
Di kantor MGG Rendy mendapat telpon dari mamanya..
Hallo Ren...!!
Ya.. ma..!!
"Mama ingin kamu segera mempersiapkan diri untuk peresmian pembukaan proyek
kemarin dan untuk proyek yang kamu dapat dari pelelangan itu mama tidak mau tau kami harus bisa mengembangkan lebih dari itu..π€π€!!""
"Mama tenang saja aku pasti bisa... sejauh ini aku tidak pernah mengecewakan mama kan...ππ??"( Rendy menyombongkan diri).
"Ya... tapi itu bukan karena kamu seorang tapi ada Novan, dia lah yang lebih berjasa atas perusahaan mu itu.."
Aku akan bekerja dengan baik dengan Novan juga bahkan lebih baik lagi...ππ
Katakan pada Novan, mama mengijinkan dia kerja tapi dia juga harus menjaga kondisinya..jangan sampai terlalu lelah...π₯Ίπ₯Ί
Tutttt....(telpon ditutup).
Tok....tok...tok...(pintu diketuk).
Masuk...(sahut Rendy dari dalam ruangan)
"Maaf tuan... Ini untuk rincian keuangan bulan kemaren dan berkas berkas ini harus segera ditanda tangani.." (Novan menyodorkan semua map di atas meja Rendy dan bergegas keluar).
Van.... tunggu...!! (Novan membalikkan badannya setelah Rendy memanggilnya).
Ada yang bisa saya bantu tuan...(ucap Novan formal dan Rendy tidak suka akan hal itu).
Apa kau ada rencana untuk minta maaf...?? (Rendy berbicara dengan menaikkan ke dua alisnya)...
Jika tuan menginginkan hal itu akan saya lakukan tuan...(Novan terlihat pasrah).
Apa harus menunggu perintah dari ku, apa kau tidak punya rasa bersalah sedikitpun...!! (Rendy berdiri dari duduknya dan menatap Novan tajam).
Lalu kau sendiri, kau juga mengijinkannya bukan.. lalu kenapa kau lampiaskan semua kesalahan padaku..?? ( suara Novan juga terdengar naik satu oktaf).
Kau ingin aku minta maaf padamu...?? (Rendy bertanya dengan Sinis dan berjalan maju mendekati Novan).
Jika kau merasa bersalah kenapa tidak kau lakukan...?? (sahut Novan tidak kalah dingin).
Mereka sudah saling berhadapan dan saling memasang wajah dingin dengan tatapan mematikan...dan kejadian malam itu terulang kembali..mereka saling baku hantam hanya saja sekarang Novan sudah mulai melawan dan mereka pun terlihat tidak ada yang mau mengalah... hingga akhirnya mereka kelelahan sendiri..
Mereka terduduk dilantai dengan saling membelakangi dan saling bersandar, terlihat di sana Novan dan Rendy kehabisan tenaga bahkan mereka tidak bisa bernafas dengan baik, dilihat dari luka yang ada di wajah mereka seperti nya tidak ada yang kalah ataupun memang.. karena sama sama berdarah dan babak belur...
Terlihat tangan Rendy meraih telpon yang ada di mejanya namun tubuhnya masih terduduk di lantai bersama Novan..
""Cepat... bawa air putih ke ruangan ku 10 gelas...!!!"" (Rendy menghubungi OB dikantornya).
Kapan kita lanjutkan lagi...?? (tanya Novan ingin segera mulai menghajar Rendy kembali).
Apa kau belum puas...,!! ( Rendy terdengar masih siap untuk meladeni Novan).
Aku ingin melihatmu terkapar...( Novan benar benar akan melanjutkan untuk memukuli Rendy).
Pulihkan dulu tubuhmu, aku tidak mau menang dari orang yang masih sakit karena itu memalukan...(Ucapan Rendy membuktikan bahwa dia masih sangat perhatian pada Novan).
Mereka pun tertawa bersama lebih mirip orang gila... habis berkelahi masih sempat perang mulut dingin dan setelah itu tertawa bersama...
Tok...tok...tokk....(Pintu diketuk).
Masuk..
OB yang membawa minum masuk... dan bingung sendiri melihat bosnya duduk saling membelakangi saling bersandar namun dengan wajah yang penuh luka tetapi mereka masih sempat tertawa...
""Hey..... apa yang kau lihat...!!"" (suara Rendy yang sangat keras mengagetkan sang OB dari kebingungannya)..
Iya... boss...i...iii....nniii minumnya...(OB itu terdengar ketakutan setelah mendapat bentakan dari Rendy).
Siapa yang menyuruhmu meletakkan di meja...!!! Apa kau tidak lihat kami di bawah.... hah....!!
( giliran Novan yang membentak OB itu)
Ba... Baa...ik boss, ini minumannya (OB menaruh air putih itu di lantai..
Keluarlah...
(OB pun keluar dengan perasaan aneh dan juga bingung, atas kelakuan kedua bosnya itu..)
π’(Tinggalin Novan dan Rendy ya gaesss)π’
Kania yang masih di dalam kamar di kunci oleh neneknya..masih merengek dengan berbagai trik dan alasan, namun nenek Sukma tidak peduli...
Nenek aku Lapar....!!
Belum waktunya makan siang....
__ADS_1
Nenek.... aku mau pipis...!!
Di kamarmu kan ada kamar mandi...
Nenek aku mau kerja...!!
Sudah siang... terlambat...
Nenek aku bosan....
Tidur saja...
Nenek.... Jahat....!!
Sudah nasib kamu punya nenek jahat..
Nenek... aku mau keluar...aku tidak akan kerja sudah telat...!! ( teriakan Kania yang terakhir ini sepertinya berhasil...
ceklek....nenek membuka pintu
""Keluarlah....""
Nenek akhirnya aku bebas juga...( kania mencium dan merangkul nenek karena sangat bahagia bisa keluar dari kamarnya).
"Nenek kenapa aku di jadikan tawanan..." ( Kania berbicara dengan memajukan bibirnya hingga terlihat menggemaskan).
Sebenarnya kamu belum saat nya keluar, nenek masih menunggu pangeran yang akan menyelamatkan kamu datang dengan naik kuda putih...(nenek bercanda).
Nek...sudah jam sebelas sebentar lagi waktunya makan siang... nenek belum beli apa apa kan untuk makan siang hari ini...
tokk..tok...tok....Kania buka pintu...
Kania sudah tau siapa yang datang karena suara cempreng itu sudah tidak asing baginya..Kania melangkahkan kakinya dan membuka pintu..
""San... bisa gak volume suara mu itu kamu kecilkan..!!""
(Santi tidak menjawab pertanyaan Kania dan langsung masuk rumah tanpa menunggu yang empunya rumah mengijinkan).
Kania.... kau kenapa...?? Tadi aku ke cafe dan Vina bilang kamu sakit...udah dua hari ini kamu gak kerja...aku coba tanya sama 3 teman barumu itu....Dafa, Yani dan Tutik katanya kamu sakit...sakit apa, kenapa kamu nggak ngasih tau aku....???
(Santi menghujani Kania dengan pertanyaan yang menumpuk..hingga Kania tidak punya kesempatan untuk menjawab pertanyaannya satu persatu).
Nek... sejak kapan dirumah kita ada rel kereta api...(tanya Kania pada nenek nya untuk menyindir mulut Santi).
"Memang kenapa sayang....??"
"Oh...ya kah itu... ??" ( nenek merasa tidak percaya dengan ucapan Kania tapi saat Kania melirik kan mata nya ke arah Santi nenek baru paham... dan mulai menimpali ucapan Kania).
""Oh... barusan itu bukan kereta Api sayang... tapi kereta barang..."" ( Kania dan nenek akhirnya tertawa bersama setelah puas meledek Santi)..
Baik lah aku pulang saja...(Santi menunjukkan muka sedihnya dan memelas pada nenek).
Dasar anak nakal... apa kamu tidak kangen nenek hah.....!! (Nenek memasang muka marah agar Santi tidak jadi pulang).
Nenek... apaan sih.... aku kangen sama nenek sama Kania juga...Tapi kalian malah kaya gitu, pake ngatain aku kereta barang lagi...(Santi mulai berakting lagi dengan muka lebih memelas)..
""Eh ...ayo duduk...(ajak Kania sambil menggandeng tangan Santi )..
Makasih ya kamu udah datang... kamu pasti dengar telepati aku yang dari tadi disiksa Nenek...ya. ??"" ( tanya Kania bercanda).
Di siksa....apa nenek sekarang jahat sama kamu, kaya di film film itu...??
""Kau tau dari tadi aku di kunci dikamar aku gak boleh keluar dan sekarang sudah waktunya makan siang tapi belum ada apa apa.. bisa bisa aku busung lapar karena kurang gizi...""
""Hey....hey... nenek juga punya alasannya kenapa nenek mengunciku di dalam kamar...!!"" (sahut nenek membela diri)..
Apaan masa hari gini mau nunggu pangeran berkuda datang buat nyelamatin aku,...(Kania bicara dengan nada sewot).
Hahahahaha....( Santi tertawa menggelegar mendengar alasan nenek yang tidak masuk akal....)
pimmm...pimmm...( suara klakson mobil)
Eh...siapa itu Nia...??
Gak tau...!!
Wah... pangerannya beneran datang nek....(teriak Santi sambil mengintip dari balik jendela).
Benarkah...(nenek jadi penasaran dan ikut mengintip juga)...
Nenek salah doa tadi ya..? (ucap Santi ngaco).
Apa maksud kamu...San..??( nenek tidak mengerti)
Yang datang bukan pangeran berkuda putih tapi pangeran bermobil putih.. nek...!!
Benar itu San....??
__ADS_1
Hem... nenek lihat aja kalo gak percaya...
Setelah melihat siapa yang turun dari mobil nenek menjewer telinga Santi...
Aaadduuhhh.... nek... sakit, kenapa aku di jewer ( Santi mengelus telinganya yang dijewer nenek tanpa alasan)..
Itu bukan pangeran tapi alien...(gerutu nenek lirih namun Santi masih mendengar).
Alien....(Santi mengulang kata itu serasa tak percaya dan bingung).
Nek... dia datang....(Santi dan nenek segera menghamburkan diri dari jendela)..
Tok.. tok...tok...
Permisi.....
Iya... sebentar...(sahut nenek dari dalam).
Nenek pun membuka pintu..
Ada apa kau kemari...ππ!!
Aku mau bertemu Kania...π
Tidak ada, Kania sedang kerja...π‘π‘!!
Aku mengantarkan motornya... Kaniaπ΅π΅
Mana... motornya ??
Johan pun datang dengan menaiki motor Kania.π΅π΅
""Bos, aku malu semua orang memperhatikan aku dan menertawakan aku gara gara motor pink ini...π΅π΅,"". ( ucap Johan sambil menghentak hentakkan kakinya ketanah).
Masuklah pak Novan....(Suara Kania dari dalam rumah).
Itu suara Kania nek...ππ (Novan tersenyum manis).
Itu duplikatnya...π€π€ (nenek asal bicara dan membiarkan Novan masuk).
Benar ada duplikatnya nek...ππ?? ( Novan melanjutkan ucapan Nenek)
Kalo iya kenapa...π‘π‘?? ( tanya nenek geram)
Aku bisa minta satu nek... nenek kan bisa membuat duplikatnya lagi....ππ (Novan semakin menjengkelkan).
Ada apa pak Novan kemari..!! .(ucap Kania marah dan tidak memandang Novan sedikit pun)..
Kania aku minta maaf dan aku membawa motormu pulang supaya kau bisa kerja lagi...!!
Aku sudah memaafkan bapak, sekarang pergi lah dari rumahku dan jangan kesini lagi..!!
Kania...(Novan meluruhkan suaranya).
Nona...(Johan datang dari arah pintu).
Kania menolehkan wajahnya ke arah suara itu dan betapa terkejutnya Kania dengan orang itu.. orang yang sudah menjebak Kania dan yang lebih aneh lagi suara orang itu tidak seperti suara yang Kania dengar saat kejadian itu..
Kau..... berani beraninya kau datang kemari...!!! .(Kanai sangat marah pada Johan dan membentak bentak Johan )..
Nona boleh marah pada ku tapi aku mohon maafkan aku ..(Johan bersujud di kaki Kania sambil menangis tersedu sedu sangat berbanding terbalik dengan tubuhnya yang macho).
Nona... aku bersalah tapi aku tidak sengaja melakukannya nona yang berlari ketakutan hingga jatuh dan pintu rumah itu kan tidak aku kunci nona...(Johan dengan suara khasnya mencoba menjelaskan pada Kania agar percaya )..
Oke... aku akan maafkan kamu dengan dua pertanyaan...jawab jujur...
kenapa kamu tidak langsung minta maaf padaku...Jawab. (Kania kembali membentak Johan).
Johan bingung harus menjawab jujur atau tidak, Johan menoleh Novan untuk mendapatkan arahan dari nya karena Johan tidak mau melakukan kesalahan lagi..
Novan menganggukkan kepalanya sebagai isyarat dia mengijinkan Johan untuk berbicara jujur.
Nona, malam itu setelah tuan Rendy pulang dari sini...tuan Rendy datang menemui aku dan tuan Novan... Tuan Rendy sanagat marah dan menghajar kami habis habisan terutama tuan Novan..hingga tuan Novan harus dirawat intensif.. sedangkan saya sembuh lebih awal tapi saya tidak tau rumah nona dan saya juga tidak berani bertemu nona..(Johan berbicara dengan suara khas nya dan juga di ikuti dengan gerakan tubuh yang menjijikan).
""Pertanyaan kedua..."" (Kania mendekatkan mulutnya pada telinga Johan agar Johan tidak malu).
Apa kamu benar gay....???
Johan merasa risih untuk menjawab tapi dia harus menjawabnya untuk menyelamatkan dirinya.. setelah sempat diam sejenak akhirnya Johan menjawab pertanyaan itu dengan nada suara yang pelan di Sergai dengan anggukan kepala...
Iya nona... yang nona katakan benar.... tapi nona aku mohon jangan bilang siapa siapa tentang saya... nona...(Johan menyatukan kedua telapak tangannya seraya memohon pada Kania, Kania yang melihat jari tangan Johan sangat lentik dan juga gemulai sudah percaya pada Johan dan Novan).
Baik lah aku maaf kan kamu....
Seketika Johan berdiri dan meloncat saking senengnya dan ingin memeluk Novan tapi sudah mendapat tatapan tajam dari Novan akhirnya Johan mengurungkan niatnya untuk memeluk Novan..
Johan.. sekarang kamu ambil semua makanan yang ada di mobil kita makan siang bersama...( ucap Novan).
__ADS_1