
kania mengantar sampai depan rumah.
Rendy sudah siap di atas motornya dan sedang menunngu Novan untuk segera membonceng, Entah kenapa tiba-tiba keringat dingin Novan terlihat mulai mengucur bahkan Novan hanya terdiam mematung menatap motor yang sudah siap untuk di naiki nya.
Rendy yang melihat tingkah Novan segera menyadarkan Novan dari kebisuannya...
kenapa kamu Van....? ( tanya Rendy menyadarkan Novan).
Ren....!! ( suara Novan terdengar ketakutan).
Kenapa Van... kita pulang sekarang...!! (Rendy menyalakan mesin motornya)
Tunggu Van... aku tidak mau naik motor dengan mu lagi...(tolak Novan terdengar ketakutan).
Terus kau mau naik apa Van....?? (tanya Rendy penasaran).
Aku naik taksi saja...(ucap Novan tegas).
Di sini tidak ada taksi....Van, jangan ngaco kamu...!!
Kania yang melihat Novan belum juga naik motor itu merasa heran dan mencoba mendekati..
Ada apa mas Rendy....kenapa pak Novan tidak segera naik...?? (tanya Kania penasaran).
Seperti nya Novan masih agak lemas tubuhnya jadi belum siap untuk naik motor...(Jawab Rendy mencari alasan yang tepat).
Oh.... apa perlu aku panggilkan taksi pak...?? (tanya Kania sambil menolehkan kepalanya melihat ke arah Novan).
Ide bagus....ππ ( Novan menganggukkan kepalanya agak cepat dan mengarahkan pandangannya pada Kania).
Kalo begitu bapak tunggu di sini dulu ya, aku akan ke jalan utama untuk mencari taksi...(perintah Kania pada Novan).
Dasar gila... puas kau menyusahkan Kania...π π (Rendy mengumpat marah pada Novan).
Apa kau tidak kasihan menyuruh seorang gadis mencari taksi semalam ini...π π (Rendy terlihat marah dan memandang tajam ke arah Novan).
Kalau kau tau seperti itu kejar Kania dan temani dia cari taksi..(Novan menunjuk Kania yang sudah berlalu dan ikut menaikkan nada bicaranya).
*Kania bergegas melangkahkan kaki berjalan menuju jalan utama untuk mencari taksi.
Tiba-tiba langkah Kania terhenti mendengar nama nya di sebut.
**Rendy memutar motornya mendekati Kania***...
Kania...!! (Rendy memanggil Kania).
Ya mas... ada apa...??
Aku antar....(Sahut Rendy cepat).
Gak usah mas... mas Rendy sama pak Novan tunggu disini aja, biar aku yang cari taksi nya..
(Kania menolak bantuan Rendy).
Mana boleh malam malam begini anak perawan pergi sendirian...!! ( ucap Rendy untuk memaksa Kania agar diperbolehkannya menemani mencari taksi)..
Ayo naik.... (perintah Rendy pada Kania).
Iya.....(Kania naik di atas motor Rendy).
Hey... aku sama siapa disini (teriak Novan kebingungan yang di di tinggal sendirian).
Sambil berlalu Kania juga berteriak.
Sebentar pak... kami segera kembali..(ucapan Kania terdengar semakin jauh).
Rendy melajukan motornya mengarah kan ke pinggir jalan utama, cukup lama mereka menanti taksi, suasana di antara mereka terasa sepi karena mereka saling diam namun berbeda dengan situasi di pinggir jalan raya yang sangat bising dengan lalu lalang kendaraan yang sama sekali tak ada hentinya...
Rendy mencoba memecah keheningan..
Biasanya lama tidak taksi itu lewat sini....(Rendy mengeraskan suara untuk bertanya, karena situasi yang sanagat bising dari lalu lalang kendaraan)
Apa mas......?? ( tanya Kania yang tidak begitu jelas mendengar suara Rendy).
Biasanya taksi yang lewat sini lama tidak...??
(Rendy mendekatkan mulutnya ke telinga Kania agar Kania bisa mendengar pertanyaan Rendy dengan jelas).
__ADS_1
Biasanya sepuluh menit sekali ada yang lewat.. (Jawab Kania yang juga mendekatkan mulutnya ke telinga Rendy).
Tapi ini sudah cukup malam apa masih ada taksi yang lewat...?? (Randy merasa cemas).
Aku tidak tau kita coba saja tunggu 10 menit lagi....!!.
Rendy menstandarkan motornya dan duduk di atas motor sambil mengarahkan tubuhnya ke jalan raya, Kania masih di posisi semula tetap berdiri di dekat motor.
Rendy yang kasihan melihat Kania berdiri sedari tadi menawarinya untuk duduk di motornya..
Rendy pun turun dari motornya.. dan mendekatkan diri pada Kania yang masih berdiri dipinggir jalan raya.
Kania...!! (Rendy mendekatkan tubuhnya dan memanggil dengan suara lembut di telinga Kania).
"Kania merasa kaget dengan suara Rendy yang memanggil suaranya..
Kania memutar tubuhnya menghadap posisi Rendy...
Kania tersenyum kecil pada Rendy..."
Kania duduklah dulu nanti kamu kecapean..(ucap Rendy sambil menunjuk arah motornya)...
Tidak usah...ππ(*kami menolak dengan senyum dan menggerakkan tangannya sebagai tanda tidak mau).
Karena Kania tidak mau duduk akhirnya Rendy pun ikut berdiri menjejerkan tubuhnya di sebelah Kania dan tanpa sadar sedari tadi Rendy mencuri pandang melihat Kania yang terlihat cantik di suanan pinggir jalan raya dengan lampu yang meremang dan angin yang dari tadi mengelus rambut Kania pelan*.
Di tempat lain Novan yang di tinggal sendiri bergumam sendiri dan mengumpat tak jelas.
"Sial.... kenapa aku di tinggal sendiri, harusnya cukup Rendy saja yang mencari taksi, bukan malah mereka berdua pergi bareng kaya gini..
Ahhh...(Novan mengusap wajahnya kasar).
Ngapain coba aku nunggu Rendy yang jelas-jelas sedang kasmaran sama kania., pastinya akan lama sekali karena mereka mengambil kesempatan untuk berduaan dulu..."
Bodohnya aku.....(Novan mengetuk pelan dahinya dengan kepalan tangan nya)
10 menit kemudian....
Kania yang menyadari dirinya sedang di tatap oleh seseorang merasa malu dan sesekali menundukkan wajahnya mencoba mengalihkan pandangannya agar tidak bertemu dengan mata Rendy yang sedari tadi menatapnya.
Mana....?? ( tanya Rendy yang belum merlihat).
Itu.... itu lho....!! ( Kania masih menunjuk taksi tersebut yang masih berderet agak jauh di jalanan).
Oh... iya....(Rendy sudah melihat taksi itu).
Ayo mas cepat hentikan taksi itu...(Kania tanpa sadar memegang lengan Rendy dan menyeretnya berjalan maju untuk lebih mendekatkan dirinya pada jalan raya).
Rendy melambaikan tangan tinggi agar taksi itu melihat, setelah cukup dekat Rendy memberhentikan taksi itu.
Taksi pun berhenti..
Pak bisa antar teman saya pulang...?? ( tanya Rendy pada sopir taksi).
Bisa mas... mari mbak...(supir menganggukkan kepala memberi isyarat agar Kania cepat masuk).
Bukan saya pak...teman saya ada di gang sebelah, bapak bisa masuk ke gang di belakang ini...? (tangan kania sambil menunjukkan arah jalan menuju gang tersebut..)
Bisa mbk... mari mbak ikut saya untuk menunjukkan tempat teman nya....!! ( pinta pak supir).
Baik pak...(Kania menuruti ucapan pak supir, namun sebelum masuk ke mobil Kania berbicara pada Rendy).
Mas.... aku naik taksinya biar pak supir gak kesulitan nyari rumah ku...
"Rendy menganggukkan kepala nya tanda setuju."
Kania masuk ke dalam taksi..
Jalan pak....!
Masuk gang ini ya mbk....?? ( Tanya pak supir).
iya pak masuk gang terus belok kiri....(Kania menunjukkan jalan pada pak supir).
Nah tu pak yang ada motornya itu...(Kania menunjuk motor Rendy yang tadi sudah mendahului taksi untuk sampai di tempat Novan menunggu).
Taksi pun berhenti dan Kania pun turun.
__ADS_1
Kania menghampiri Novan..
Pak Novan... maaf ya lama menunggu soalnya taksinya agak lama datangnya...(Kania mencoba memberi alasan yang jujur kepada Novan agar mengerti).
Baik lah... aku percaya padamu...(Sahut Novan dengan melebarkan senyumnya pada Kania ).
Ren.... ayo cepat masuk....(pinta Novan pada Rendy).
Kau saja yang naik taksi, aku pulang naik motor saja...(Novan berbicara dengan nada yang sinis dan memandang Novan dari atas motor nya).
Kita naik taksi bareng, lagian aku pulang kerumah mu... Ren...!!
Tinggal bilang alamatnya saja pada sopir dan kau akan sampai dirumah ku...(Rendy berbicara agak ketus).
Ren... bagaimana kalau terjadi pada ku... kau mau aku pecat jadi satpam...!! ( gertak Novan)
Heeee.... kalau aku naik taksi siapa yang bawa motornya....???
Tuhan....kenapa temanku bodoh sekali...!!! (Novan memberantakkan rambutnya).
Kau titipkan saja motormu di rumah Kania besok kau bisa ambil lagi selesai kerja....!!! ( Nada bicara Novan terdengar sanagat jengkel entah kenapa temannya itu terlihat sangat bodoh jika itu berkaitan dengan Kania.
Novan sangat heran dengan Rendy sang CEO yang selalu berhasil dalam tiap tender nya tapi sangat bodoh dalam urusan cinta).
Tuan, apa tuan jadi naik taksi....?? maaf tuan soalnya ini sudah malam kalo masih mau berdebat lebih baik saya pulang saja kasian istri dan anak saya sudah menunggu sejak tadi pagi..(Ucap sopir taksi mendesak).
Iya pak... sebentar aku parkir kan motorku dulu..(Sahut Rendy menenangkan pak sopir).
Kania aku titip motor ku disini ya...??
Iya mas Rendy...masukkan aja ke garasi....(Kania menuju garasi dan membuka garasi mobil yang dulu dipakai untuk rumah mobil almarhum ayahnya).
Silahkan mas....(Suara Kania terdengar halus).
Rendy memasukkan motornya ke garasi dan bergegas masuk kedalam taksi.
Kania... aku ambil besok ya motornya....??!!?!?
Teriak Rendy dari kaca mobil..
Di dalam taksi...
Rendy dan Novan kembali berdebat lagi...
Kau sudah puas pak satpam...?? ( Tanya Novan sinis).
Apa nya yang puas....?? ( Rendy tidak mengerti).
Tentu saja puas karena sudah bertemu gadis itu...(Nada suara Novan terdengar jengkel).
Tentu saja..(*Rendy menjawab dengan ekspresi senang).
Seketika Rendy merubah ekspresi wajahnya dan berguman sendiri*.
Sebenarnya.....belum.... tapi kenapa waktu berjalan cepat sekali....(Gumam Rendy kesal dan mengacak acak rambutnya karena kesal).
Novan hanya diam melihat temannya yang hampir seperti orang gila, karena sebentar dia tertawa dan tiba-tiba merasa kesal kemudian senyum senyum sendiri.
Van....kau kan bisa pulang sendiri naik taksi,kenap malah menyuruh ku tinggalin tu motor disana..ππ ( Tanah Rendy kesal).
Tentu saja agar kau punya alasan untuk bertemu Kania.... Rendy Putra Mahardika...( nada suara Novan terdengar dibuat buat agar Rendy paham yang begitu bodoh di bidang cinta).
Hahahah.....πππ Kau memang cerdas kawan....
(Rendy sangat bahagia mendengar alasan Novan dan menepuk bahu Novan dengan pelan).
Aku memang cerdas karena aku murid yang rajin...ππ ( Novan menyombongkan diri).
Apa hubungannya dengan rajin....π€π€??
(Rendy tidak paham dengan ucapan Novan ).
Kau itu terlalu sering bolos, jadi waktu pelajaran tentang cinta kau jadi bodoh, dan totol....π‘π‘ (Novan bicara dengan menggerakkan bibir over jedor).
Benarkah....tapi aku tidak menyukai gadis itu...π€π€ (Rendy ragu dengan perasaan nya).
Kau bukannya tidak menyukainya tapi kau belum mengakuinya bahkan mungkin....kau belum menyadarinya....ππ(ucapan Novan terdengar dalam walaupun merek berbicara tidak saling tatap).
__ADS_1