
Rendy baru tiba dirumah sepulang dari kantor. Dia melihat mama nya sedang duduk di meja makan menunggunya...
Ma... apa mama menunggu ku..?? (tanya Rendy basa basi sambil mencium pipi mamanya)..
Ren gimana proyek nya apa kau bisa memenangkan tander itu...(tanya mama cemas).
Tenang aja ma semua berjalan lancar...(Rendy dan mamanya memulai acara makan).
Ren... kenapa terburu buru makan nya, apa kamu dikejar hantu...?? (tanya mama Sarah dingin).
Apa mama lupa kalo anak mu ini sangat tampan, makanya yang mengejar-ngejar aku bukan hanya manusia tapi para hantu juga mengejar-ngejar ku..ππ (ucap Rendy menyebalkan).
Kau mau kemana....?? ( Tanya mama Sarah seperti tau rencana Rendy).
Biasa ma....anak muda,... aku kan baru saja memenangkan tender proyek itu jadi tidak ada salahnya kan aku bersenang senang sedikit..?? (Sahut Rendy meyakinkan mamanya).
Rendy melihat jam di tangannya dan mulai keluar rumah.
Ma... aku berangkat dulu ya.. (Rendy menyudahi makanya dan mencium mamanya sebelum keluar rumah).
Di depan pintu keluar Rendy merogoh sakunya dan mengambil hp nya, terlihat Rendy menelpon seseorang.
Van.... aku segera meluncur, cepat siap siap...(perintah Rendy).
Ren... apa tidak bisa di ganti besok saja...?? (pinta Novan memelas).
Bisa saja...(jawab Rendy santai).
Baguslah... aku bisa bersenang-senang malam ini...ππ (sahut Rendy senang).
Tapi besok aku kirim kau ke Singapore sendiri untuk menyelesaikan masalah di sana..!!!(Jawab skak mat dari Rendy).
Kenapa kau slalu mengancam ku... (Teriak Novan dari seberang sana)..
Rendy menutup telp nya dan segera melajukan motornya menghampiri Novan..
5 menit kemudian Rendy sudah sampai di depan rumah Novan.
Novan yang sudah melihat kedatangan Rendy segera keluar dan membonceng motor Rendy..
Van.... ceapt pegangan..( perintah Rendy).
Dimana aku harus pegangan...??( tanah Novan bingung).
Terserah kau mau pegangan dimana...!!!
Rendy mulai melajukan motornya dengan sangat cepat...
Ren.... pelankan motornya.... aku masih mau hidup....π₯Άπ₯Ά
Tenang saja Van... kau tinggal duduk manis seperti di mobil...!!
Ini jelas sangat berbeda jauh dengan mobil Ren...π₯Άπ₯Ά
Anggap aja sama...!!
Ren... aku tidak mau mati konyol rennnnn π₯Άπ₯Ά (Novan mulai mengencangkan pegangannya pada perut Rendy dan mulai berdoa komat kamit).
Van... lepaskan pegangan mu...π‘π‘ aku tidak bisa bernafas...!!
Tidak... aku takut ren... aku tidak mau mati sekarang , kau tau ren jika aku mati maka akan banyak wanita yg bersedih dan kesepian...π₯Άπ₯Ά
Longgarkan pegangan mu.... Van !!!
__ADS_1
Tidak... apa masih jauh Ren...??( Tanya novan dengan suara ketakutannya).
kita sudah sampai.....ππ
Novan langsung turun dari motor dan tiba-tiba kakinya terasa lemas hingga tidak bisa menopang badannya dengan seimbang dan alhasil jatuhlah Novan di pinggir motornya..
Berbeda dengan Rendy yang menunjukkan semangat dan ke bahagiaan nya yang dalam...
Rendy ingin bergegas masuk dan bertemu Kania..
Tapi langkah Rendy terhenti karena Rendy bingung alasan apa yang harus dia berikan agar Kania tidak curiga kalau Rendy sebenarnya hanya ingin bertemu dengan kania.. sungguh membingungkan.
Rendy membalikkan badannya kembali kebelakang untuk meminta Novan mengetuk pintu..
Saat Rendy sudah menghadap belakang, Rendy semakin bingung karena Novan tidak ada bersamanya..
kemudian Rendy mencoba memanaggil manggil Novan dan hasilnya nihil..
Rendy kembali ke arah motornya dan benar Rendy ada di dekat motor dengan posisi tidur terlentang menatap bintang bintang dilangit..
Sembari merasakan tubuhnya masih bergetar hebat.
Rendy yang melihat itu tidak peduli dan langsung menarik Novan agar beranjak dari tidurnya dan Rendy berharap agar Novan punya alasan untuk kedatangan mereka dirumah Kania.
Rendy tiba-tiba menemukan alasan yang tepat untuk bertemu dengan kania,.
Keadaan Novan yang masih lemas dan gemetar bisa dijadikan alasan yang tepat..
Rendy memapah paksa Novan agar semakin mendekat dengan rumah Kania.
Di depan pintu rumah Kania...
Tok...tok...tok...
(suara pintu diketuk).
Iya.... sebentar....(sahut suara dari dalam rumah).
Cekkek...
(suara pintu terbuka)...
Eh... mas.... mari masuk...(ucap Kania).
Terimakasih...(Rendy masuk sambil memapah Novan).
Mari duduk sini..(Kania menunjukkan sofa dan mempersilahkan Novan dan Rendy untuk duduk).
Maaf mas.... itu temannya kenapa...?? (tanya Kania bingung).
Oh... ini tadi kami habis mencari makan malam, saat aku mengajaknya pulang entah kenapa badan nya terasa dingin dan tubuhnya gemetar seperti ini..(Rendy mencoba mengutarakan alasannya).
Oh.. apa teman mu demam, tapi..... seharusnya badannya panas bukan dingin...π€π€.
Aku tidak tau, aku mau membawanya pulang tapi sepertinya badannya sudah tidak kuat, aku khawatir jika aku memaksa naik motor terus dia pingsan gimana...??
Iya benar... apa aku panggil bidan aja ya...??(saran Kania).
Bidan.... tapi temanku tidak sedang hamil, kenapa panggil bidan...!! (Rendy merasa bingung).
Bidan itu bukan cuma membantu orang melahirkan... tapi dia juga bisa memeriksa penyakit ringan lainnya...?? (Kania menjelaskan)..
Kania.....(Teriak nenek dari ruang tengah).
__ADS_1
Iya nek....
Siapa yang datang...?? (tanya nenek penasaran).
Ini nek.... (Kania bingung mau menyebut siapa karena Kania memang tidak tau nama mereka).
Siapa Kania....(Tanya nenek lagi karena tidak ada jawaban yang spesifik dari Kania).
Aliennn....!! (Sahut Kania kebingungan).
Seketika Rendy mengarahkan pandangannya pada Kania dengan raut wajah yang terlihat bingung ketika Kania memanggil mereka alienn.
Kania yang mendapat tatapan itu sontak menjelaskan..
Oh...itu...anu.... a...(Kania bingung dan gugup untuk menjelaskan arti panggilan itu).
Saat Kania kebingung menjelaskan arti panggilan itu, terdengar suara langkah kaki dari ruang tengah yang berjalan menuju ke ruang tamu...
Siapa Kania...?? (Tanya nenek sambil keluar dari ruang tengah menuju ruang tamu).
Emmm...ini nek...?? (Kania mengarahkan jari tangannya menunjukkan keberadaan Rendy dan Novan di sofa).
Oh.... alienn... ( Nenek mengulang panggilan itu, dan semakin membuat Rendy kebingungan).
Siapa alienn yang kalian maksudkan...(Tanya Rendy bingung dan minta penjelasan).
Tentu saja kalian...ππ(sahut nenek).
Kenapa kalian memanggilku alienn...π π ?? (Tanya Rendy masih bingung dan menahan marah).
Kami tidak tau nama mu, makanya kami memanggilmu alienn... karena kau tiba-tiba ada di dan pergi begitu saja dan kami pikir kau tidak akan kemari lagi...!! (nenek memberi alasan atas panggilan itu).
Nenek melihat kearah Novan..
Kenapa dengan dia...?? (nenek mendekati Novan dan mendekatkan wajahnya untuk melihat lebih jelas, nenek membetulkan kaca matanya agar bisa melihat lebih jelas wajah Novan).
Sepertinya dia sakit nek....(Sahut Kania)..
Terus kenapa dibawa kesini...??(Tanya nenek penasaran).
Emmmm...... sebenarnya mereka mau pulang nek tapi kondisi mas nya ini (sambil menunjuk Novan) sudah tidak kuat membonceng motor dan kebetulan mereka lewat sini jadi mereka singgah sebentar untuk beristirahat..( Kania mencoba menjelaskan).
Memang kalian dari mana malam malam begini...?? ( nenek bertanya penuh selidik).
Kami baru saja cari makan nek....ππ!! (sahut Rendy).
kenapa cari makan di daerah seperti ini...harusnya kalo cari makan ke sana agak ke kota...?? (nenek tidak percaya).
Ya kami iseng aja....(Jawab Rendy asal).
Dasar anak muda jaman sekarang, aneh-aneh aja kerjaannya...!! ( nenek berguman lirih tapi masih terdengar oleh Rendy).
Nenek dan Kania mengarahkan tubuhnya untuk duduk di sofa..
Nek... biasanya kalo demam kan harusnya badannya panas... tapi ini mas nya malah badannya dingin...π€π€(Kania mengarahkan kepala nya menghadap nenek dan berbicara dengan nada bingung).
Apa tadi sebelum berangkat teman mu baik baik saja....?? (tanya nenek pada Rendy)
Iya nek... tadi dia baik baik saja....
Jangan jangan teman mu melihat penampakan, biasanya kalo orang yang mengalami ketakutan secara berlebihan badannya akan mengucurkan keringat dingin..π€π€ (nenek mencoba mengira Ira apa yang sedang di alami Novan).
Temanku ini tidak pernah takut dengan hantu nek... justru sebalik nya hantu lah yang takut sama dia...!! (Rendy mencoba menepis anggapan nenek tentang Novan).
__ADS_1
kania.... ambilkan minum untuk si alienn ini...!! ( ucap nenek pada Kania).
Baik nek....(Kania beranjak dari duduk nya dan melangkah menuju dapur untuk membuatkan minum).