Aku Bertahan Karena Mu

Aku Bertahan Karena Mu
Novan Belum menyerah...


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 4 sore, ini adalah waktu dimana Kania pulang kerja..


Terlihat Kania keluar dari cafe dan siap mengendarai motor nya🛵🛵.


Di seberang jalan...tiba tiba Kania di hentikan oleh seseorang yang Kania sendiri tidak tau siapa dia...


Laki laki itu melambaikan tangannya memberi isyarat kepada Kania untuk berhenti..


Kania pun menghentikan laju motornya...


Terlihat sosok yang sangat tampan putih bersih gagah dan macho...


Ada yang bisa saya bantu...?? (Kania memberanikan diri untuk bertanya walaupun sebenarnya dia sendiri merasa takut).


Nona tolong antar saya ke villa ini...(laki laki itu memberi alamat pada Kania)


Tapi.... saya harus pulang, maaf anda bisa naik taksi atau yang lain...(Kania mencoba menghindari laki-laki itu dengan cara yang halus).


Tidak bisa nona... saya bisa mati jika dalam 10 menit lagi aku tidak sampai di sana... tolong saya nona..(laki-laki itu memohon dengan wajah yang sangat memelas).


Melihat laki-laki itu bersujud Kania merasa kebingungan...


Eh...eh....anda, jangan seperti ini....


iya baiklah saya akan mengantarkan anda...(Kania tidak punya pilihan lain).


Sampailah mereka di Villa yang dimaksud..


Nona jangan pergi dulu sampai saya bertemu dengan seseorang, nona tau kan disini tidak ada kendaraan umum lewat...jadi nona mohon tunggu sebentar...(pinta laki-laki itu yang sebenarnya bernama Johan).


Iya... saya akan menunggu...(Kania menganggukkan kepalanya).


Nona ayo masuk....!! ( pinta Johan).


Tidak saya nunggu disini saja...(Kania menolak).


Tidak apa-apa orang yang akan saya temui seorang wanita yang sudah sangat tua jadi saya butuh bantuan nona...??(Jovan memulai aksinya).


Kania sempat merasa kebingungan apa yang harus dia lakukan sekarang..


Nona... jangan khawatir...aku bukan orang jahat...(Johan membujuk Kania).


Baiklah...(Kania turun dari motornya dan berjalan masuk ke villa itu dengan rasa yang teramat sangat takut..).


grebbb...(suara pintu di tutup dan di kunci oleh Johan).


Kania yang melihat itu langsung mengerti bahwa dia dalam bahaya.... Kania memandang takut pada Johan...


kenapa pintunya di kunci... anda mau apa... jangan macam macam denganku atau aku akan teriak...(Kania ketakutan).


Johan terus melangkahkan kakinya maju mendekat pada Kania hingga Kania sudah terhimpit oleh sofa dan tidak bisa mundur lagi..


Duduklah nona...(Johan pun duduk di sofa).


Aku tidak akan melakukan apapun padamu, aku juga tidak akan memaksamu...(ucap Johan).


Apa mau mu...(tanya Kania ketakutan)


Aku ingin kita membuat kesepakatan yang saling menguntungkan...(Johan membuka koper yang di bawanya dari tadi).


Kania kaget bukan main isi koper itu adalah uang yang sangat fantastis jumlahnya...

__ADS_1


Apa mau mu..(tanya Kania sekali lagi)..


Sebenarnya kau tau apa mau ku nona, aku ingin memiliki mu... tapi aku ingin kau menyerahkan nya sendiri tanpa aku memaksa dan kau bisa bawa pulang uang ini. Tapi jika tidak ada kesepakatan antara kita apa boleh buat... mungkin aku harus mendapatkan nya dengan cara yang kasar..


Kania berusaha lari ke pintu dan ingin segera keluar dari villa itu, namun sayang tangannya sudah ditarik Johan duluan hingga Kania terjatuh kelantai..dan kakinya terluka.


Johan mencoba mengangkat tubuh Kania yang terjatuh di lantai, Kania meronta-ronta dan menendang Johan hingga terpental. Melihat kesempatan itu Kania berlari menuju pintu lagi namun sayang dia terjatuh dan membuat sikut tangannya terluka..


Johan tertawa macho dan berjalan mendekati Kania, sementara Kania menggeser tubuhnya seperti suster ngesot, saat Johan sudah sangat dekat dengan Kanai, Johan merendahkan tubuhnya..


Nona, kenapa tidak kau ambil saja uangnya dan kita bisa bersenang senang..🙂 ( Johan menyunggingkan bibirnya).


Tidak... aku mau pulang, aku tidak mau uang mu aku tidak mau menjual tubuhku pada orang seperti mu...(Kania mencoba bertahan dengan mengeraskan suaranya).


Kania.. mendorong kuat tubuh Johan,hingga Johan tersungkur...Kania berlari sekuat tenaga dan akhirnya dia sampai di pintu dan membuka pintu itu dengan mudah (pada kenyataannya memang pintu itu tidak di kunci hanya di tutup saja).


Kania menuruni anak tangga di depan villa itu karena rasa takut yang dia rasakan Kania pun terjatuh di tangga itu dan terpelanting hingga ke anak tangga paling bawah, alhasil wajah Kania pun ikut memar.


Rendy yang melihat itu dari luar villa merasa marah dan hatinya terasa sakit...Rendy langsung berlari mendekati Kania.


Kania....(hati Rendy merasa sangat sakit melihat luka di tangan dan di wajahnya, bahkan Kania menangis tersedu hingga tidak bisa bernafas).


Tanpa berfikir panjang Rendy mengangkat tubuh Kania dan menggendongnya ala briday.


Rendy memasukkan Kania ke mobil nya dan membawa Kania pulang sepanjang perjalanan Rendy menggenggam tangan Kania tanpa melepasnya sedikitpun, Namun wajahnya terlihat dingin dan penuh kemarahan yang tidak pernah Kania lihat sebelumnya..


Kania maaf kan aku.... Maafkan aku Kania...(suara pelan Rendy namun samar samar terdengar oleh Kania).


Rendy menggenggam tangan Kania erat mencium tangan nya dan meletakkan tangan Kania di dada Rendy...


Kania merasakan detak jantung Rendy yang sangat cepat dan tidak beraturan..Kania memperhatikan wajah Rendy yang terlihat segala macam rasa ada. Rasa marah, rasa bersalah, rasa sakit, rasa tidak tega dan rasa sedih yang sangat dalam.


Sampailah Rendy dirumah Kania..


Nenek yang melihat Kania seperti itu merasa cemas akan keadaan Kanai..


Kania.... cucuku kamu kenapa sayang...??


Ren.... apa yang terjadi pada Kanai....??


Rendy merebahkan tubuh Kania di kasur miliknya.. Melewati nenek dan tidak menghiraukan pertanyaan nenek.


Rendy....cucuku kenapa... jawab nenek nak...kenapa dengan wajahmu, dan juga lengan mu... kenapa ini, kenapa tubuhmu penuh luka..(Nenek sangat sedih).


Nenek... aku gak papa kok, nenek jangan khawatir...aku baik baik saja...(Kania menenangkan neneknya dengan suara lemahnya).


Lihat dirimu sayang... tubuhmu penuh luka seperti ini bagaimana kau bisa bilang kau baik baik saja...


Rendy... jawab nenek, Kania kenapa...??


Rendy hanya terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan nenek.


Nenek... tadi Kania kecelakaan pas naik motor itu karena Kania tidak hati hati...untung ada mas Rendy yang nganterin aku pulang...(Kania menenangkan nenek dengan harus berbohong)..


Benarkah itu sayang... kamu tidak bohong kan...kau benar-benar jatuh sendiri... tidak ada yang menyakitimu kan...??


Iya nek aku tidak bohong...


Iya kan mas...(Kania memandang Rendy dengan harapan Rendy mengiyakan kebohongannya ).


Iya...(suara Rendy terdengar sangat berat).

__ADS_1


Rendy yang sedari tadi terduduk dilantai dengan menyandarkan tubuhnya di tembok kemudian berniat mengobati Kania.


Nek... nenek punya kotak obat....??( tanya Rendy pelan).


Iya..iya... ada, sebentar nenek ambilkan...!!


Nenek berusaha berjalan secepatnya agar Kania bisa secepatnya di obati..


Ini obatnya...(nenek memberikan kotak P3K).


Rendy mengobati luka Kania dengan pelan,dan lembut. Saat Rendy mengobati dahi Kania yang berdarah Kania memperhatikan wajah Rendy.


Tampan... (batin Kania mulai terusik).


Apa kakimu juga ada yang sakit.... (Rendy merasa khawatir).


Tidak... kakiku tidak sakit...(Kania berbohong)


Naikkan celanamu....(Rendy tau Kania berbohong).


Tidak... aku tidak mau... (Kania mengalihkan pandangannya kearah lain dan menolak Rendy).


Naik kan saja celananya...(Rendy memaksa).


Kau pikir aku......(ucapan Kania terhenti karena Rendy menaikkan celana Kania tanpa ijin terlebih dahulu)


Terlihat lutut Kania juga lebam memar kebiru buruan...


Kania yang melihat luka itu merasa takut dengan Rendy karena Kania ketahuan berbohong..


Rendy menatap Kania dalam berbeda dengan tatapan Kania yang entah kemana mana karena ingin menghindari mata Rendy yang sedari tadi menatapnya..


Rendy keluar dari kamar Kania dan menuju ke dapur, ternyata Rendy mengambil air hangat untuk mengompres lutut Kania yang memar..


Maafin aku.... aku minta maaf. (gumam Kania pelan,Kania merasa bersalah karena sudah berbohong tentang kakinya).


Jangan bohong lagi... kau tidak bisa membohongiku....(Ucap Rendy dingin dan terus mengobati luka Kania).


Istirahatlah... aku akan menunggu Samapi kau tertidur..(ucap Rendy sambil menata bantal dan selimut).


Rendy membantu Kanai berbaring dengan nyaman di kasurnya...


Entah mengapa ada rasa tenang yang Kania rasakan saat dia melihat Rendy ada di dekatnya...bahkan Kania tidak bisa menolak apapun yang dilakukan oleh Rendy...


Beberapa menit kemudian Kania sudah tertidur... Rendy pun keluar dari kamar Kania.


Nak... Kania kenapa...??(tanya nenek pelan menghentikan langkah Rendy).


Aku tahu Kania berbohong...dia tidak jatuh dari motor...(nenek menatap Rendy dalam).


Rendy bingung harus bicara apa pada nenek Sukma...


Tadi ada orang yang mengganggu Kania nek...(Jawab Rendy singkat).


Ya... tuhan, lindungilah cucuku. (nenek Sukma meneteskan air matanya).


Nenek tidak usah cemas, aku akan menjaga Kania lebih baik lagi....(ucap Rendy sebagai janji pada nenek).


Kania sudah tidur... aku pamit pulang dulu nek...(Rendy pamit)


Nak... apa tidak lebih baik kau menginap disini...(nenek merasa cemas dengan keadaan Kania, hanya Rendy lah orang yang bisa di andalkan untuk menjaga Kania).

__ADS_1


Aku masih ada urusan nek...maaf aku pergi dulu...


__ADS_2