Aku Bukan Lesbian

Aku Bukan Lesbian
Episode 07


__ADS_3

HALLO SEMUA NYA TOLONG DONG BANTU LIKE DAN RATE 5 BINTANG,, TINGGALKAN JUGA BUNGGA MAWAR SEBAGAI HADIAH,, TAK LUPA DI YEKAN YA TOMBOL FAVORIT NYA,, BIAR AUTHOR SEMANGAT BIKIN NYA😙❤️


--------------------------


Capek deh kata ibu sambil tepuk jidat nya yang bertanda binggung dan kecewa dengan sifat ayah.


“Yauda Aa jangan potong rambutmu, biar bisa di sanggul, memakai baju cewek dan jalan nya yang kalem jangan kerasak kerusuk, ibu mintak kamu jangan keluar rumah, banyak orang yang tidak suka lihat kamu senang, lagian itu juga supaya ibu tidak marah terus tau," bicara ayahku kepadaku.


Ooo ... tidak, dunia runtuh, ayah tertelan biji rambutan tadi, jadi sudah keluar peringatan ayahku, aku pun langsung cenggegesan sambil lihat ayah dan ibu.


“Ayah ibu, tolong lah jangan batasi Aa, Aa pasti suatu saat akan berubah ada masa nya juga kok kan ayah, buat ibu Aa banget sayang ibu," kataku sambil memeluk ibu erat-erat dan tidak lupa mencium pipi ibuku dengan lembut.


“Hah kan Aa romantis tuh, kan uda di bilang kalau Aa tuh pandai merayu, itu aja ada anak cewek teman Aa uda kepincut (suka) sama Aa, aku bilang ke cewek itu kalau Aa ini cewek juga, mati-matian dia bilang kalau Aa ini cowok, sampai Aa emosi, Aa juga bilang lihat celananya cewek atau cowok?, ada ga yang muncul tuh," kata Liza sewotke arahku.


“Hahahaha" ayah pun tertawa lepas.


“Uda-uda ga usah lagi ngomong yang itu, ayah uda tau duduk persoalannya," ucap Ayah'.


Dan malam pun berlalu besok sekolah pagi semua.


tinggal si Dian yang belum sekolah, kami satu-persatu mencium ayah dan ibu, tak lupa kami mengucapkan selamat tidur, kami pun masuk ke kamar masing-masing dan aku terbiasa tidur dengan kembar,biasalah cowok.


Hari ini hari Minggu, aku bosan di rumah, adek-adekku yang lain fokus nonton telivisi, ayah juga ke rumah pak RT berbincang-bincang dengan santay, ibu biasa lah melakukan pekerja nya perempuan.

__ADS_1


“Ah malas di rumah, uda di beresin semua, hari ini sarapan nasi goreng terasi sama teh manis buatan ibuku tersayang, enak sekali,"


“Ee Aa, jangan di habiskan dong," kata Liza sambil merebut piring nasi goreng ibu.


“Iya hari ini ibu hanya makan getuk dan teh manis,"


“Adikku yang cantik jelita, Aa masih lapar nih," balasku santay sambil tersenyum.


“Memang Aa nih kalau merayu selalu nomor satu," balas si Akbar yang suka ngikutin aja semua urusan.


“Iya," sahut mekar.


“Aa kalau jadi cowok pasti banyak di romantisin kita nih,"


Hah adikku mekar memang seorang penyelidikan nomor satu di keluargaku, si Angung dan Dian masih nguyah dengan mulut miring kiri dan kanan.


Muncrat tuh nasi yang di makan si mekar, langsung ngomong ke ibu.


“Ibu Aa mulai genit tuh," dan di balas tertawaan lepas ibuku menampakkan gigi putih menggalakkan iklan Pepsodent ibu memang yang terbaik bagi kami bertujuh.


“Aa, sudah lah cepat makan nya, mau diberesin tuh," Liza berdiri dan menggemasi meja bersama mekar, mereka kebelakang mau cuci piring dan menyapu lantai.


“Iya deh iya, yok nonton telivisi ada cerita si Unyil dan Doraemon di TVRI," kataku menggajak keempat adik-adikku ke ruang santay depan telivisi.

__ADS_1


8ni hari bosan sekali, aku ke luar rumah menuju halaman depan, indah rumahku banyak sekali pohon rindang, nangka, jambu air dan mangga.


Belum lagi pohon kelapa berjejer rapi, ibupun rajin sekali menanang bungga dan apotik hidup, tau ga apa itu? tataman nya ada jahe, kunyit, serai, lengkuas, kumis kucing, salam, dan lain-lainnya.


tak lupa juga ada kolam di belakang,untuk berternak ikan dan sebagainya.


Rumahku istanaku memang itu pepata paling hebat buatku, rumahku istanaku.


Ini hari libur tanggal merah, jadi agak siang banggun nya kelewatan sholat subuh nya, iya maap sekarang aku suka molor sholat nya, padahal uda di banggunkan si kembar namun aku terlalu malas jadi bilang ngerjain di rumah aja, eh malah molor sampai jam 8, itupun masih marah kalau di banggunkan oleh ibu dan adik-adikku.


Hanya ibu yang bisa membuat mataku melek, dengan ciuman yang lembut itu, mengapa aku kok jadi makin nakal ya ditambah usiaku yang sudah 12 tahun lebih, seharusnya uda ada perubahan di tubuhku ini, namun sampai sekarang tidak ada, ibuku pun binggung mungkin salah hormon kali ya, atau aku sebentar lagi berubah alat kelaminku jadi cewek ke alat kelamin cowok ya, itulah hayalanku dan keinginanku saat melamun dan termenung melihat anak cewek dah cerita tentang kedatangan bulan atau matahari lah.


Aku tak paham apa itu, yang jelas aku kebingungan apa itu di tambah aku melihat dada mereka kok berubah makin besar, berubah seperti dada buk ana dan ibu, hehehe mau ku pegang tuh rasanya, tanduk devilku pun uda keluar.


Namun aku tak mau terlalu ambil pusing sekali, toh itu juga urusan yang kuasa, aku hanya perlu jalanin aja mumpung hidupku di beri anugrah yang kehidupan bahagia oleh tuhan, aku sangat menikmatinya dengan sepetuh hati,Semangat men.


“Aa, ayo banggun buruan uda jam delapan pagi loh," ujar ibu sambil menggosok lembut kepalaku.


“Entar lagi ah, masih ngantuk nih Bu," ucapku sambil menarik selimut dan gulingku.


“Aa teman-teman Aa uda datang tuh, mereka mau ajak Aa naik sepeda ke sawah, mau mancing ikan kata mereka, banggun dih jangan malas dari tadi juga ga mau banggun, sholat subuh sama karate nya pun bolos untung ayah masih dinas ke luar daerah, kalau tidak habis Aa di rotan ayah!" teriak Si kembar dengan nada tinggi.


“Ih Aa banggun nih," kataku malas sambil ngucek-ngucek mata, dan bangkit keluar kamar, biasa cuci muka dan langsung ke teras rumah, kamar sudah ada yang beresin yaitu sih mekar yang rajin membersihkan kamar Aa yang sangat berantakan atau super berantakan, makin sayang Aa samamu mekar.

__ADS_1


Ayah memang lagi ada tugas di luar, katanya seminggu lagi baru pulang, rindu juga sih, aku sering tukar pikiran dan cerita sama ayah biasa soal hal laki-laki, kami ayah dan anak sangat dekat, dengan ibu kurang dekat, kerna tidak suka dekatin ibu kalau di ajak bicara harus tangganya juga ikut bicara, bicara di dapur sambil ngobrol di suruh bantu ini dan bantu itu, banyak hal lah, di kamar pun sambil ngobrol ada aja tanggan ini di suruh lipat baju sambil beresin kamar.


Di ruangan lain pun gitu juga, di suruh beres-beres kerjaan cewek, jadi bstek.


__ADS_2