
HALLO SEMUA NYA TOLONG DONG BANTU LIKE DAN RATE 5 BINTANG,, TINGGALKAN JUGA BUNGGA MAWAR SEBAGAI HADIAH,, TAK LUPA DI YEKAN YA TOMBOL FAVORIT NYA,, BIAR AUTHOR SEMANGAT BIKIN NYA😙❤️
--------------------------
Apa tak salah nih ayah? ... matilah ibu punya suami semangat juang begini, baik di rumah, di kantor, di lapangan, maupun di kamar tidur, aduh ibu geleng-geleng kepala mengadapi suami yang begini sayang nya pada kami keterlaluan, memang nya pesta sebesar apasih menyambut kelahiranku ini.
Oma dan opa maupun nenek kakek hanya bisa manyun melihat ayahku yang semangat itu.
“Macam mana nih becan," kata opaku yang berwibawa sekali.
“Hmm ... tak tau lah macam mana lagi besanku, itu kan anak mu, kau tau sendiri kan itu anak mu," sahut kakek sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Seharusnya sustisna itu anakku, dan melati itu anakmu," gumam kakek di dalam hati.
opa melirik Oma dengan senyuman yang sangat manis, berkata.
“Salah makan apa kau midam, kok anak kita semangat nya tinggi sekali, hahahaha,"ketawa Oma, aku ngidam makan bintang di langit namun tak dapat-dapat dan tertawalah semua mendengar candaan Oma.
Sini nenek timang cucu nenek yang rupawan ini, sambil mendekati ibu yang sedang menggendongku, memang tak salah ayahku keturunan orang Belanda, dan ibuku keturunan Arab Melayu dan jadilah aku nanti besar menaklukan semua cintaku,
-Marhaban
Ramai-ramai semua nya sibuk buat acara, yang di tenda pun sibuk ngurus tamu atur sana atur sini, yang di kamar sibuk selesaikan danndanan, dandanin aku dan ibu, beserta sodara jauh, di dapur tak kalah berisik bunyi piring, gelas, dan mangkok, dan teriak khas daerah masing-masing.
__ADS_1
kepo-kepo pada sibuk sekali, ayah Uda pakai baju cantik, tambah karisma, aku di gendong nya dengan wajah ceria, ibu di samping ayah memakai kebaya berbungga bungga berwarna hijau dan memakai perhiasan emas yang berkilau, ini memang acara yang luar biasa, buat anak pertama yaitu diriku dan aku tak ikut campur kerna aku tidur, tidur ***** ... tidur *****, oee ... oee ... oee ... terbangun di ciprat air mawar dan di kelilingi potong rambut di usap-usap lepastuh,
“Stop-stop, Uda nanti jangan lagi di usap-usap nanti kepala bayiku jamuran loh," ucap ayah kepada tamu nya sambil aku di bawah ke kamar, lepastuh ibu terkejut.
“Ah ... jamuran, yang benar yah," kata ibu sambil kepalaku di lihat kekiri dan kekanan, disibak nya rambutku yang lebat itu.
“Aduh ibu, ngapa punya ibu goblok bin bodoh nih, mana ada kepalaku jamuran yang ada bau tangan orang yang usap-usap," gumamku.
“Ini ayah gimana, dia yang buat hajat dia pulak yang tidak mau anak nya di usap-usap dan di kelilingi ke orang-orang," ucapku sambil menepuk jidat.
Suara mercon dan bunga rampai di antar ke tamu, 5 batang pisang penuh uang nya, semua mau lihat pada mau berebut ambil bunga rampai, ayah lihat langsung teriak, maklum tentara, di kantor tau nya marah aja, ke anak buah, tapi semua bilang, ayah baik atau mungkin takut sih di turunin pangkat oleh ayah.
“Oy ... Oy ... beratur antri nanti bayiku terjepit, ku tembak nih, ku tembak pakai pistol air," kata ayahku.
“Tisnak ... tisnak ... gembiramu tak ketulungan," kata kakek.
dan waktupun berlalu begitu cepat, hai seminggu lagi aku ulang tahun, persiapan Uda siap, ada syukuran ada selamat satu tahun opa dan Oma, dan datang dari Bandung, kakek dan nenek pun datang dari kota belum lagi sodara dari jauh pun datang dari jauh, ramai lagi tuh anak tisnak ulang tahun di teras, ayahku pun sudah berbincang-bincang sama RT daj RW untuk perayaan ulang tahunku, ibu ikut nimbrung ke RT dan RW di teras.
“Pak ini acara syukuran bayi kami satu tahun, ngundang tak banyak, mohon izin nya pak RT dan pak RW ya," kata ibu.
“Oh ... tak apa-apa kami izinkan, dan kami bersedih membantu pak tisnak sekeluarga, kalau ada kekurang minta bantuan kami aja," kata pak RW.
“Pak ga panggil batelion/ teman sekantor, macam itu hari kan, maklum kami gemetaran lihat pasukan bapak datang," Canda pak RW.
__ADS_1
“Oh ga lah, orang sini aja, bisik ayah dalam hati, tak mau panggil lah repot kerna pasukan banyak datang dan mintak bawain bekal untuk pulang, hari itu aja habis tak bersisa hajatan itu hari, akupun tak bisa makan sepiring sate ataupun kari kambing gara-gara anak buahku datang banyak kali, tobat aku ga mau panggil, mau pelit ah,"kata ayah.
“Oh iya buk, ustadz masjid nya Uda di undang untuk acara ini, biar tak terburu waktunya, anak yatim di panggil juga ya?" tanya RT.
“Iya itu asuhan ustadz juga, kami Uda konfirmasi ke ustadz nya, dan dia setujuh datang kesini, acara nya Jum'at aja," kata opa itu untuk ambil berkah.
kemudia ayah mempersilahkan pak RT dan Pak RW nya makan pisang goreng dan beberapa kue, dan mereka pun minum bersama.
“Ibu ambil kan rambutan dan mangga yang di petik, oleh pak Kasim tadi, Bawak sini sama kantong kresek nya untuk di bawakan oleh-oleh untuk pak RW dan pak RT jangan lupa itu kue nya sekalian," ucap ayah.
“Jangan repot-repot pak tisnak, Uda minum teh, sama makan kue inipun Uda cukup," jawabb pak RW.
“Lah tak apa-apa lah, bawakk ajalah ya pak, jangan nolak buat suguhan anak-anak bapak di rumah, ini tanda terima kasih saya, kerna bapak-bapak Sudi datang kemari, ngomongin tentang syukuran anak saya," ucap ayah.
buk ana datang Bawak tiga keresek kantong untuk pak RT, RW, dan sekretaris RT yang isi di dalamnya ada buah rambutan, mangga dan beberapa kue lainnya di belikan kepada ayah, lalu ayah langsung memberikan kepada mereka.
“Hari mau magrib pak, terima kasih ya pak tisnah dan buk tisnah, kami semua mau pulang," ucap pak RW.
“Iya kami juga terima kasih atas kedatangan pak RT dan bapak RW," kata ayah tersenyum senang dan haripun malam ayah dan ibu langsung masuk menutup pintu, dan mau sholat magrib setelah itu makan malam sekeluarga.
Jum'at sore acara berlangsung dengan doa dan lantungan ayat Alquran dan dengan kebahagiaan besar keluargaku berlangsung damai, banyak juga yang datang ucapkan selamat ulang tahun kepadaku, untung saja aku tak rewel dan aku menyambut tamu dengan senyum dan tertawa mengihiasi suasana.
-tunggu aku, kisahku ini berlanjut dari masa ke masa, mungkin seribu episode tau:')
__ADS_1