
Kania datang dengan membawa dua gelas teh hangat..
Ini mas teh nya diminum...(Kania menyuguhkan teh hangat).
Iya terimakasih...ππ
Van....kamu mau minum...?? ( tanya Rendy pada Novan).
Heemmm....(Novan mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya pelan).
Ini....(Rendy membantu Novan untuk duduk tegap dan menyodorkan minum nya).
"Sekarang kalian cerita tentang siapa sebenarnya kalian dan kenapa kau yang mengurusi rumah sakit dan pemakaman anak ku...dan juga berapa kami harus menggantinya...!!" ( nenek berbicara halus dan dengan ekspresi yang pasrah).
"Nenek tidak perlu memikirkan hal itu... aku tidak akan meminta apapun dari nenek..
Aku hanya....." (ucapan Rendy terpotong)
Hanya apa....??? (tanya nenek penasaran).
Aku..... boleh kah aku datang kesini lagi..ππ (Rendy mengubah ekspresi wajah nya 180 derajat..).
Hanya itu....π²π²?? (tanya nenek tak percaya).
Iya nek....π€π€.
Lantas siapa kalian kenapa kalian begitu baik pada kami...!! ( tanya nenek masih penasaran).
Kami bukan siapa siapa nek....ππ
Jadi benar kalian alienn....?? (tanya nenek kepo).
Tentu saja bukan.... kami manusia seperti nenek juga..!! (Rendy bingung menjelaskan dan menggarik kepala belakangnya yang tidak gatal).
Kalo kau manusia kenapa tidak punya nama...kenapa kau bukan siapa-siapa...??
(pertanyaan nenek semakin menjengkelkan).
Tentu saja kami punya nama....
Aku Rendy ( menunjuk diri nya) dan ini Novan (menepuk bahu Novan) dia adalah teman ku.
Lalu apa pekerjaan mu....??
Aku... satpam di sebuah perusahaan dan dia (menunjuk ke arah Novan) bekerja di kantor yang sama dengan ku tapi di bagian lain..
"*Novan yang mendengar itu sontak menendangkan kaki Rendy seakan memberi isyarat bahwa Novan tidak setuju dengan model pekerjaan yang di tuturkan Rendy".
"Rendy tidak merespon tendangan Novan
bahkan Rendy bersikap tenang sekan akan Novan menyetujuinya*".
Oh.... ternyata kalian tidak pengangguran...ππ ( nenek paham dan mengangguk angguk kan kepalanya pelan).
Kania jangan panggil mereka alienn lagi, karena mereka punya nama...ππ!! (ucap nenek pada Kania).
Iya nek....
Kania ambilkan bantal untuk dia tiduran (Sambil menunjuk Novan ) biar nyaman..(perintah nenek).
Oh... iya nek...(Kania bergegas kekamar untuk mengambil kan bantal sesuai permintaan neneknya).
Biarkan teman mu istirahat dulu sampai keadaanya lebih baik..(ucap nenek sambil mencoba berdiri dari tempat duduknya).
Nenek ke kamar dulu...(sambil melangkahkan kakinya ke arah kamar tidurnya).
__ADS_1
Maaf mas... tadi namanya siapa...??
(Kania bertanya pada Rendy dengan nada yang halus).
Oh...nama ku Rendy..π€π€(sambil mengulurkan tangan dan mereka resmi berkenalan).
Mas Rendy.. aku minta maaf atas kejadian di kampus waktu itu...(ucap Kania menyesal).
Oh... tidak apa-apa... kau baik baik saja bukan...tidak ada yang luka...?? (tanya Rendy cemas).
"Sebenarnya Rendy lebih cemas lagi kalau Kania membahas kata kata Rendy yang mengumpat kesal pada Kania begitu pedas dan sadis dan juga sambil berteriak-teriak tentunya, sampai semua orang yang ada di sana mendengar semua".
Aku juga berterima kasih selama dirumah sakit, aku banyak merepotkan mu.....(ucap Kania kembali dengan nada yang lembut ).
Itu....itu sudah seharusnya aku lakukan karena melihat kondisimu yang sangat lemah waktu itu...
mereka berbincang namun tidak berani saling menatap hanya ada acara curi curi pandang dari Rendy dan juga Kania.
Novan yang melihat itu merasa bosan karena mereka seperti romansa film era 80'an..
Novan mencoba memecah keheningan dengan berdehem..
Ehemm...ehemm....
(kedua pasang mata langsung mengarah pada Novan).
Novan yang mendapat tatapan itu merasa heran dan segera mendudukkan tubuhnya dengan benar..
Rendy... sudah berapa lama kau jadi satpam...?? ( Tanya Novan sambil melirik kan matanya sinis).
Cukup lama....(Rendy mencoba mengikuti permainan Novan).
Di lihat dari postur tubuhmu kamu sangat cocok jadi satpam...apa kau tidak punya keinginan untuk menjadi CEO lagi....?? (Rendy langsung menginjak kaki Novan di bawah meja agar tidak ketahuan).
Eh... kenapa...?? ( Kania bingung kenapa tiba-tiba Novan mengerang kesakitan).
Tidak apa-apa... sepertinya kaki meja ini menjepit jari kaki ku...( Novan mencari alasan).
"Rendy menjawab pertanyaan Novan denagn wajah datar"
Dulu memang aku punya cita-cita pingin jadi CEO tapi apa daya... kau tau kan jadi CEO itu tidak mudah....(Rendy masih mengikuti permainan Novan ).
Kania bukannya waktu itu kau di kampus sedang ujian masuk kuliah....?? (tanya Rendy mengalihkan diri dari permainan Novan ).
Iya... waktu itu aku sedang mengikuti tes ujian masuk universitas itu..!!
Lalu apa pengumuman hasil tes nya sudah keluar..??
Aku tidak tau, karena aku tidak menyelesaikan ujian itu, aku meninggalkan ruangan karna....π₯Ίπ₯Ί.(kata kata Kania terputus).
Kania... maaf , aku tidak bermaksud mengingatkan mu kembali....ππ.
Tidak apa-apa.....ππ.
Apa kau tidak berniat untuk ikut ujian lagi....??
Tidak, aku sudah tidak punya keinginan lagi...!!
Apa rencana mu sekarang...??
Aku akan mencari pekerjaan dekat sini, karena aku ingin menghabiskan hari hari ku dengan nenek...ππ!!
Tapi mungkin akan sulit bagiku untuk mencari pekerjaan yang layak.... karena aku hanya lulusan SMA...,ππ (ucapan Kania terdengar pasrah pada keadaan).
Kau harus berusaha dan yakin pada kemampuan mu...pasti kau akan dapatkan pekerjaan yang baik karena kau gadis yang cerdas dan juga pintar....(Ucap Rendy meyakinkan Kania).
__ADS_1
Bagaimana kau tau...?? ( tanya Kania bingung).
Lihat lah piala dan piagam yang tersusun rapi dan memenuhi lemari itu...(sambil menunjuk piala dan penghargaan yang ada di bufet).
Tapi keberuntungan seperti nya tidak berpihak pada ku..π π (Kania mencoba tersenyum lebar).
Kenapa....?? ( tanya Rendy)
Karena orang pintar kalah sama orang Bejo/beruntung....ππ (kania tertawa renyah untuk menghilangkan ketegangan dalam pembicaraan).
Rendy pun ikut hanyut dalam suasana dan ikut tertawa renyah.
Wuuaaaahhhhh...
Novan sengaja menguap kan mulutnya sebagai isyarat dia sudah mengantuk..
Lagi-lagi dua pasang mata langsung mengarah pada Novan.
Ren... kau mau menginap disini....?? (tanya Novan dengan suara khas mengantuk).
Tentu saja tidak, apa kata tetangga nanti kalau aku menginap di rumah gadis...(Rendy menjawab dengan nada cukup keras).
Baguslah kalau kau sadar..., jam berapa kita akan pulang, sekarang sudah jam setengah sebelas (sambil melihat jam yang ada di tangan Novan).
Cepat sekali waktu berlalu..(Gumam Rendy lirih).
Ayo kita pulang...(Novan berdiri dari duduknya dengan penuh semangat).
Rendy masih terduduk di sofa,rasanya enggan sekali untuk pulang...
Ayo... pak satpam, besok kan kau piket pagi jadi harus bangun pagi-pagi sekali janagan sampai kesiangan...!! (senyum Devils menyeringai di bibir Novan ).
Rendy berdiri dan berpamitan pada Kania..
Kania... sudah malam, aku pulang dulu ya...??
Heemmm... hati hati di jalan, eh mas Novan gimana... badan kamu udah enakan....?? (tanya Kania pada Novan).
Jangan panggil dia mas...panggil dia pak... bagaimana pun dia adalah atasan ku..(senyum bahagia menyeringai di bibir Rendy karena berhasil menjatuhkan Novan).
Oh maaf... sudah enakan pak...?? (Kania mengulangi pertanyaan nya).
Sudah....(jawab Novan singkat sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal).
Aku pulang dulu ya....(Rendy berpamitan)
Iya....(jawab Kania).
Ren...?? (Novan memanggil ).
Ada apa....?? ( tanya Rendy ).
Kau tidak mau mencium nya sebelum pulang...ππ ( Rendy tertawa renyah).
Kau...(Rendy menonjok lengan Novan , terlihat Rendy sangat malu dengan ucapan Novan).
Kania jangan kau dengarkan dia ( Rendy menunjuk Novan), dia itu laki-laki mesum otak nya sudah terkontaminasi...ππ
Iya...gak papa kok... aku tau pak Novan hanya bercanda...ππ ( Kania sebenarnya juga menahan malu ).
Rendy tersenyum Devils karena Kania masih memanggil Novan dengan embel-embel pak, yang terdengar sanagat menuakan Novan ).
Baik lah kami pulang....
(Kania mengantar sampai depan pintu).
__ADS_1