
Rendy yang dari kejauhan sudah melihat seorang gadis duduk sendirian di halte bis sambil menundukkan kepalanya langsung mempercepat larinya dan langsung menghampiri gadis itu.
"Kania...." (suara lembut Rendy membawa Kania tersadar dari kesedihannya dan segera mengangkat kepalanya ke sumber suara).
"Mas Rendy....!!" ( Kania yang masih tidak percaya Rendy yang sekarang sudah ada dihadapannya merasa senang sekilas senyum mengembang terbit dari bibirnya namun tidak bertahan lama wajah sendu dan sedihnya kembali muncul).
"Kamu kenapa... kenapa kamu sedih... Kania...???" (Rendy menangkup kedua pipi Kania).
"Aku... tadi....!!" suara Kania yang tertahan dan bergetar membuat hati Rendy merasa teriris hingga tanpa sadar Rendy menarik kepala Kania dan membenamkannya di dada.
"Kenapa tidak menelponku terlebih dulu.."
"Maaf mas... aku jadi merepotkan mas Rendy...".
"Sudahlah...tidak apa-apa..!!" ( Rendy melepas pelukannya berlahan dan beralih memegang kedua tangan Kania).
"Sekarang kamu mau kemana...???" (tanya Rendy).
"Aku mau pulang saja mas...!!"
Rendy menghela nafas panjang dengan lembut
"Berhubung kamu sudah sampai sini, apa gak sebaik nya kamu mampir dulu ke kantor tempat aku bekerja..???"
Enggak mas... aku gak mau...!!
"Kenapa...!!"" (Rendy merasa aneh dengan penolakan Kania, bukannya Kania datang untuk menemui Rendy di kantornya tapi kenapa sekarang tidak mau..)
"Tadi aku udah sampai sana...!!" ( Kania menunjuk dengan tangannya) Tapi saat aku bertanya pada seseorang, dia malah menyesatkan aku dan sekarang aku kembali lagi kesini. Dasar orang kaya selalu saja jahat sombong dan arogan...!!'.
"Kania... tidak semua orang kaya seperti itu, lantas apa hubungannya dengan kamu tidak mau ke tempat kerjaku...??"
""Di sana pasti banyak orang-orang kaya yang super arogan dan pasti mereka akan merendahkan ku disana...!!"
masih dengan suara lembut yang bercampur rasa takut dalam ucapan, Rendy membentuk senyum indahnya dan meyakinkan Kania.
"Aku jamin tidak ada yang akan merendahkan mu...Ayo...!!"
Saat Kania sedang menimbang nimbang pikirannya untuk setuju atau tidak dengan ucapan Rendy terdengar suara bel mobil dari seberang jalan...
Seketika 2 pasang mata langsung mengarah pada mobil tersebut. Novan memutar arah mobilnya dan berhenti di halte itu..
"Ayo... cepat naik... kita tidak boleh berhenti disini lama lama...ini melanggar lalu lintas..!!!" (ucap Novan dengan tegas).
Rendy langsung berdiri,melihat Kania yang tidak bergegas berdiri Rendy menarik tangan Kania dan membawanya masuk ke dalam mobil"
Di dalam mobil tidak ada pembicaraan sama sekali mereka bertiga hanya diam..
Novan hanya bisa melirik tingkah sahabatnya yang terlihat bodoh lewat kaca depannya
"Rendy.... kenapa kau tidak ambil kesempatan dalam kesempitan...(gumam Novan dalam hati merutuki kebodohan sahabatnya).
"Sampailah mereka di parkiran khusus".
"Ren... Kamu periksa mobil ku sepertinya ada yang salah pada mesinnya...!!".
Rendy yang mendadak di perintah oleh Novan merasa sangat jengkel namun apa daya demi menutupi kebohongannya Rendy menuruti.
Sampailah mereka di depan mobil dan segera membuka penutup mesin..merasa Kania tidak bisa melihat mereka..Rendy langsung menarik Novan..
"Hey.... apa-apaan kau...!! jangan mentang mentang kau sedang jadi bos seenaknya saja kau menyuruhku, lihat saja aku bunuh kau setelah ini...!!! Rendy merasa kesal sekali Novan mengambil kesempatan memerintah pada Rendy pada saat ini..
Namun Novan bukannya takut, dia malah menjitak kepala Rendy sambil berbicara lirih dan geram.
""Hay... bodoh..!!!!! kau ingin semua karyawan melihatmu memakai seragam satpam dan membawa wanita naik bersamamu...!!!"
"Tidak....apa yang harus aku lakukan...!! Rendy mengusap wajahnya kasar berfikir keras bagaimana agar tidak ada karyawan yang melihat mereka..
Tunggu di sini 10 menit, aku bereskan jalanmu... berpura-pura lah memperbaiki mobil ini...!! Rendy pun tersenyum bahagia dan refleks ingin memeluk Novan namun Novan dengan cepatnya menangkis tangan Rendy dan menjitak kepala Rendy dengan cukup keras...Namun Rendy tetap tersenyum bahagia.
"Mas....mobilnya kenapa...??" Kania sudah turun dari mobil dan menghampiri Rendy lebih tepatnya mengagetkan.
"Oh... tidak apa-apa hanya kabelnya ada yang putus..."
Oh....!!
Kania.... tunggu saja di mobil nanti kamu kecapean....!!
enggak ah... aku tunggu disini aja...
Dreertttt.....Hp Rendy bergetar.
Naik sekarang...!!
Isi pesan Novan..
Kania ayo masuk...(ajak Rendy)
mobilnya udah bener mas....??
udah...ayo masuk...!!
__ADS_1
Mas.....!!
Kenapa....!!
Apa mas Rendy gak malu sama temen mas, maaf ya mas lebih baik aku pulang aja...
( Kania berkata seraya menundukkan wajahnya dan berbalik melangkah pergi, namun lengannya di tarik oleh Rendy hingga Kania kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh untungnya Rendy segera menangkap tubuh Kania).
"Maaf... mas..." (Kania membetulkan posisi berdiri nya).
Kania.. kenapa aku harus malu hmm... justru aku merasa senang karena di datangi gadis cantik dan lembut seperti kamu...ayo...!!
Tanpa menunggu jawaban dari Kania Rendy langsung meraih tangan Kania dan membawanya masuk..
Ting....suara lift terbuka...
Sejak masuk ke ruangan itu Rendy sedari tadi memandangi Kania yang terlihat sangat menggemaskan, Kania tak henti-hentinya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang sangat megah dan mewah itu.
Ehheemm....Suara deheman Rendy menarik diri Kania dari rasa ke kagumannya dan memusatkan pandangannya pada asal suara itu..
Mas... Ini beneran tempat kerja kamu...??
Iya....!!( jawab Rendy singkat).
Wahh.... bagus banget, pasti kamu betah kerja disini apalagi pak Novan sepertinya sangat baik padamu...??
"Tentu saja....!!" (Tapi kalimat terakhirmu ingin ku buang ke tong sampah...gumam Rendy dalam hatinya).
Kania duduk sini...(Rendy menuju sofa yang ada di ruangan itu).
Iya... makasih...
Kania, apa yang kau bawa di rantang itu..??
"Ini... emmmm" Kania menggantung ucapannya karena merasa tidak mungkin memberikan makanan yang sudah dingin ini untuk di makan.. apalagi jam sarapan sudah terlewat jauh...bahkan sudah masuk jam makan siang...
"Apa itu.... memang mau kau berikan ada siapa..??".
Mas... sebenarnya ini capcay goreng aku membuatnya tadi pagi dan rencananya aku mau ngajak kamu sarapan bersama tau ternyata gara-gara insiden tadi capcay ini pasti sudah dingin dan tidak enak lagi...
Kebetulan Sekarang kan waktunya makan siang... bisa dipanaskan dulu di pantry...
Benarkah mas Rendy mau makan ini..." Kania merasa senang mendengar Rendy mau memakan masakannya dan mereka pun bisa makn bersama".
"Iya....!!".
Rendy:
(Pesan Rendy pada Novan lewat Hp)
Novan:
"Aku sedang sarapan plus makan siang tidak bisa...!!".
Rendy:
Novan....cepat atau aku akan memecat mu..!!!
Brruuuaat....seluruh makanan yang ada di mulut Novan tersembur keluar setelah membaca pesan Rendy yang terakhir (Dasar luwak....!!! pekik Novan jengkel)
Novan:
Baik...tunggu sebentar...!!
Mas Rendy sedang SMS siapa...??
Oh.. aku sedang tanya petugas pantry...apa aku bisa gunakan pantry itu sekarang...
Lalu temanmu jawab apa...??
tunggu sebentar lagi..
Kania...Gimana kabar nenek..??
Baik mas... mas Rendy sekarang jarang kerumah...??
Iya... akhir-akhir ini aku sibuk sekali dan sering lembur berjaga-jaga disini..
Apa sekarang kamu juga sibuk...pasti kedatangan ku mengganggu...kerjaan mas...(Kania merasa sangat bersalah pada Rendy)
Tidak.. ini kan waktunya istirahat, jadi kamu datang di waktu yang tepat Kania..
Dreeettt....Suara notifikasi dari Hp Rendy
Sudah...kau bisa memakainya (isi pesan dari Novan).
Ayo Kania... kita panaskan dulu makanannya aku juga sudah sangat lapar...!!
Iya.. mas...
Ikut aku sini, aku antar ke pantry...(Kania mengekori Rendy sampai ke pantry).
__ADS_1
Kau bisa gunakan semua barang yang ada disini...(ucap Rendy).
aku panaskan dulu ya mas...
Heemmm.....!!
Mas... udah siap, kita sekalian makan disini aja ya...??
Boleh...ayo makan...
Mas..., emang pantry disini selalu sepi kayak gini ya, gak ada OB atau petugas lain disini...??
Biasanya ada tapi mungkin mereka sedang ada tugas lain...
Ohh....gitu, mas aku bisa gak ya kerja jadi OB disini..
Uhuukkk.....uhhhuuukkk.....(Rendy tersedak makanan yang dia makan mendengar Kania ingin kerja jadi OB di kantor miliknya)..
"Mas.... hati-hati makannya....nih minum dulu". (Kania beranjak mengambilkan air putih dan segera menyerahkan pada Rendy untuk segera di minumnya Kania pun membantu meredakan dengan mengelus punggung Rendy dengan halus).
Rendy langsung menenggak minumnya "Terimakasih...!!"
Heyyyy......!!!!
(suara seseorang yang telah berada di pintu pantry dengan senyum yang sanagat lebar, Rendy yang melihat laki-laki itu merasa jengkel dan matanya menyorot tajam ke arah lelaki itu..Berbeda hal dengan Kania yang merasa malu dan menundukkan kepala karena takut lelaki itu salah paham dengan posisi Kania yang berdiri dekat dengan Rendy sembari mengelus punggung Rendy).
Wah... kelihatannya enak.. apa kau masak sendiri Kania...?
Iya pak Novan...ini masakan saya sendiri.(ya lelaki itu adalah Novan yang saat ini menjadi bos sementara di MGG).
"Apa aku boleh mencicipi masakan mu kebetulan aku sudah lama tidak makan bersama dengan kamu..." (Novan sengaja mengganggu acara makan bersama mereka karena ingin ngerjain Rendy yang pastinya tidak bisa menolak semua perintah Rendy saat ini).
"Boleh pak... mari silahkan duduk, saya ambilkan piring dulu.." Kania beranjak dari duduknya dan segera mengambil piring yang tidak jauh dari tempat nya sekarang
Hemm...!!
Jeduggg.....(Rendy memukul tangan Novan dengan sendok yang sedang iya pegang, secara bersamaan Novan juga berteriak).
Aaaaaa....aduh...!!! (Novan mengibaskan tangannya yg terasa sakit).
Kania segera membalikkan badan dan bingung apa yg terjadi pada pak Novan. ""kenapa pak Novan....kenapa pak Novan berteriak...???"".
Melihat tatapan tajam dari Rendy, Novan pun tak mungkin mengatakan yang sebenarnya.
"Tidak apa-apa Kania tadi tanganku hanya terjepit.." masih dengan mengibaskan tangannya".
Oh...ini pak piringnya...silahkan makan, Tapi maaf jika rasanya tidak seenak makanan restoran...
"Tidak masalah...aku akan makan dengan memandangmu pasti rasanya jadi nikmat...(Novan semakin senang melihat Rendy yang terpancing emosinya sementara dia tidak bisa marah).
Rendy... habis ini kamu bisa cuci mobilku dan jangan lupa aku butuh parfum yang beraroma permen coklat hingga semua wanita yang dekat dengan ku ingin memakan aku...!!
kau juga bisa mengajak Kania untuk menemani mu..!! (Novan tersenyum licik dan juga bangga bisa membuat Rendy menuruti nya).
Dalam situasi ini Rendy harus tunduk kepada Novan dan Tanpa bisa menolak perintah Novan,
"Baik... habis ini saya akan melaksanakannya boss...!!" ( Suara jengkel Rendy semakin membuat Novan senang).
Rendy menajamkan tatapannya yang berarti ("Awas kau Novan, aku kan membalasmu nanti...!!!")
Dan Tatapan Novan juga memiliki arti ( "aku menang Rendy, kau tidak bisa menolak perintahku sekarang".)
itulah arti tatapan mata mereka dan hanya mereka yang tau maksudnya.
Kania habis ini kau bisa mengantarkan aku mencari parfum untuk pak Novan...??
Bisa mas... sekalian nanti Aku langsung pulang aja ya mas...!!
Nanti aku antar pulang...
Gak usah mas... nanti aku merepotkan, lagian mas Rendy juga masih banyak kerjaan kan...??
Tidak...aku ke mall sama kamu abis itu cuci mobil dan antar kamu pulang..!!
Bos... saya pergi sekarang..!!
Rendy mengulurkan tangannya pada Novan, Novan merasa aneh kenapa harus berjabat tangan segala pasti Rendy... (Batin Novan yang sedang menerka-nerka terhenti karena suara Kania yang juga ikut pamit)
"Pak Novan saya sekalian permisi ya..." ( Kania membungkukkan badan ).
Iya Kania hati-hati di jalan...(ucap Novan lembut).
"Bos..saya juga Meu permisi kenapa tangan saya tidak di sambut apa anda jijik dengan orang rendahan seperti saya..!!" (Rendy mulai memprovokasi Novan agar tidak bisa mengelak uluran tangan Rendy).
Oh... Maaf Rendy aku bukan orang kaya yang sombong seperti temanku, jadi hanya salaman saja...??
Hemm....(senyum Devils menyeringai di wajah Rendy, Novan mengerti ada sesuatu fi balik senyum Rendy namun sekarang giliran Novan yang tidak bisa mengelak).
🤝 tanpa menunggu lama Rendy langsung meremas tangan Novan dengan sangat keras dan penuh senyum bahagia yang di pasang Rendy agar Kania tidak merasa curiga, dilanjut memeluk Novan dengan sangat erat hingga Novan tidak bisa bernafas dan yang terakhir menepuk bahu Novan dengan sangat keras pula hingga Novan terbungkus sedikit.. namun Rendy dengan segera menegakkan tubuh Novan dan berkata... "bos jangan sungkan dengan saya jangan membungkuk di hadapanku aku merasa sangat terharu dengan sikapmu aku hanya bawahanmu".
Pergilah...!!!
__ADS_1
senjata terakhir Novan untuk menghindari kekerasan fisik yang di lakukan Rendy pada Novan (Novan memang kalah tenaga dengan Rendy apalagi Rendy yang rajin berolah raga dan jago silat membuat Novan jauh tertinggal kekuatannya dengan Rendy.).