Aku Bukan Lesbian

Aku Bukan Lesbian
Episode 09


__ADS_3

.HALLO SEMUA NYA TOLONG DONG BANTU LIKE DAN RATE 5 BINTANG,, TINGGALKAN JUGA BUNGGA MAWAR SEBAGAI HADIAH,, TAK LUPA DI YEKAN YA TOMBOL FAVORIT NYA,, BIAR AUTHOR SEMANGAT BIKIN NYA😙❤️


--------------------------


“Aa aku mau kentut nih, Aa aku mau kentut tau!" ketus Agung.


“Seterah," ujarku sambil mengayunkan langkahku,Dan bunyi kentut Brut.


“Eh kau kentut ya," aku lempar di ke tanah.


“Bau amat, habis makan apa kau!" teriakku sambil meludah.


“Hahaha, tau rasa, tadi uda di bilangin juga mau kentut, ga percaya, kan Agung tadi uda bilang masih aja ga percaya, orang mintak di lepasin tak mau, rasain tuh," kata Agung.


“Uda berdiri kau, ayo pulang, Akbar ayo bersihin semua, ayo semua pulang," teriakku mengasih komando dan mereka membawa sepeda masing-masing sambil membawa tangkapan hari ini.


Aku yang terakhir berjalan, melihat sana sini, ada lagi tak yang tertinggal dan semua kawan-kawanku ada, takut nya temanku hilang, atau peralatan kami.


kutepuk pohon randu, dan tersenyum, terimakasih uda izinkan kami, parkiran sepeda disini, kami sopan anda segan, aku naik sepeda, dan langsungku kayu cepat mengikuti semua kawan, dan si kembar di kejauhan di pohon randu besar itu, aku lihat sekilas keluarga hantu yang memandang kami, aku lambaikam tanganku ke mereka, sambil ucap terimakasih.


Iya itu aku, bisa beradaptasi dimana aku berpijak, disitu langitku jujung, dan ayahku orang yang percaya tentang itu lalu kami semua uda sampai balik ke rumah masing-masing.


“Oy tunggu-tunggu dong, siapa yang tangkapan nya paling sedikit kesini," pintakku sambil memanggil mereka, kemari datanglah Torik dan Afan karena tangkapan paling sedikit, aku raih karung tangkapan kami bertiga, aku ambil ikan yang tidak mau kami makan dan yang lebih kecil dari ikan yang lain nya, adalah lebih dari 20 ekor, aku kasihkan ke mereka.

__ADS_1


Hari ini cukup beberapa ekor untuk di goreng, buk Ana suka dengan tangkapan kami, beberapa belut, yang tukaran ama ikan yang kami tangkap, aku memang suka makan belut, apalagi di masak pakai panci tanah, sama bumbu lengkap buataj ibuku, mantap, enak sekali rasanya.


“Aa jangan banyak-banyak ngasih nya," kata Akbar.


“Nanti kita ga kebagian tau,"


“Oh adik Akbar, kan kak Afan minta beberapa ekor saja, jangan pelit lah," sahut kak Afan memasukan ikan ke karung nya.


Aku senyum dah penuh tuh karung nya, cukup untuk lauk mereka 2 hari nanti, dan untuk Torik aku kasih ikan, senang dia bisa pulang dengan banyak ikan.


“Makasih Aa, senang kami dapat ikan darimu, tadi sedih juga sih tangkapan dikit tak cukup untuk adik-adikku," kata Torik cengar-cengir.


“Iya nih, aku pun senang sekali, ikan nya bisa untuk 2 hari, keluargaku makan, memang si kembar, Bawak hoki kalau di Bawak mancing banyak dapat nya," ujar Arfan.


“Oyy memang lagi banyak ikan nya goblok, ini kan musim hujan, sama lah macam manusia kalau hujan senang, itu Rahmat dari Tuhan, untuk kita semua, hewan dan tumbuhan pun begitu juga, harus di syukuri," ujarku ceramah kepada Afan dan Torik, dan mereka pun pamit pulang dengan tawa mereka dan masing-masing dari mereka pulang ke rumah.


.


Heran nya Ilo ngapa suka main ke luar ya?, kalau sodara nya ramai disini, walaupuan jauh dari kampung kami.


“Assalammualaikum ... buk ada Ilo?" salamku ke ibu Ilo yang sedang nyapu halaman.


“Waalaikum salam, oh ada kamu ya Aa, uda besar ngapa? jarang main kesini, rindu ibu sama kamu," kata ibu Ilo.

__ADS_1


“Hahaha ... ih ibu ini, baru aja kemarin datang," candaku padahal hampir setahun aku tak kemari cuman Ilo yang sering ke rumahku, termasuk berani juga nih anak pulang sendiri ke rumah nya padahal jauh dan sepi.


“Eh kakak Aa, Mama's lagi makan, kak Aa main yuk," kata Riska dengan menggandeng kedua teman nya Lani dan Siti, aku menunduk dan aku pegang tanggan nya.


“Nanti yah, kalau kamu uda besar, baru main sama Aa, ini Aa mau ke dalam dulu, jumpa sama Mama's mu," kataku sambil usap kepala Riska.


Aku tak tau, mengapa aku selalu Romantis sama cewek, iya aku suka Bawak cewek punya perasaan lebih ke arahku.


“Suit ... itukan Aa, kata nya dia cewek, kok seperti cowok? yang benar nih, apa yang di katakan mas Ilo ke kita,"bisik Siti keheranan.


“Iya nih, Aa malah nampak segak dan tampan dari mas Gilang dan mas Alam, aku mau dong besar nanti jadi pacar nya, pasti aku di manja habis," bisik Riska kepada kedua temannya.


“Mimpi kali, mana tau nanti besar nya sama aku itu Ada, aku kan cantik dan manis sekali," bisik Lani senang.


Hmm ... gadis-gadis mudah, baru sepuluh tahun Uda punya rancangan khusus untuk masa depan, namun yang kalian suka ini kan Aa, yang tidak bisa membahagiakan kalian-kalian semua, sedih juga sih, kalau ada tongkat ajaib aku inginkan bakpam lembut jadi tongkat sakti sun kongkong, hap bisa melesat kesana kemari.


Hehehe ... cabul aku, dosa tau, nanti banyak anak tak tau siapa bapak nya, bisa-bisa banyak janda nanti ke rumah ayah minta tanggung jawab Bawak bayi, gimana coba hahaha ini kepalaku, sudah menghayal yang jahat dan penuh dosa, tuhan ampuni aku amin.


“Ilo cepat makan nya, kita mau main layangan nih," ujar Rahmad ke ruang dapur.


Hap ... upss, tersedak Ilo terkejut, “Eh kau, salam kek, main masuk aja ke rumah tak ada suara, ambilkan minum Wan, pedas nih," kata Ilo.


Iwan mengambil cangkir dan menuangkan air dan di berikan kepada Ilo, Ilo pun minum, melanjutkan makan nya sambil menyodorkan ubi goreng untuk kami santap, enak banget pakai kelapa parut dan minum air teh, ngapa ya jika kita makan di tempat orang, walaupuan makanan nya tak enak malah jadi enak sekali, ayo jawab dong, kalau gak di jawab aku ga mau lanjut nih, oke men?.

__ADS_1


Namun hari ini mendung, sepertinya mau hujan, Iwan dan Afan dah lihat-lihat ke arah langit yang mulai menghitam, kami tak jadi main layangan, jadi nya ke kamar Ilo, namun sekarang binggung mau buat apa, tiba-tiba Ilo berbisik ke kami.


“Hai pamanku baru balik dari Jakarta, dan dia tak sengaja meletakan buku ini di Meja nya, diam-diam aku ambil buku nya, mau lihat ga, panas dingin tubuhku melihat gambar nya," bisik Ilo.


__ADS_2