Aku Bertahan Karena Mu

Aku Bertahan Karena Mu
makan siang bersama


__ADS_3

Seperti biasa Kania memulai aktifitas paginya dan berangkat kerja dengan semangat dan ceria. Di tambah lagi dia akan bertemu denah sahabat dekatnya di tempat kerja..Daffa, Yani dan Tutik..


Kania sudah sampai cafe lovely tapi seperti biasa dia datang paling awal sehingga terpaksa dia harus menunggu mbak Ratna pemegang kunci cafe..


sekitar 15 menit Kania menunggu dan akhirnya datang juga yang di tunggu..


Hay... Kania...πŸ˜€πŸ˜€


Hay.. kak Ratna, selamat pagi...πŸ˜ƒπŸ˜ƒ


Kau selalu datang pagi.. dan kelihatanya hari ini kau bersemangat sekali...??


Ah... tidak kak biasa aja kok...


Apa karena hari ini kau akan mendapatkan gaji pertamamu makanya semangat gitu...🀭🀭


Ah...... aku malah lupa kak kalo hari ini gaji pertama ku.. gak kerasa ya udah satu bulan..πŸ˜†πŸ˜†


Kamu polos sekali Kania...(kekeh kak Ratna sambil memandang wajah Kania dengan senyum).


Pekerja yang lain juga mulai berdatangan..Kania dan yang lain mulai bersiap membersihkan Cafe dan juga mulai memasak beberapa menu andalan cafe tersebut..


"Pagi semua....""


Suara yang tidak asing namun membuat semua mata langsung tertuju padanya...


""Pagi juga mbak Vina...."" ( semua pegawai menyambut kedatangan Vina dan tersenyum indah pada wanita itu..)


Vian pemilik Cafe lovely yang baru datang langsung membaurkan dirinya dengan para pekerja yang lain dengan sangat ramah dan juga ikut terjun langsung memasak menu andalannya, ya...itulah Vina walaupun dia boss tapi tiap dia ada waktu dia selalu terjun langsung ke dapur dan bercakap cakap dengan para karyawannya, sehingga Vina bisa lebih akrab dan sedikit tau tentang masalah atau kesulitan para pekerjanya..


Siang pun datang...Vina meminta semua pekerja menghentikan aktivitas nya agar bisa makan siang bersama, dengan membagi tugas melayani pelanggan yang datang..


Tepat pukul 12:10 WIB


Datanglah seorang pria yang cukup dikenal oleh beberapa pelayan cafe karena memang tiap siang dia selalu menghabiskan waktunya untuk makan siang di cafe itu dan tentunya selalu di temani Kania.. Semua pelayan cafe hanya tau kalau dia adalah Rendy satpam MGG yang juga sahabat pacar Kania walaupun sebenarnya mereka belum resmi pacaran..


Silahkan mas.. mau pesan apa...?? (tanya salah satu pelayan cafe yang bernama Yani pada Rendy).


2 ayam goreng madu dan es jeruk, sekalian aku minta bungkus 1porsi ayam goreng madu sama minumnya juga.. (Rendy memesankan untuk Novan).


Siap mas...ditunggu sebentar ya...(pelayan meninggalkan meja Rendy dan menuju dapur).


Kania...!! .(panggil Yani)


Kenapa Yan.... ada yang bisa aku bantu (tanya Kania sambil menggoda Yani).


Pacar kamu datang tuuu...(Yani menunjuk Rendy dengan dagunya yang dia arahkan ke meja Rendy)..


Ih... kamu, dia itu temen aku...Yan (Kania berkilah karena memang dia merasa belum jadian dengan Rendy).


Kania....(panggil Vina).


Iya.. kak...


Temen kamu datang tu.. temenin makan sana

__ADS_1


(ucap Vina).


Namaun Kania hanya terdiam mematung dan tidak melangkahkan kakinya.. Vina yang melihat itu pun merasa aneh dan bertanya pada Kania


Kenapa Kania...?? ( tanya Vina penasaran).


Kak... sebenarnya aku gak enak sama temen temen yang lain..aku sering makan bareng Rendy, sementara yang lain tidak pernah makan bareng sama pelanggan Cafe kita..


Kania... aku ngijinin kamu karena Rendy selalu beli makanan itu dua dan tentunya itu buat kamu.. kalau yang lain ada yang ngajak makan kaya kamu dan membelikan makan di cafe aku... pasti aku juga akan suruh pegawai aku juga buat temenin makan kaya kamu..tapi nyatanya gak ada kan...??


Kania... gak papa kali, kita semua ngerti kok lagian Rendy itu mau pedekate sama kamu.. Iya gak temen temen...(suara Daffa menggelegar dan di sambut gelak tawa dari temen temen pelayan lainnya)..


Daffa... kamu jangan ngarang ya...(Kania merasa malu dengan ucapan Daffa yang sedikit mengejek).


Ye.... siapa yang ngarang, kamu aja yang gak peka... iya gak temen temen...(Dafa kembali berucap dan membuat wajah Kania tertunduk menahan malu,terlihat Rona merah di pipi putih Kania yang terlihat sangat jelas).


Udah... sana temenin...(kak Vina merangkul bahu Kania dan menepuknya pelan sebagai isyarat agar Kania cepat keluar dan menemani Rendy makan).


Langkah kaki terdengar mendekat ke meja Rendy, dan membuat Rendy yang menyadari akan hal itu tersenyum manis.


Mas....


Hay... Kania, aku belikan makan siang, kita makan siang bareng ya...(Rendy tersenyum manis pada Kania).


Kania yang masih merasa malu dengan ucapan Dafa hanya bisa diam dan merasa sulit untuk berkata pada Rendy..


Menyadari hal itu Rendy pun mencoba memberanikan diri untuk bertanya pada Kania, tentang sikap diamnya.


Kania... kamu kenapa, sakit atau kurang enak badan, kenapa kamu diam aja...??


Kamu... gak suka ya, makan siang dengan ku...?? ( ucap Rendy lirih).


Bu....Bu. bukan mas... aku hanya...(suara Kania masih terbata bata namun masih bisa terdengar oleh Rendy namun ucapan Kania yang terhenti membuat Rendy merasa bingung akan sikap Kania).


Kania, kamu malu makan dengan ku...kenapa wajah mu memerah...( Rendy yang kurang peka dengan keadaan Kania, justru semakin membuat Kania kebingungan dan menahan malu lebih dalam lagi).


"Tidak apa-apa.. mas ""


Rendy menarik kursinya lebih dekat dan memandangnya secara intens, Kania semakin malu atas perhatian Rendy.


Kau yakin... aku bisa antar kamu pulang kalo kamu tidak enak badan.. (Rendy merasa khawatir dengan kondisi Kania).


Tidak mas... ayo kita makan (Kania memberanikan diri mengalihkan tema pembicaraan mereka agar tidak terdesak dengan pertanyaan pertanyaan dari Rendy..


""Baiklah... ayo kita makan.."" sahut Rendy.


Selesai makan Rendy pun pamit kerja kembali dan Kania juga memulai pekerjaan nya di Cafe.


Setelah Rendy cukup jauh dari cafe lovely dan merasa aman, Rendy mengambil Hp nya dan menghubungi Vina


Di cafe lovely, Vina yang di hubungi oleh Rendy merasa khawatir dan harus menjauh dari para pekerjanya terutama Kania.. karena Vina takut kalo Kania sampai tau bahwa dia juga mengenal Rendy sebagai seorang CEO ternama..


Hallo tuan... ada yang bisa saya bantu (ucap Vina diseberang telp).


Apa Kania sakit...?? ( tanya Rendy tegas).

__ADS_1


Sakit, sepertinya tidak tuan... dia baik baik saja, seperti biasa Kania bekerja dengan penuh ceria dan semangat, tuan...


Tapi tadi waktu makan dengan ku kenapa wajahnya memerah...??


Oh..itu, tuan salah sangka, Kania tidak sakit tadi dia hanya malu karena rekan rekan kerja disini mengatakan kalau Kania kurang peka terhadap perasaan tuan...


Benarkah....lalu apa yang Kania katakan...??


Kania tidak berkata apa-apa tuan tapi dari rona pipinya sepertinya Kania juga merasakan hal yang sama seperti tuan hanya saja dia malu mengakuinya...


Begitu ya.... ya sudah


Tuuuutttt.....(sambungan Hp terputus).


Setelah Vina selesai berkomunikasi dengan CEO MGG, Vina menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya pelan, Vina merutuki posisinya yang sekarang menjadi sumber informasi untuk Rendy... bahkan dia tidak habis pikir dengan sikap Rendy yang kekanak Kanakan.


""Harusnya dia itu bilang saja sama Kania kalau dia itu suka sama Kania... bukan malah membuat hidupku repot..."" Vina yang ada di ruangan pribadinya bergumam kesal dan mengacak acak rambutnya sendiri karena ulah Rendy dan Kania yang sama sama tidak peka...Tanpa di sadari oleh Vina ternyata Ratna mengamati tingkah Vina sedari tadi dan hanya bisa menahan tawanya di dekat pintu...Ratna semakin tidak kuat menahan tawanya dan terdengarlah tawa itu oleh Vina.


Ratna.... apa yang kau lakukan...??


Aku heran dengan mu kenapa kau nampak kesal...(Ratna yang sudah faham dengan sifat Vina langsung bisa menebak apa yang sedang di rasakan oleh Vina).


Ini benar benar bikin aku gila...(Vina berucap dengan kesal dan masih mengacak acak rambutnya).


Kenapa apa gara gara CEO itu...?? (Ratna mencoba menebak dan memang hasilnya akurat).


Menurutmu siapa lagi...kenapa dia kekanak-kanakan sekali dan Kania gadis itu benar benar polos.. dan aku terjebak untuk menjadi penasehat bagi hubungan mereka...!!


Aku tau... Vin, tapi kau juga harus sadar kau juga mendapat imbalannya bukan..(Ratna sudah mengetahui perihal bantuan Rendy pada cafe lovely karena Vina tidak bisa berbohong pada Ratna, dia adalah orang kepercayaan Vina sekaligus teman dekat Vina).


Benar...Na.....!!!, tapi ini terlalu konyol..... kenapa CEO itu tidak bilang saja pada Kania bahwa dia adalah CEO MGG dan dia mencintai Kania... mudahkan....(Vina berucap dengan penuh kekesalan).


Masalahnya tidak semudah itu Vin.... apalagi Kania yang tidak suka dengan orang orang kaya yang identik dengan sifat sombong, aku sering memperhatikan saat Kania melayani tamu tamu berduit yang sombongnya selangit... bukan rasa iri yang Kania perlihatkan tetapi justru ke arah jijik... itulah pandangan Kania tentang orang kaya..Jadi wajar kalau CEO itu tidak mau Kania tau tentang dirinya yang sebenarnya...(Ratna memberikan pengertian kepada Vina sahabatnya dan mencoba meredakan kekesalan Vina).


Tapi....Na....!! bukankah suatu saat nanti Kania akan tau..dan pastinya akan sangat menyakitkan jika Kania harus tau dari orang lain bahkan mungkin Kania justru akan membencinya jika dia tau siapa Rendy itu sebenarnya..


Ratna merasa gagal meredakan emosi Vina dan menutup arah pembicaraan mereka dengan telak. " Sudahlah... biarkan waktu yang akan menjawab nya... lagi pula kita tidak bisa apa apa... karna kita sendiri masih jadi Jomblowati sejati...."


""Kamu...itu, oh ya ada apa kau kemari..""


Vina pun ikut pasrah dan fokus dengan maksud Ratna.


"Hari ini Kania terima gaji pertamanya kan...??""


Ratna sengaja melontarkan pertanyaan yang dia sendiri sudah tau jawabannya


Oh, iya... hampir saja...Kita berikan penuh dan beri penjelasan pada karyawan yang lain.. Berikan alasan kenapa kita memberi gaji penuh walaupun dia sempat beberapa kali tidak masuk kerja...(Vina terlihat pasrah dan lelah dengan pemikirannya, hingga dia tidak mau turun tangan sendiri).


""Oke....Vin.."" ( Ratna menyadari kekacauan pikiran sahabatnya saat ini).


Aku pasrahkan padamu bagaimana caranya aku tidak mau tau,,, aku sudah pusing ( Vina kembali berucap dan mengelus kepalanya).


" kau bisa mengandalkan ku Vin....""


Ratna pun keluar dari ruangan Vina dengan membawa gaji milik Kania...

__ADS_1


__ADS_2