
"Mas... kamu lebih baik pulang sekarang udah malam..." ( Kania berbicara dengan memalingkan wajahnya ke arah lain karena sat ini Kania belum mau berbicara banyak dan berlalu dari hadapan Rendy).
"Kania... apakah aku masih bisa bertemu dengan mu.."(Kania menghentikan langkahnya namun Kania masih diam dan tidak menjawab pertanyaan Rendy, mereka berbicara dengan tidak saling menatap dan Kania bergegas masuk kedalam rumah).
Sedari tadi nenek melihat kejadian itu dari dalam rumah lewat jendela kaca..Hatinya juga ikut merasakan takut setelah tau kejadian yang menimpa Kania adalah ulah dari Novan, Namun nenek juga tidak bisa menyalahkan Novan yang seperti itu nenek tahu niat Novan baik hanya saja caranya yang salah sementara nenek bingung dengan sikap apa yang harus di berikan pada Rendy.
Kania masuk kedalam kamar dan membanting pintu cukup keras, terdengar dari sana Isak tangis Kania yang sangat menyayat hati nenek..namun nenek belum bisa berbicara pada Kania, nenek memberi waktu pada Kania untuk sendiri dulu.
Rendy masih terdiam mematung di taman tak bergeming.. dia hanya bisa menelan salivanya kasar dan menutup matanya terlihat kepasrahan di wajah Rendy akan sikap Kania yang seperti ini...
Rendy sudah jauh dari Novan dan akankah Kania masih mau bertemu Rendy lagi..
Rendy tersadar dari kesendiriannya dan tiba-tiba dia berlari ke dalam rumah Kania..namun dia hanya bisa melihat nenek Sukma yang sedari tadi berdiri di depan pintu kamar Kania, Rendy melangkahkan kakinya ke arah kamar Kania dan ingin membuka pintu itu namun Rendy menghentikan tangannya setelah nenek bersuara..
""Nak... lebih baik kau pulang sekarang dan biarkan Kania sendiri dulu, untuk sekarang ini adalah yang terbaik untuk Kania biarkan dia menenangkan diri nya dan jangan temui dia dulu untuk beberapa waktu ke depan...""
""Tapi nek... aku.."".( ucapan Rendy terpotong ).
""Nenek tau kau dalam keadaan sulit sekarang tapi setidaknya kau sudah merasa lega karena kau sudah jujur pada Kania walaupun itu menyakitkan bagi Kania tapi lebih baik Kania mendengar langsung dari mulutmu dari pada Kania harus tau dari orang lain itu akan sangat menyakitinya..""
""Nek... aku tidak mau kehilangan Novan dan juga Kania, aku tidak tau aku harus apa sekarang...""
""Yang terpenting saat ini adalah perbaiki hubunganmu dengan Novan, niat Novan baik hanya saja caranya yang salah..Kami memang miskin tapi uang bukanlah segala-galanya. walaupun uang bisa untuk membeli segalanya tapi bagi kami tidak semuanya dapat dibeli dengan uang..
Pulanglah nak....!!"
Rendy menganggukkan kepalanya mengikuti saran Nenek, Rendy menginjakkan gasnya dengan sangat cepat dan rasa dalam hati Rendy semakin bercampur aduk tak menentu. kegelisahannya semakin menjadi saat Rendy membayangkan dirinya tidak bisa bertemu Kania lagi...
Tanpa terasa Rendy sudah didepan rumah Novan dan menghentikan laju mobilnya, dia melihat ke rumah itu dengan menghela nafas panjang. Rendy menguatkan hati untuk masuk kerumah itu.
"Tuan... selamat datang tuan."
Semua Maid tertunduk dan memberi salam atas kedatangan Rendy.. tanpa menghiraukan para maid Rendy melangkahkan kakinya menuju kamar yang ada di lantai 2.
Rendy membuka pintu kamar dengan tangan yang bergetar namun dia tetap meyakinkan hatinya untuk masuk kedalam kamar.
Saat masuk ke kamar itu Rendy melihat dua orang perawat sedang menjaga Novan, terlihat di ranjang itu Novan masih tidur dengan kondisi yamg belum membaik..
sampai akhirnya kedua perawat membungkukkan badan dan ingin memberi hormat namun Rendy memberi isyarat untuk tidak mengganggu tidur Novan dengan suara mereka.
Rendy semakin mendekati Novan dan merendahkan tubuhnya agar bisa melihat Novan dari dekat..Rendy membisikkan kata-kata ke telinga Novan.
Van... bangunlah, Kania sudah memaafkan kita..
Rendy pun segera berlalu pergi dari rumah Rendy dan menuju ke Mension miliknya tak lupa dengan satu krat minuman beralkohol yang baru dibelinya...
sesampainya di kamar Rendy mulai meminum tanpa aturan, Rendy menenggak semua minuman itu hingga tak tersisa.
Saat pagi menjelang sebuah cahaya memaksa masuk ke mata Rendy yang masih terpejam di atas ranjang dan merasakan kepalanya terasa pusing...
Di rumah Novan..
Novan bangun dengan keadaan yang lebih segar.."Kalian tau siapa yang tadi malam datang ke kamarku..??"
Perawat itu hanya terdiam tidak berani berbicara jujur karena mulutnya sudah di kunci oleh Rendy...
"Kenapa diam.....!!!" (Novan mengeratkan giginya dan berbicara dengan nada dingin).
Kedua perawat itu bingung harus bagaimana apakah mereka harus jujur pada Novan ataukah harus menutup mulutnya seperti perintah tuan Rendy.."" Maaf tuan tadi malam tuan Rendy datang kemari namun tuan Rendy tidak mau mengganggu tidur tuan dan memilih pergi""
Novan terdiam setelah mendengar penjelasan dari perawat dan tak berselang lama terbitlah senyum lebar dari bibir Novan membuat para perawat bingung dan Novan menggelengkan kepalanya aneh lalu tertidur lagi dengan rasa bahagia yang terukir di wajahnya.
Di rumah Kania...
"Nenek aku berangkat ya....?? da.... da nenek".
terlihat Kania berjalan gontai dan matanya masih terpejam serta sembab..
Kania kau tidak tidur semalam,....?? ( nenek melihat wajah Kania yang masih belum terbuka matanya berjalan ke arah pintu dan duarrrrr💢💢💥 Kania menabrak pintu dan terpental.. Nenek menarik Kania masuk kekamar..)
""Nenek... aku mau kerja, kemaren aku sudah tidak masuk masa sekarang aku tidak masuk lagi bisa bisa aku benar benar dipecat... Nenek...."" (Kania merengek seperti anak kecil yang meminta mainan pada sang ibu).
Nenek menggeleng geleng kan kepalanya tidak habis pikir dengan sikap Kania kemudian nenek keluar kamar dan meninggalkan Kania sendiri dikamar tidak lupa nenek mengunci pintu kamar Kania dari luar..
Nenek menelpon seseorang...
hallo...
Hallo nek, ada apa..?
Kania tidak bisa masuk kerja, semalam dia tidak tidur, kau lakukan sesuatu agar Kania tidak di pecat dari Cafe lovely...!!! ( suara nenek terdengar memerintah ).
"Baik nek... biar kan Kania istirahat dulu....!!".
Tanpa kau bilang aku sudah melakukan tugasku untuk menjaga cucuku...Kau bangun sekarang dan segeralah mandi....
""Perintah nenek sangat tepat dengan keadaan Rendy saat ini yang memang baru bangun setelah mendengar nada dering dari hp nya dan Rendy memang belum mandi, "bagaimana nenek bisa tau..( batin Rendy)".
"Aku tau semua tentang kamu...cepat mandi dan lakukan tugasmu untuk Kania..." (Rendy semakin takut dengan nenek, apa jangan janagn nenek bisa melihat orang dari jarak jauh dengan mata batinnya)
"Iya nek aku akan segera mandi dan menghubungi pemilik cafe lovely untuk meminta ijin kalau Kania tidak bisa masuk kerja lagi..."
"Heemmm bagus lah... kau memang bisa diandalkan..."
(nenek merasa bangga pada Rendy).
trimakasih nek...
telpon ditutup
***Flash back...
Beberapa hari setelah kedatangan Rendy untuk memberikan Hp pada Kania malam itu.
Nenek Sukma menghibur diri dengan pergi mendatangi rumah salah satu sahabat tuanya yang bernama nenek Rahma...
Anak nenek Rahma termasuk pengusaha yang sukses..
Tanpa sengaja sambil berbincang bincang nenek mengambil majalah bisnis yang ada di bawah meja tamu, nenek membuka buka buka majalah tersebut. Sampai pada satu majalah yang menarik perhatiannya dan pandangannya tertuju tajam pada majalah itu di mana gambar cover majalah itu menampilkan sosok yang sangat mirip dengan Rendy..
Nenek mengambil majalah tersebut memperhatikan wajahnya dan membaca tulisan yang menjadi judul utama "CEO MGG sukses melebarkan sayapnya lagi dalam 1bulan". RENDY PUTRA MAHARDIKA.
Nenek Sukma penasaran dengan majalah itu terutama gambar orang dalam cover majalah itu hingga saking penasarannya nenek Sukma mengalihkan percakapan Rahma, dengan pertanyaan yang berkaitan dengan gambar orang dalam majalah itu.
"Rahma... ini majalah bisnis milik siapa...??" (nenek mulai penyidikannya tentang Rendy).
"Oh... tentu saja milik putraku Sukma...!!
kenapa kamu tertarik pada bisnis, ingat umur Sukma otak kita sudah tidak mampu..."" (Rahma yang tidak tau tujuan Sukma menanyakan majalah itu menjawab dengan candaan khas nya.. namun itu tidak membuat nenek Sukma marah karena misinya untuk menyelidiki Rendy sangat penting dan harus berhasil demi kebahagiaan cucunya).
Bukan begitu... aku hanya tertarik pada gambar orang ini saja..." ( nenek Sukma menunjuk gambar cover CEO MGG RENDY PUTRA MAHARDIKA).
"Apa.... jangan bilang kamu suka sama brondong itu Sukma, hahaha.....!!" ( Tawa nenek Rahma menggelegar karena nenek Rahma masih belum tau kalau Sukma sedang dalam Misi penyelidikan).
"Kau tau siapa dia Ratna.....??" (tanya Sukma, dengan nada santai dan agak bercanda agar tidak di curigai oleh Rahma).
"Tentu saja...!!! siapa yang tidak mengenalnya. pengusaha muda yang sukses mengembangkan sayapnya di beberapa negara....." (jawab Rahma sembari membanggakan diri karena mengenal sosok Rendy, tidak jarang putranya Rahma menceritakan tentang orang orang hebat di dunia bisnis, dan itu yang membuat Rahma sedikit tau tentang para pembisnis sukses).
Apa dia sudah punya istri...??" ( nenek Sukma melanjutkan lagi ke kepoannya).
"Setahuku belum... karena dalam beberapa majalah tidak pernah di sebutkan tentang istri atau nama seorang wanita yang special bagi CEO itu" ( ucap Rahma sangat yakin, berdasarkan berita yang sering dia baca di majalah memang tidak da).
"Kalau pacar..." ( masih dalam mode kepo nenek Sukma).
"Kenapa...!! kamu kepo Sukma.... apa kamu mau daftar jadi pacarnya....
__ADS_1
aku yakin orang seperti itu pasti banyak pacarnya...apalagi gaya hidupnya jangan di tanya lagi Sukma..."
"Ratna... boleh aku pinjam majalah ini untuk ku bawa pulang...??" ( Sukma mengambil majalah itu dan menunjukkan pada Rahma agar di perbolehkan meminjam majalahnya).
"Ambil aja kalo kamu mau... lagian aku tidak suka majalah bisnis... aku lebih suka gosip artis....."
..............................nenek Sukma mendatangi MGG.............
"Selamat pagi nona....Apa benar ini Kantor MGG....??" (tanya nenek Sukma pada resepsionis pertama ).
"Iya... benar nek... maaf nenek siapa dan ada perlu dengan siapa....apa bisa saya bantu...??" ( ucap resepsionis Tari dengan ramah)
"Aku mau ketemu CEO kantor ini...??"
"Maaf sebelumnya nek...!! apa nenek sudah membuat janji dan ada perlu apa ya.. .??"
"Aku belum buat janji, tapi bisa kau hubungi dia...??"
Tiba-tiba resepsionis 2 yang bernama Gita menyela percakapan mereka dengan kasar...
"Maaf nek, Pak Rendy sedang sibuk...!!" ( resepsionis yang bernama Gita itu tidak menanggapi permintaan Nenek Sukma).
"Kau kan belum menghubunginya bagaimana kau bisa bilang dia sibuk..!!!"
"Memangnya nenek itu siapa nyuruh nyuruh aku... lagian nenek gak ingat umur apa masih ngejar-ngejar brondong...." (ucap Gita dengan nada yang merendahkan dan mengolok-olok nenek Sukma ).
Dasar anak jaman sekarang tidak tau sopan santun pada yang lebih tua...". ( nenek merasa heran dan tidak habis pikir dengan Gita, bagaimana dia bisa berfikir kalau nenek datang kekantor untuk merayu Rendy).
"Lagian anda sudah nenek nenek ganjen banget sih... nyari daun muda, situ gak ngaca udah keriputan bau tanah lagi..." ( ucapan Gita semakin membuat nenek naik darah bahkan tiba- tiba dadanya terasa sesak).
"Kurang ajar....."
Nenek melangkahkan kakinya untuk duduk di kursi tunggu yang ada di sebelah ruang resepsionis itu segera nenek menenangkan diri menarik nafas dalam agar dadanya merasa lega..
Nenek segera mengambil Hp mencoba menghubungi Nomer Rendy namun sayang nenek lupa mengisi pulsa dan sekarang dia hanya bisa mengirim pesan saja.
""Rendy... bisa temui aku di ruang resepsionis kantormu....Nenek Sukma"
Rendy yang merasa mendapat sebuah pesan dari Hp nya langsung membuka dan membaca pesan tersebut.
Rendy yang sedang duduk di kursi kebesarannya mendadak bingung sekaligus resah takut nenek mengetahui siapa dirinya... sementara nenek Sukma sudah ada ruang tunggu tidak mungkin dia mengganti bajunya menjadi baju satpam...
Gita ternyata belum menyerah... Gita menghampiri nenek yang sedang duduk di ruang tunggu sambil sambil mengatur nafasnya tiba-tiba kaget dengan suara yang mendekat padanya.
"Nek... mau ditunggu sampai asam urat nenek naik juga pak Rendy gak bakal mau ketemu sama nenek nenek..." ( Nada suara Gita sudah sangat lantang tanpa rasa hormat pada orang tua bahkan aura wajahnya terlihat sangat menyeramkan seolah dia benci sekali dengan nenek).
"Begitu ya...?? Lalu bos mu itu lebih suka ketemu orang yang seperti apa....??" ( nenek mencoba bertanya dengan santai karena tidak mau terpancing emosi Gita yang hanya akan menambah dadanya sakit".
"Rata-rata yang ditemui pak manager itu yang masih muda cantik seksi...seperti aku salah satunya..." ( Gita menjawab dengan sombong dan percaya diri yang tinggi).
"Tapi menurutku kau tidak cantik...lihat saja hidung mu tidak mancung, payudara mu terlalu besar tidak sesuai dengan ukuran tubuhmu dan lihat tubuhmu sama sekali tidak memiliki lekuk pinggang seperti karung beras dan kau lihat wajahmu berapa Centi tebal bedak mu mirip ondel-ondel..."...
(nenek memang paling bisa kalo di suruh ngomel dan yakinlah tidak ada yang bisa menang berdebat dengan nenek, tanpa nenek sadari ucapannya sudah menyulut emosi Gita, wajahnya terlihat sangat murka dan tangannya sudah terkepal erat).
"Dasar nenek tua...pergi dari sini atau aku panggilkan satpam..." (Sura Gita yang menggelegar menarik semua mata yang ada di ruangan itu, semua pandangan tertuju pada Gita dan nenek Sukma, karyawan yang lain pun mulai berbisik-bisik...banyak yang merasa heran dengan tingkah Gita yang membentak nenek nenek, bahkan ada yang terang-terangan mencibir kelakuan Gita..Namun entah mengapa Gita bisa se percaya diri itu di kantor. terlihat dari matanya tidak ada yang di khawatirkan nya apa lagi mengenai karirnya di perusahaan itu..."
Nenek tetap duduk manis dan kembali mengirim pesan pada seseorang..
suara pesan masuk kembali mengalihkan pandangan Rendy... dibukanya kembali pesan tersebut...
"Tidak usah ganti baju satpam... cepat temui aku....!!!"
Rendy semakin gugup setelah membaca pesan kedua nenek.... apa jangan jangan nenek sudah tau siapa dirinya....
Di ruang tunggu Gita masih membentak bentak nenek Sukma
"Kau tidak dengar nenek tua...!!!"
Nenek tetap tidak menggubris bahkan nenek seperti menganggap perempuan itu tidak ada.
(Gita berteriak memanggil satpam yang ada di depan...Datanglah satpam dengan keadaan setengah berlari...).
"Ada apa nona Gita..." .(tanya satpam itu pada Gita yang terlihat sangat marah)
"Bawa keluar nenek ini dari sini...cepat..!!!"
(perintah Gita pada satpam yang bernama pak Supri).
"Maaf nenek... silahkan nenek ikut saya keluar..." (ucap pak Supri ramah).
"Tunggu 5 menit lagi kakiku agak kesemutan..." ( nenek mencoba mengulur waktu, berharap agar Rendy segera menemuinya).
"Baik nek..."
Rendy langsung masuk ke lift dan segera turun ke lantai dasar... setelah pintu lift terbuka dengan bergegas dia berlari menuju ruang tunggu...
pandangannya menyapu tempat itu dan terpaku pada satu perempuan tua yang duduk sambil membawa tongkat. dan betapa terkejutnya Rendy saat melihat Gita membentak-bentak nenek Sukma di ruang tunggu..
"Haiii....!!! pak Supri.... aku bilang cepat bawa keluar nenek ini, kamu gak dengar..!!!"
"Sabar non Gita.. namanya juga orang tua pastinya agak pelan geraknya..." ( bela pak Supri yang merasa iba pada nenek sukma).
"Bagus pak satpam... saya pastikan kamu naik gaji.... setelah ini..." (Ucap nenek Sukma sembari tersenyum pada pak Supri).
"Terimakasih nek,..." (sahut pak Supri).
"Nenek....!!!"
(Suara seseorang yang seketika membuat nenek, Gita dan pak Supri mengalihkan pandangan mereka langsung berpusat ke sumber suara)..
"Baguslah kau datang...aku perlu bicara..."
( Nenek langsung menghampiri Rendy yang berdiri terpaku dengan tatapan yang sangat sulit diartikan).
"Silahkan nenek kita naik ke ruangan ku.."
"Hemm...."
Tiba-tiba langkah kaki nenek terhenti dan membalikkan badannya menghadap Gita dan pak Supri..
"Rendy...naik kan gaji pak satpam ini dia orang yang baik dan bisa menghargai orang lain dan untuk ondel-ondel ini (nenek menunjuk Gita dengan menggunakan tongkatnyaa... ) nenek harap cucuku tidak bertemu dengan ondel-ondel ini di kantor ini..."
"Maaf nek memang apa yang sudah di lakukan Gita...??"
Nenek menunjuk CCTV dengan tongkatnya ""periksa itu...""
"Baik nek...mari nek kita ke atas..."
Setelah sampai di atas... nenek bertemu Novan...pandangan mereka bertemu dan selang beberapa detik mereka sama sama terkejut...
Novan menelan Slavina nya kasar melihat orang yang ada di hadapannya...
"Hey... kau minggir.."
(nenek memukul mukul kecil kaki Novan dengan tongkat kayunya untuk menyadarkan Novan yang menghalangi jalannya)..
Novan pun tersadar dari keterkejutannya dan menggeser tubuhnya untuk memberi jalan pada nenek... Novan mengalihkan pandangannya pada Rendy yang berada di belakang nenek dengan tatapan bertanya pada Rendy..
"Apa yang terjadi, bagaimana bisa nenek ada disini dan apakah penyamaran kita terbongkar..." (seperti itulah kira-kira maksud pertanyaan Novan pada Rendy).
Rendy yang merasa mendapat pertanyaan itu menjawab pula lewat tatapan matanya...
"Entahlah... mungkin ini akhir dari kebohongannya..." (arti tatapan Rendy untuk menjawab tatapan Novan)..
Rendy membukakan pintu ruangan nya dengan sidik jarinya sehingga pintu terbuka secara otomatis.. Nenek yang di ikuti oleh Rendy dan Novan masuk ke ruangan..
__ADS_1
mendudukkan dirinya di sofa dan menarik nafas panjang setelah cukup kelelahan naik ke ruangan Rendy...
Suasana hening cukup lama karena Rendy dan Novan tidak berani memulai pertanyaan akan maksud kedatangannya ke MGG..
"Van.... apa aku akan tamat disini..."
(bisik Rendy pada Novan...)
"Aku tidak tau Ren...!!"
"Kenapa kalian berbisik-bisik...!!"
(nenek memecah suasana hening dengan rasa tersinggung akan ulah mereka)..
"Tidak apa-apa nek... ada yang bisa aku bantu..??"
Tanya Rendy dengan suara bergetar nya...
Nenek mengeluarkan majalah dari dalam tas nya dan meletakkan majalah tersebut dengan kasar di meja..
"Jelaskan ini....!!"
Itu....a....anu... itu....(Rendy sangat bingung untuk memulai dari mana dia harus menjelaskan tentang dirinya).
"Apa tujuan mu mendekati cucuku....??
Bukannya kau punya stok wanita cantik yang cukup melimpah...??
Karyawan di depan tadi sudah menceritakan kalau kau biasa di datangi para wanita dan aku rasa dengan jabatan dan uang mu kau bisa dapatkan wanita dengan sangat mudah...lalu kenapa harus cucuku..!!
Nenek menghujani Rendy dengan beberapa pertanyaan yang terlontar sekaligus tanpa jeda.
"Nek...memang benar banyak wanita yang kemari tapi...aku memilih Kania nek,....!!"
(Rendy menjawab pertanyaan nenek setenang mungkin).
"Kenapa.. , apa karna dia gadis yang polos dan kau hanya ingin bermain-main dengan cucuku yang jelas-jelas tidak menyukai orang kaya yang selalu bersikap sombong...seperti karyawan mu yang di depan sana..!!"
"Tidak nek...aku serius dengan Kania...!!" (Rendy berusaha meyakinkan nenek).
"lantas Kenapa kau tidak jujur pada kami...??" nenek bertanya dengan nada yang sanagt tegas.
Dengan nada yang kembali bergetar dan benar benar ada rasa takut pada suara itu Rendy mengutarakan alasannya.
"Aku takut Kania tidak bisa menerima ku...karna aku tau aku tidak seperti yang di harapkan Kania.. tapi aku juga tidak bisa melawan takdir aku menjadi seperti ini karna ini adalah takdir tuhan. jika aku bisa memilih aku akan menjadi orang biasa agar bisa dekat dengan Kania dan tidak perlu menyeret Kania masuk ke dunia ku.
Tapi aku juga tidak bisa egois... perusahan ini adalah jerih payah ayahku... keringat ayahku sebelum ayah ku meninggal dan perusahaan ini juga adalah bukti perjuangan ayah dan ibu ku, haruskah aku tinggalkan semua ini demi mengejar Cinta..
Bisakah aku membawa Kania ke dunia ku..
Dan apakah Kania mau bersama ku jika dia tau siapa aku sebenarnya nek...??"
"Aku masih belum percaya pada mu, ren....!!
yakinkan aku bahwa kau tidak seperti yang lainnya dan jika kau benar benar mencintai cucuku berusahalah untuk membawa Kania ke dunia mu tanpa menyakitinya..." ( nenek belum bisa yakin dengan niat Rendy apalagi itu menyangkut kebahagiaan cucunya, namun nenek berharap Rendy adalah orang yang tepat untuk cucunya, agar nenek bisa pergi dengan tenang. nenek berharap Rendy bisa secepatnya membuktikan ucapannya).
"Aku akan berusaha...nek...!!!"
Nenek kembali menyembunyikan rasa khawatir untuk cucunya dan kembali berbincang dengan suasana humor
"Hubungan mu dengan Kania sudah ada perkembangan... ?? "
"Belum nek....!!"
"Kenapa lama sekali dasar siput liar...!!"
"Aku akan lebih berusaha lagi nek...!!""
"Cepatlah... setidaknya jika nanti aku tiada aku sudah bisa tenang karena ada yang menjaga cucuku.."
"Baiklah aku pulang dulu.....!!" ( nenek berdiri dari duduknya). Novan antar aku pulang..!!
"Baik nek...aku siapkan mobilnya nenek bisa menunggu di lobby kantor.."
Nenek dan Rendy sudah keluar dari ruangan
sesampai nya di depan resepsionis tadi, nenek Sukma berhenti dan menatap Gita cukup lama...namun wanita yang
mendapatkan tatapan nenek Sukma hanya acuh dan tidak menghiraukan nenek Sukma .
Tatapan nenek pada Gita terhenti saat Novan sudah siap untuk mengantar nenek pulang.
Setelah mobil itu terlihat pergi Rendy menuju ruangannya dan memeriksa CCTV di ruang tunggu sesuai permintaan nenek Sukma.
Betapa terkejutnya Rendy melihat perlakuan Gita yang sangat kasar pada nenek Sukma..
Seketika Rendy mengebrak mejanya duduk dengan kasar dan menghela nafas panjang dan kasar..
"Sial... kenapa aku mempekerjakan wanita iblis seperti dia..." ( Rendy merutuki kebodohannya di dalam ruangannya).
Rendy menghubungi HRD dan meminta dia cepat menghadap..
Tok..tok..tokkk...
Pintu terbuka...Bu Sita kepala HRD datang menghadap..
"Bapak memanggil saya... ada yang bisa saya bantu..??" ( tanya Bu Sita sopan,melihat dari sorot mata atasannya Bu Sita tau kalo CEO nya sedang kesal, tapi apa yang membuat atasannya kesal..??)
Tanpa suara Rendy memutar lepto nya dan memperlihatkan kejadian di ruang tunggu tadi..
Spontan Bu Sita menutup mulutnya dengan tangan bahkan rasanya dia tidak percaya Namun itu nyata...
"Saya minta maaf Tuan atas kejadian ini, saya pastikan ini tidak akan terjadi lagi dan saya tau apa yang harus saya lakukan..."
( Tanpa menunggu perintah dari CEO nya Bu Sita tau apa yang harus di lakukan, Bu Sita pun menundukkan kepalanya dan keluar dari rungan).
Bu Sita mendatangi Gita di ruang resepsionis dan memberikan amplop coklat padanya..
"Bacalah....!!"" bentak Gita untuk Bu Sita.
Secepat kilat Gita membuka amplop itu dan membacanya, namun bukannya malah menyesal atau bersedih Gita justru tersenyum sinis dan memandang Bu Sita dengan angkuhnya..
"Aku dipecat hari ini, tidak masalah aku terima....tapi tunggu saja suatu hari nanti aku yang akan memecat mu.. ingat itu...!!"
(reaksi Gita justru berbanding terbalik dengan reaksi yang seharusnya Gita justru malah mengancam Bu Sita dan keluar dari kantor dengan tawa yang menggelegar)..
Bu Sita yang melihat itu merasa heran kepafa gadis itu dan dalam hatinya Bu Sita berfikir siapa Gita sebenarnya dan kenapa gadis itu merasa bahagia saat di pecat bahkan berani beraninya dia mengancam Bu Sita yang sudah mengabdi dari masa kepemimpinan pak Mahardika..
Flash back off.....
Rendy siap untuk berangkat ke kantor dengan motornya dan bersiap untuk menscejul ulang jadwal rapat nya.
Saat sampai di depan ruangan Novan, Rendy berhenti karena melihat pintu itu masih tertutup dan itu artinya tidak ada Novan di sana.. Rendy mendekatkan diri dengan pintu ruangan Novan karena Rendy merasa sangat merindukannya...Rendy membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan itu dan betapa kagetnya Rendy kalau ternyata Novan sudah ada di dalam ruangan dengan setumpuk berkas berkas yang belum sempat di sentuh oleh Rendy..
Van... (Rendy terkejut)...
Iya tuan... (Novan menundukkan badannya).
Maaf tuan saya tidak melihat kedatangan anda...
Van... apa kau sudah sembuh...??
sudah tuan. (Novan berbicara sanagat formal dan itu sangat membuat Rendy jengkel).
Rendy keluar dari ruangan Novan dan bergegas masuk keruangan miliknya, Rendy mendudukkan tubuhnya kasar di kursi kebesarannya
__ADS_1
Sialan kau Van... kau masih marah padaku padahal aku sudah berjuang agar Kania mau memaafkan kita.(Rendy bergumam di ruangan miliknya).