Aku Bertahan Karena Mu

Aku Bertahan Karena Mu
Kejutan Rendy...


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 18:30 WIB.


Rendy keluar dari rumah dengan motornya menuju ke sebuah mall terdekat.


Terlihat Rendy sedang mencari sesuatu dan berhenti pada salah satu counter Hp dan memilih salah satu hp. Pilihannya jatuh pada salah satu Hp berwarna merah yang sangat cocok sekali untuk wanita.


Rendy segera membayar dan melangkahkan kakinya keluar dari mall.


Rendy berencana kerumah Kania tapi cuaca terlihat agak mendung dan akan hujan namun itu tidak menyurutkan niat nya untuk tetap bertemu Kania,


Tok....tok ..tok...(pintu di ketuk).


Sebentar....(sahut Kania dari dalam).


Hay.... mas (Kania menyambut dengan senyum)


Hay ..Kania, boleh aku masuk...(kata Rendy).


Iya... ayo masuk, kamu sendirian mas...(tanya Kania)


Iya...memang sama siapa lagi...(sahut Rendy).


Aku kira sama pak Novan...(sahut Kania).


Kau mengharapkan kehadirannya...(Rendy merasa aneh mendengar Kania menanyakan Novan).


Terdengar petir yang cukup keras...Turunlah hujan..


Mas aku bikinin Teh panas dulu ya..??


Boleh, kalo tidak merepotkan...πŸ˜€πŸ˜€


Apa an sih mas Rendy ini...(Kania berlalu ke dapur sambil tersenyum).


Nenek keluar dari ruang Tengah menuju ruang tamu karena mendengar Kania sedang berbicara dengan seseorang...


Nek....😊😊(Rendy menyapa nenek yang terlihat mendekatinya).


Kau... kenapa sering kemari...πŸ˜’πŸ˜’?? ( tanya nenek Sinis).


Saya mau ketemu Kania nek...πŸ₯°πŸ₯°??


Tentu saja kau mau ketemu Kania mana mungkin mau ketemu Nenek..πŸ™„πŸ™„ (jawab nenek ketus).


Tapi aku juga mau ketemu nenek....πŸ˜€πŸ˜€


Nak... jawab nenek jujur..🧐🧐!!(tatapan nenek siap mengintrogasi)


Apa nek...😬😬(Rendy merasa tegang).


Nenek melihat lihat posisi Kania yang sedang di dapur dan memastikan Kania tidak mendengar percakapan mereka... Rendy bingung dengan sikap nenek Sukma yang memajukan kepalanya mendekatkan pada kepala Rendy...


Kau.... suka ya sama cucuku....(tatapan nenek semakin tajam).


Rendy merasa bingung harus menjawab apa karena Rendy juga masih bingung dengan perasaannya sendiri.


Saat Rendy ingin menjawab tiba-tiba Kania datang dengan membawa 3 galas teh panas..


dan dengan cepat nenek mengambil posisi duduk yang benar.


Nek... aku kira nenek masih nonton TV, ternyata udah disini....(Ucapan Kania).


Kenapa sayang.....kamu takut orang ini suka sama nenek ya....?? kalo kami sering bertemu...


Nenek.... ada ada aja....!!


(suara Kania lembut dan terdengar malu, terlihat juga dari pipi Kania yang mulai memerah).


Itu sebabnya kamu gak kasih tau nenek kalo dia datang...kan !! ( nenek membuat nada suaranya agak marah tapi Kania tau nenek hanya bercanda).


Nenek jangan gitu donk...Minum dulu ya...?? (Kania terlihat menundukkan kepalanya menahan malu).


Rendy memberanikan diri memulai pembicaraan...


Nek... gimana kabar nenek, Nenek sehat kan?? ( tanya Rendy basa basi).


Tentu saja nenek sehat, hanya....(ucapan nenek menggantung)


Kenapa nek...?? (tanya Rendy penasaran).


Aku seperti nenek mau makan Kania....tapi entah kenapa tidak berselera makan makanan rumah....!!


Memang nenek mau makan apa....?? (tanya Rendy).


Apa kau mau beliin nenek makan....?? ( Nenek sedikit menggoda Rendy dengan tersenyum manis dan mengedip ngedipkan matanya seperti mata barong sai).


Iya.... iyaa.....aku belikan..(Nada bicara Rendy agak gemetar karena melihat tingkah nenek sukma.).


Nasi goreng spesial pak Abdullah...(suara nenek penuh semangat).


Di mana itu nek....(tanya Rendy).


Di seberang jalan sana dekat taman...

__ADS_1


Mas...gak usah di ladenin...nenek biasa seperti itu orang nya ( Kania berbicara agak pelan agar nenek tidak mendengarnya).


Kau bicara apa Kanai....nenek cuma mau ngetes dia aja....dasar anak bodoh...😠😠(Terlihat nenek melotot pada Kania dan mengalihkan pandangan nya menatap ke arah sebaliknya).


Nenek....(Kania memajukan bibirnya dan terlihat sanagat menggemaskan).


Mas Rendy... maafin nenek ya...???


Gak papa.. lagian aku juga belum makan...


Mas mau makan disini....??


Tidak....gak usah...!!


Kenapa...??


Gimana kalo kamu antar aku beli nasi goreng yang tadi nenek bilang sepertinya cocok makan nasi goreng habis hujan...!!


Boleh...!!


Tapi aku bilang nenek dulu ya mas...


Heem...(Rendy mengannguk)


Nek.. aku antar mas Rendy beli nasi goreng dulu ya...??


Heem.. hati-hati dan jangan mampir ke mana mana...!!!


Iya...!!


Mereka pun pergi keluar dengan naik motor cuaca masih sedikit gerimis...


Mereka pun sampai..


Kita duduk di sana aja...(Kania menunjuk meja yang ada di pojok.)


Aku pesen dulu ya...oh ya nenek biasanya suka yang pedas atau ada request lain......?? ( Tanya Rendy).


Mas... gak usah, mas Rendy pesen aja satu buat mas Rendy...!!(Kania menolak).


Aku mau makan sama kalian boleh kan...??


( Rendy menatap Kania memelas).


Boleh mas... tapi aku jadi merepotkan mas Rendy...


Gak papa....di bungkus aja ya kita makan di rumah...(Rendy tersenyum hangat).


Kania tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.


Kania tadi pagi kamu jadi ke cafe....??


Jadi mas....


Gimana hasilnya....??


Aku boleh kerja di sana tapi untuk sementara aku magang dulu 3 bulan..


Rendy membuka jaketnya dan mengambil bungkusan plastik yang ada di dalam jaket nya..


Kania....ini buat kamu...(Rendy menyerahkan bungkusan itu pada Kania).


Apa mas...?? (Kania menerimanya dengan penasaran).


Buka aja...


Hp....Buat aku, jangan ngaco kamu ini kan hp mahal....aku gak mau...(Kania mengembalikan pada Rendy).


Kenapa Kania.....aku serius beliin ini buat kamu..!!


Mas...aku udah banyak ngerepotin kamu...aku belum bisa membalas kebaikan kamu sekarang malah kamu mau kasih aku hp, apa tidak salah.Gimana caranya aku bisa bales semua kebaikan kamu...!! ( kania memberikan alasannya).


Kania... aku mohon kali ini terima ya, Terima hp ini...aku mohon...(Rendy memaksa Kania).


Mas... Rendy, maaf mas aku gak bisa...(Kania tetap menolak).


Rendy merebahkan tubuhnya di kursi semakin dalam, mengelus keningnya dan menyibakkan rambutnya kebelakang,terlihat dia kesal mencoba mengarahkan pandangannya ke semua arah dan sesekali Rendy menelan saliva nya..


Cukup lama mereka diam...


Mas,mbak ini pesanannya 3 nasi goreng spesial..


(Suara pelayan warung itu membuyarkan keheningan mereka).


Berapa....?? (tanya Rendy dengan nada kesal)


150 mas...


Rendy beranjak dari duduknya dan membawa nasi goreng itu dan segera keluar..


Saat dia Samapi di depan warung Rendy mencari keberadaan Kania, karena merasa Kania tidak terlihat mengikutinya, Rendy kembali ke dalam dan mencari nya ternyata dia masih duduk di kursi yang tadi.


Kania...ayo pulang ( ajak Rendy).

__ADS_1


Rendy melihat wajah Kania yang terlihat murung namun masih mencoba memaksakan diri untuk tersenyum..


Melihat Kania yang seperti itu Rendy merasa sangat bersalah dan hatinya merasa sedih..


Kania kita pulang ya... aku minta maaf


(suara Rendy terdengar lirih sembari membujuk Kania).


Rendy memegang tangan Kania dan menatap sayu serasa penuh penyesalan di mata Rendy, Rendy menggandeng Kania keluar warung.


Mas... kau pulang saja, aku lupa aku mau mampir ke toko membeli sesuatu...(Kania mencoba berbohong tidak melihat Rendy marah).


Ya udah aku antar sekalian...πŸ™‚πŸ™‚(Rendy tersenyum kembali).


Gak usah mas... aku bisa sendiri kok..πŸ˜”πŸ˜”


Terus nasi goreng ini gimana..(Sambil menunjukkan bungkusan yang di bawa Rendy).


Kamu kenapa....aku minta maaf Kania, aku hanya berusaha baik pada mu... apa aku salah...!! ( Rendy meraih tangan Kania).


Enggak papa mas... tapi aku gak mau merepotkan kamu lebih banyak lagi, harusnya kamu bisa gunakan uang kamu untuk hal-hal yang lebih bermaanfaat buat kamu dan keluarga kamu...(ucap Kania ).


Ya... kamu benar Kania, lalu harus aku apakan hp ini...(Rendy menunjuk bungkusan hp yang ada di saku jaketnya...).


Mas.. karena kamu sudah terlanjur membelinya gimana kalo aku bayar nyicil... aku akan sisihkan gaji aku buat nyicil hp ini...


(Kania mencoba tersenyum).


Ide bagus...(Rendy pun ikut tersenyum dan mengelus ujung kepala Kania).


Bawa ini....(Rendy memberikan bungkusan nasi goreng dan Hp nya)


Kania menerimanya dan segera naik ke motor , lekas pulang


Kau bilang mau mampir ke toko mana tadi...?? (tanya Rendy).


Gak jadi...


kita langsung pulang...??


Heemm....


Samapi di rumah...


Nek... ini nasi goreng nya...(Kania memanggil nenek).


Lama sekali....(suara nenek terdengar agak ketus).


Ya kan harus ngantri nek...(Kania tetap tersenyum menghadapi nenek nya).


Ayo cepat siapkan nenek sudah lapar..


Mereka bertiga makan dengan suasana hangat sebuah keluarga..


Kania... di hp itu sudah ada nomerku...(ucap Rendy)


Oh... iya...


Jangan lupa kabari aku ya...


Iya..


Sudah malam aku pulang dulu ya...


Iya mas... hati hati ya...


Heemmm... jaga dirimu baik-baik ya..


Rendy melangkahkan kakinya menuju pintu keluar namun langkahnya terhenti karena namanya di panggil..


Ren...tidak sopan sekali kamu...(nenek berbicara agak berteriak).


Ada apa nek...(tanya Rendy).


Kau mau pulang kan...(tanya nenek).


Iya nek...(*jawab Rendy).


Nenek berjalan mendekati Rendy yang sudah berdiri di depan pintu*..


Aku tau kau akan sering kemari jadi biasakan dirimu berlaku sopan pada orang tua...(Nenek berbicara dengan ketus).


Iya nek..(Rendy menjawab dengan nada bingung).


Nenek menyodorkan tangannya, Rendy merasa bingung apa yang di inginkan nenek Sukma..


Ada apa nek... (Rendy bertanya).


Dasar bodoh.. cium tangan ku jika kau datang kesini dan saat kau mau pulang... dan juga pas kau bertemu denganku di mana pun....!!


Oh... iya...


Rendy langsung menyambut tangan nenek dan mencium punggung tangan nenek.

__ADS_1


Aku pamit ya...


Hati-hati...


__ADS_2