
HALLO SEMUA NYA TOLONG DONG BANTU LIKE DAN RATE 5 BINTANG,, TINGGALKAN JUGA BUNGGA MAWAR SEBAGAI HADIAH,, TAK LUPA DI YEKAN YA TOMBOL FAVORIT NYA,, BIAR AUTHOR SEMANGAT BIKIN NYA😙❤️
--------------------------
Aku berikan uang nya pada mamang Yusri, dan aku ucapkan terimakasih, masih ada lebih nih aku simpan untuk nanti malam.
Dan sekarang ada lomba tarik tambang ibu-ibu sekampung anak-anak pun Uda main kembali ke lapangan ngeliat lomba tarik tambang di mulai.
Sampai senja pun datang baru berhenti semua nya dan besok pun akan di umumkan pemenang dari setiap lomba-lomba nya semua nya pada berkemas mau pulang dan timku juga sudah beres-beres untuk pulang, aku dan adikku pun uda bersiap semua, semua Uda di ikat tikar dan kumpulkan semua barang, kami pun berpisah dan esok berjanji akan jumpa lagi disini mendengar kan pembagian hadiah untuk pemenang.
Jangan kelewat senja dan mendekati magrib, kan nanti jadi lain cerita kalau tidak kalian nginap aja di rumahku,kan di ruang tamuku luas banget, bisa tidur di sofa atau di depan televisi bentang kasur, kita tidur rame-rame biasanya orang tua mereka tidak mencari karena tau tidur nya di rumahku, dulu kan selalu begitu.
Dan pemenang lomba pun, sudah di umum kan hari ini timku masuk juara dua, jadi lah juara dua setidaknya kebanggaan buat timku yang susah payah berjuang dalam sepak bola ini, apa kata kawanku mereka itu licik dan oper ekting saat kami berkumpul untuk mendengar kan panitia perlombaan berbicara, dan selesai semua di panggil lah satu-satunya untuk pembagian hadiah baik itu hadiah untuk tarik tambang, lomba balap karung, kelereng, makan kerupuk, ambil belut, lomba joget maupun panjat pinang dan semua sudah selesai pada gembira dapat hadiah dan para panitia pun mengucapkan terimakasih dan pulang bersama-sama warga ke rumah masing-masing, keadaan pun tak seramai tadi, hanya ada anak-anak yang masih bermain dan time kami dan time anak kompleks yang sombong itu.
Karena kemarin permainan lomba nya tinggal timku melawan tim anak kompleks jadi untuk mencari juara satu dan kedua, juara ketiga nya adalah tim Sri nanti dan semua nya puas akan hal itu, keputusan dari panitia lomba namun temanku kurang puas dengan mereka, bukan karena juara nya namun karena mereka bermain tidak sportif, dan licik sekali.
Itu yang membuat kawan-kawanku geram sekali.
“Aku kurang puas dengan permainan anak kompleks mereka curang," kata Dika geram.
“Iya tuh, mentang-mentang lah nampak keren kerja nya cuman mau menindas dalam permainan lomba sepak bola," ujar Iwan kepadaku.
“Jangan iri, mereka kan wajar menang, pemainan bola mereka bagus, penampilan seragam pun kece, pelatih pun mereka ada, kita mah anak kampung ini memang tak sebanding dengan mereka yang sudah ada di fasilitasi orang tua mereka," sahutku sambil tersenyum.
__ADS_1
“Hai bos! kita bisa terima kekalahan, namun sikap mereka itu mentang-mentang uda menang, jadi injak kepala kita loh," kata Lubis.
“Jadi apa yang buat kau kesal," kataku bangkit dari tempat duduk mendekati Lubis, dan Lubis pun cerita gini dan begitu membuatku jadi sangat marah.
Kawan-kawanku sudah gelisa melihat aku, aku uda berdiri dari tempat dudukku dan mulai melangkah kan kaki.
“Oh tak apa, biar aku yang ngomong kepada mereka," kataku geram.
“Uda bos, jangan buat masalah, kan kamu yang bilang sendiri mereka anak orang kaya, malas berurusan dengan mereka," ujar Rahmad sambil menahan tangganku, seperti nya Rahmad tau apa yang akan terjadi nanti dan yang lainpun sudah nampak cemas melihatku.
“Tenang, kalau ada pergerakan baru kalian bantu tolong, rugi lah aku uda ajarin kalian bela diri namun tidak di perkenankan," kataku menekan habis teman-temanku.
Mereka dia dan memang aku melangkah mendekati tim anak kompleks, tentu nya dengan hati mereka yang dag dig dug melihatku berjalan ke arah mereka.
“Iya, mau apa kamu, kamu kepala nya geng kampung sini ya, Uda kalah orang susah lagi, banyak kali cerita," kata nya berkacak pinggang dan sombong dan ada juga kawan nya yang mulai mendekati aku dan berbicara lagi.
“Iyaa nih belagu pulak, banyak tingkah sekali kau, nantang ya sini biar aku pukul," kata yang lain menggejek memangku.
“Tak boleh jadi nih uda melampaui batasan nih anak kompleks Pertamina ini kepadaku, mmmm belum tau dia siapa aku," gumamku.
Tangganku dah melambaikan jari telunjuk kepada teman-temanku mengasih komando atau kode, itu tanda posisi menyerang, dengan berani teman-temanku pun langsung berantem aku mulai terlebih dahulu, aku tinju kedua nya Steven dapat dia, dia membalas juga melayang kan tinju nya aku tangkis dan aku tinju lain, yang lain teman nya ikut juga.
Tak boleh jadi nih, aku menarik Iwan jadi tameng, kena Iwan pukulan, Iwan pun membalas memukul nya terjatuh itu anak, Ilo pun langsung menendang dan memukul yang lainnya walaupuan dia juga dapat pukulan nampak berdarah hidungnya.
__ADS_1
Belum lagi sih Afan yang tersungkur karena di hantam dua orang lawan, kami pun tetap berantem saling pukul dan saling tendang, ada yang ambil kayu untung aku uda pandai elak balik nyerang lagi, tangkis dengan tangan kiri dan tangan kanan meninju dan hap dapat ketua nya.
langsung aku teriak, aku pegang tangan nya di belakang kuat-kuat.
“Stop-stop kalau mau ketuamu mati kita lanjutkan, kalau tidak menyerah lah," kataku lantangnya.
Buset dah semua nya berhenti,darah mengalir di beberapa orang begitu juga nama nya anak mudah harus luka baru hebat termasuk aku, bibirku pun berdarah kena tinju, aku langsung menendang lututnya agar dia terduduk dan berkata lantang ke mereka.
“Kalian kalah, aku pemenang nya," teriakku.
“Tidak, itu ketua yang mau kalah," sahut mereka marah.
“Hai bodoh, masih mau bertarung?" kataku mendekati dia dengan tangan menggepal sedangakan Steven Uda di jaga Karim.
“Eh eh enggak, kami menggaku kekalahan," ujar mereka sambil memandangku takut melihat aku kalau marah kadang keluar devil nya.
“Mmm baguslah," kataku yang uda capek bertarung aku mendekati Steven sambil duduk di samping nya, aku kibaskan rambutku dan aku lap darah yang menggucur di bibirku.
Aku ulurkan tangan kananku ke dia, sambil berkata.
“Teman oke, jangan lagi kita berantem," dia terpelongo heran dan takjub melihatku.
“Mau teman ga nih sama aku?" kataku sambil merangkul tubuhnya dan chup aku mencium pipi nya, terkejut semua terutama Rahmad dia yang paling menyukaiku marah dia melihat tingkahku tadi.
__ADS_1
“Bos apa nih kau buat hah, dia musuh kita tau, kok kau gituin sih," ujar Rahmad marah.