Aku Bukan Lesbian

Aku Bukan Lesbian
Episode 10


__ADS_3

HALLO SEMUA NYA TOLONG DONG BANTU LIKE DAN RATE 5 BINTANG,, TINGGALKAN JUGA BUNGGA MAWAR SEBAGAI HADIAH,, TAK LUPA DI YEKAN YA TOMBOL FAVORIT NYA,, BIAR AUTHOR SEMANGAT BIKIN NYA😙❤️


--------------------------


“Mau lihat ga?" bisik Ilo.


“Iya-iya mau lihat lah, mana buku nya," bisik Afan sambil duduk di tepi ranjang.


“Suit diam, aku kunci dulu pintu, takut nya, ibu nanti masuk melihat kita?" ujar Ilo sambil melangkah menutup dan menggunci pintu kamar, kami pun berkerumun dan Ilo memberikan buku yang di berikan paman nya itu, aduh lihat reaksi Iwan, Afan, Rahmad,Harun dan lain nya.


ada yang terpelongo karena aneh, mungkin baru lihat pertama kali.


ada yang cenggegesan, mungkin uda lihat buku nya dan video nya, dan aku mah rileks aja, toh itu gambar dan aku memang tak suka hubungan begitu, nanti masih panjang rahasia hidupku soal hubungan antara cewek dan cowok di ranjang hehehehe ....


Wee esek-esek nih, begini begitu bisik mereka ada juga yang mulai pegang barang mereka sendiri.


“Oy jangan bodoh, disini air nya mau buang dimana," ujar Harun mulai terangsang, Ilo dengan memainkan barang nya bilang buang aja ke kain tak terpakai ini, Ilo pun mulai menggila.


“Ckckck, kalian, gambar aja uda gitu," kataku sambil mengambil gitar dan memainkan nya.


Tiba-tiba Iwan duduk di sampingku, dia memelukku, dia lupa aku Aa bukan cewek sembarangan.


“Aa aku mau dong," kata nya mendesah.


Glek ... ini anak, langsung aku berangkat dari dudukku dan langsung aku tinju dada nya, tak kuat kok tapi itu bisa menyadarkan dia aku siapa.

__ADS_1


“Aduh sakit tau, memang kau cowok sadis," teriak Iwan.


“Kau pulak bodoh, main sendiri Napa, uda tau Aa tak bisa di ajak begituan," kata Harun melepaskan nya dari tadi.


“Aku nih tak tertarik sama burung kalian, jangan pernah kalian hancurkan persahabatan kita hanya gairah kalian, cari cewek lain, lampiaskan ke mereka kalau perlu aku yang Carikan, susah amat sih!, pikir kalian bodoh," kataku sambil membuka kunci pintu dan keluar santay, sambil duduk di kursi dekat dapur.


memainkan gitar lagu Iwan fals pun aku nyayikan, Bento itu lagu favoritku.


“Woy tutup pintu, kami belum selesai lihat buku nya nih," kata Ilham.


Cocok, baru lepas balik ya gitu lah, usia temanku memang ada yang 12-16 tahun, jadi masih ingin tau apa itu, mereka penasaran, aku mainkan gitar dan aku mainkan slow Nike Ardilla bintang kehidupan atau pun lagu Malaysia suci dalam debu, keren, banyak anak-anak yang lihat yang dempet dan pegang-pegang gitar dan tangganku, aku diamkan aja nama nya adik-adik kecil pengen dengar lagu.


“Dah selesai belum kalian, ini uda sore ayo pulang, dan kau Ilo besok kumpul main bola, simpan buku itu mana tau tahun depan aku mau coba dengan cewekku," kataku santay sambil meletakkan gitar di ranjang, melangkah pergi di ikuti yang lain, memang aku kan komandan nya.


Hah melompong semua mendengar ucapanku tadi, kalah dong kalian, gini-gini cewekku banyak, petik jari datang kemari,


“Dah yuk kita salam dulu, pamit sama buk Ilo," kataku memerintah mereka sambil pakai topi terbalik.


Lalu salam cium tanggan buk Ilo dan kami pulang kayuh sepeda sambil tertawa riang gembira, dan kemudian nampak lah cewek berbaju panjang,putih di bawah pohon asam besar, sret ... stop sepeda, semua terkejut, kan hari uda mau senja, jumpa ginian lagi.


Nah, dah lah kan, kalian sih, main burung sendiri numpahin sembarangan, kan jadi tuh cewek mau juga rasa burung nya, maklum mati nya belum merasakan kenikmatan dunia, kenikmatan paling indah, rasain loh.


Hei otak semua kawanku bleng, ketakutan mereka, mundur hati-hati sambil menatap cewek itu, yang dari tadi diam namun pandangan nya dinggin dan sangat menakutkan, whuss ... angin dingin mungkin membuat kawanku tambah ketakutan.


“Jangan turun dari sepeda kalian, bersiap ya, kayuh yang cepat bila aku beli aba-aba jalan, baru kalian jalan, langsung pulang ke rumah masing-masing," kataku tegas.

__ADS_1


“Bismillah ... cewek cantik numpang lewat, kami tidak menggagumu, jangan ganggu kami," ucapku sambil menatap nya walaupun aku ketakutan aku harus berani, kan dah kepalang basah, nyebur aja dah, lepas tuh, whuss ... dia melewatiku aku rasakan sentuhan tanggan nya di tangganku, dan wanggi bungga, aku tersenyum kemudian.


“Ayo jalan," teriakku menggagetkan teman-temanku, semua serentak, mengayu cepat tak menoleh lagi ke belakang sampai kampung berpencar ke rumah masing-masing, malam pun datang dan esok sekolah harus tidur dah malam.


Aku tutup pintu melangkah ke kamar dan tertidur.


Hari ini Minggu lagi, hari ini kami berencana ke rumah Badim yang terletak di tepi sungai, di kampung itu, jarak nya jauh-jauh, hutan kecil rumah cuman ada beberapa rumah beberapa bijik, hutan lagi, baru ada rumah juga, namun di RWku sudah lebih dari seratus rumah, jadi baik siang ataupun malam selalu ramai.


dan tetap, ada ibu-ibu yang suka kumpul-kumpul acara tetap ada, di masjid, acara Islam atau pun ceramah.


sifat tolong menolong warga pun luar biasa kompak jadi kampungku terasa damai aman dan sentosa.


“Badim, main yuk!" teriak Ilham.


“Oy salam dulu," kataku memerahi Ilham.


“Sopan tau,"


“Oke Aa hehehe," serentak kami salam semua ke luarlah sih Badim dengan siap-siap di Salami nya ibu nya dan kami pun berangkat main, ini rencana main ke rumah Tante Torik di kampung sebelah Utara Pertamina, lewat jalan kampung hutan kecil kami kayuh sepeda ada lah sejam baru sampai di rumah Tante nya Torik.


“Wih rumah tantemu, besar ya Torik, nampak mewah lagi dari rumah yang lain nya," bisik Iwan.


“Iya, omku kerja Pertamina uda di suruh pindah ke kompleks tapi Tanteku tak mau," kata Torik sambil mengajak kami ke bagasi dan meletakkan sepeda, kami pun melangkah dan mengucapkan salam tak lama datanglah cewek cantik dan imut.


“Mangsah nih," bisik Afan melihat cewek cantik, Afan Uda usia 15 tahun jadi uda tau cewek, sedangkan Ilo, Ilham, Rahmad, Torik, Harun, Badim, dan aku di bawah dia.

__ADS_1


Hanya alam dan Karim 16 tahun, kami pun senyum dan melenggang masuk ke ruang tamu yang besar dan mewah itu, di rumah Tante Torik, lalu keluarlah Tante Torik yang cantik jelita macam bidadari, menyapa kami yang terpegum melihat kecantikan yang di depan mata.


Alamak body nya macam biola Spanyol, tapi aku merasa nih Tante agak genit, untung penampilanku cowok, habis hari ini, jadi dia tak perasan kalau aku ini cewek.


__ADS_2