mu juga bisa tenang di sana...
Jadilah wanita yang tegar demi pengorbanan mereka. Jangan biarkan pengorbanan mereka sia-sia dengan tindakan kamu yg seperti ini...
Buatlah mereka bahagia karena memiliki anak sepertimu yang kuat dan tegar..."
Kania melepas pelukannya.. dan memandang neneknya...
Nenek Sukma menganggukkan kepalanya pelan sambil menahan air mata yg hampir jauh..
"Dia benar sayang... kita harus bangkit demi mereka, dan kita harus menata hidup kita tanpa mereka, hanya ada nenek dan Kania...
Dan itulah kenyataan yang harus kita hadapi sayang..."
Nenek......(ucap Kania lirih)
Kania membuka kedua tangannya ingin meminta pelukan neneknya.
Seketika nenek menarik tubuh Rendy yang menghalangi nenek untuk memeluknya, Rendy pun tersungkur kebelakang 😆😆dan akhirnya nenek dan Kania saling berpelukan.
Permisi....
Masuk...(ucap nenek)
Maaf nek saya lama cari warung disini, jadi saya agak ke kota untuk membeli makanan ini.
Rendy mendekat pada Novan dan mengambil makanan yang dibawa Novan sembari berbisik lirih..
kenapa tidak sekalian kau bilang kalau kau menyempatkan waktu untuk menggoda para wanita di sana...(bisik lirih Rendy).
Nah... itu lho tau....(Novan menyungging kan bibirnya)
Dasar kucing garong...(Umpat Rendy mengejek)
Ayo sayang.... kita makan..!!?? ( ucap nenek merayu Kania)
Kania berdiri dan menuju meja makan bersama nenek
Sini nenek bantu.., Tunggu nenek ambil minum dulu ya...??
Saat sedang makan terlihat Kania hanya mengaduk-aduk makanannya saja dan tidak memakannya..
Nenek yang melihat itu.. langsung memegang tangan Kania.
Sayang.... nenek suapin ya...???
__ADS_1
nenek mencoba memasukkan makanan ke mulut Kania, tapi mulutnya seperti dikunci..
Sayang... kalo kamu gak makan nanti kamu bisa sakit...!!