
yambung lagi,please mana dukungganya untuk saya berkarya please dong yah,,,
dan kamipun saling kenal dan cerita,begitupun Dadang dah terbawa suasana desa,tertawa ceria,tak lama datanglah adiknya Wati dengan membawa tanaman rambat,aku tau itu jenis rotan besar khusus untuk jadi lalapan.biasanya yang di ambil umbut atau pucuk batang yang muda,rasanya hambar namun sedikit pahit dan memang enak kalau di makan pakai sambal terasi asli daerah sini,dia bawa pula rambutan hutan,buahnya seperti kelereng,namun ada sedikit rambutnya dan rasanya asam asam manis,giler juga liatnya merah merah merona di tangan adiknya yang makan sambil Gomong ke kakaknya,
kak udah yucinya?mamak kata bawakan petai ke rumah mang Zul,dan kak intan bawakan lempok durian juga.ujar adik Wati melihatku.
aku cegegesan sama dia dan ku dekati nih anak.
dik minta dong buahnya,kataku merayu.
"Abang mau"?ini ambillah,di hutan banyak lagi sampai matang dan busuk tak ada yang ambil,katanya sambil memberikan buah itu ke aku.
terima kasih,nanti kita ambil yah?sahutku lagi.
tak usah aku saja,nanti Abang tersesat,dan banyak hewan beracun yang Abang tak nampak,jawapnya lagi tertawa.
aduh dek,Abang ini udah biasa main di hutan,main dengan kakakmu aja yang belum,kata afan.
"hus"kau ini itu anak kecil nama tau dia,sahut Karim ke afan ikut ambil dan makan buah juga.
kalian ini memang tak boleh liat aku senang dikit makan,lansung aja comot,kataku kesal.
wih" boss,jangan pelit dong,kan minta dikit gapa! lagian itu kan banyak yah dek,sahut Iwan.
Iyah,dah bang aku pergi dulu ambil lagi buahnya .Oya mau buah kutuk nggak?,dia bertanya.
maulah,ambilkan sekalian yah,kataku tersenyum.
buah itu sebesarbola pingpong,kulitnya berduri macam durian namun tipis jadi mudah di buka dan isinya putih bersi lembut seperti buah manggis,manis sekali,pohonnya macam pohon mangga mirip,namun di zaman sekarang buah itu udah nggak ada,jadi yang gidam harus teleportasi dulu ke tahun1960an,baru jumpa,itupun kalo berani ke hutan,he,he,he.
dah balik lagi kita ke cewek cewek cantik ini.
kami udah mencucinya nih,kami pulang dulu yah.kalian pasti tamunya mang Zul,dia ketua RT di kampung sini kata Eka
q
__ADS_1
iya!kami tamunya mang Zul jawap Rahmat
oh ,kalau begitu jumpa lagi nanti malam sahut Fatimah,sambil angkat bakul cuciannya.
he,he,he,oke,boleh bantu nih,bawa cucianya kataku ke Wati saat mau angkat bakulnya.
boleh aja,mau bawa yang mana,asal jangan geluh,tangannya pegal yah,tak ada tukang pijat di sini sahut Wati melihatku.
tak apa,nanti kalau pegal kan kamu aja yang pijatnya kataku membantu Wati dan megidipkan mataku ke kawanku isyarat agar mereka ikut juga membantu,
hi"boss ini,pandai sekali ambil hati cewek desa ini,kata Iwan berbisik ke aku.
aku ikut boss,teriak mereka,merangkak keluar dari air,dan membantu cewek itu.
ei baju kita gimana?mau di tinggal apa?kata Karim
nggaklah,suruh mekar dan Ningrum bawa ke rumah mang Zul kataku memanggil mekar dan Ningrum yang lagi asik nangkap udang dan ikan kecil itu.
"mekar "bawa baju aa dan kawan aa ke rumah yah,nanti kami mau pakai lagi.triakku.
aa mau ke rumah cewek ini dulu,sahutku sambil berlalu.
aa!Ningrum ikut dong,boleh,tanya Ningrum.
nggak boleh nanti ganggu kami,jawap Iwan santai.
i,,,jahat sekali,kalian ku laporkan ke ayah,biar di marahi dan tak bisa main lagi,ujar mekar megancam ke kami.
udahlah, bawalah bajunya sana.jangan bantah terus,yuk Dadang ikut kami,biar tau kampung orang gimana,kataku mengajak Dadang yang masih di dalam air,untuk ikut juga bersama biar rame.
ei,,kita nih pakai celana basah,gimana nih?tanya Dadang.
oi,,nanti keringlah kau ini,manja kali.kata afan
ayo jalan wan.bantu angkat ember cewek itu kataku menunjuk ke intan dan melihat Ningrum yang nampak kesal dan merenggut melihatku.
__ADS_1
aduh!sayang,maafyah aa pergi dulu,nanti pulang aa kasih hadiah buat Ningrum manis,aku merayunya lagi,dan dia tersenyum.
kamipun melangkah ke jalan setapak,rumahnya agak jauh ke darat.melewati kebun jagung dan kebun yang lainya,adalah+_1000meter jauhnya dari sungai,seharusnya ada sepeda,atau gerobak kecil gitu pikirku,memang otak ku ini cepat berpikir kalo yangkut soal kerja berat jadi mudah.aoa lagi tuk cewek cantik he,he,he.
kami yampeh di rumah Wati dan yang lainya.stop di bawa jambu bill,itu janbunya besar lonjong macam lesung berwarna kemerahan atau putih kehijauwan dan rasanya ada manis sekali dan asam manis. sekarang mah dah tak ada.
letak sini aja,kalian mau masuk ke rumah?tanya Wati.
nggak di sini aja,eh apa yang di belakang itu? tanyaku
itu tempat mandi dan buang air,jaraknya harus jauh biar tak ganggu dengan baunya.jawap Wati.
waduh,jarak dari sana ke rumah ada 15meter,jauh amat,macam mana kalau malam mau buang air,mana mereka tak ada listrik,gimana coba gebanyanginya,namun itulah mereka sederhana.
aku menuju ayunan kayu di bawa rumahnya berayun santai.
boss!geserlah dikit,aku mau berayun juga,kata Iwan memintaku bergeser ke tepi,biar bisa berayun berdua.
"kau ini"menganggu saja kataku sewot ke Iwan.
tak lama keluarlah Wati di susul Fatimah membawa sebakul jagung yang udah di kupas Ama pisang tanduk yang agak masak ke arahku.
bang ayo ke belakang,bapak buat arang tuk bakar jagung dan pisangnya,yok ke sana kata Wati megajakku.
oke ku panggil mereka dulu yah!hei ke sini semua,ikuti Wati,kita makan enak nih.kataku sambil ambil bakulnya Fatimah dan ia tersenyum manis melihatku yang ber sedia membantu fatimah.kami pun melangkah dan sampai di tempat pembakaran,semua jagung ditusuk pakai bambu, kami pun pegang satu persatu memanggang jagung dan pisang adalah 30buah lebih yang mau di bakar.karena aku lapar,maka aku minta dulu ke Wati.
wat!boleh minta jagungnya satu, lapar nih,tanyaku ke Wati yang lagi bantu afan.
boleh! kan memang untuk kamu jawapnya malu.
ku ambil dan ku makan sebongkol jagung yang udah ku bakar dan Mateng tadi,ham enak makanya panas panas,mantap.
"boss"!bagi dong sedikit,aku juga lapar kata Rahmat melihatku.
hi!kalian ini,tadi Iwan .sekarang kamu.jawapku yang masih megigit biji jagungnya.
__ADS_1