
HALLO SEMUA NYA TOLONG DONG BANTU LIKE DAN RATE 5 BINTANG,, TINGGALKAN JUGA BUNGGA MAWAR SEBAGAI HADIAH,, TAK LUPA DI YEKAN YA TOMBOL FAVORIT NYA,, BIAR AUTHOR SEMANGAT BIKIN NYA😙❤️
--------------------------
“Huuuh kenyang aku, enak banget pempek nya bos," kata Ilo sambil meminum es jeruk nya dan bersandar di tiang teras.
“Iya nih, terasa banget ikan nya, aku suka pempek telur nya betul-betul enak dan kuah nya juga betul-betul mentap," kata Harun dan Rahmad sambil usap-usap perut nya.
“Kau ini gimana sih, tau nya makan aja, kita nih, kalau datang pasti di suguhi makanan oleh bos, ucap dong terima kasih," kata Ilham santay.
“Iya kami tau kok," kata mereka semua.
“Bos boleh nanya, jangan marah ya bos," bisik Lubis kepadaku sambil duduk di dekatku dan berbicara pelan,takut di tinju nih anak ngomong nya hati-hati kepadaku.
“Bos di antara kami semua teman-temanmu, siapa yang kau suka," kata nya memandangku.
“Siapa? kalian ya" kataku memetik gitar dan meletakkannya di meja dan di ambil Karim dia memainkan lagu nya titik Sandora seperti dia ingin melupakan kejadian di sumur tadi.
“Kalau kalian suruh aku memilih apa yang aku suka, aku akan menjawab nya aku tak suka memilih apa lagi di antara kalian semua, kalian itu temanku dan aku tak mau menyakiti salah satu dari kalian, kerna perasaanku yang penting satu, yang aku mau dari kalian buang itu kata cinta di hati kalian padaku, aku tak perlu itu, kalau kalian tau siapa aku, aku tak ada rasa lain kepada kalian kecuali rasa pertemanan yang akrab, ingat itu jangan ada rasa lebih padaku."kataku datar kepada mereka.
Memang aku harus tegas dan berkata yang sebenarnya ini juga untuk kawanku agar tidak ada perasaan padaku karena, jika ada cinta itu malah akan menghancurkan teman dan membubarkan persahabatan, lagi pulak aku hanya cinta kepada orang tuaku dan adik-adikku begitu jug kepada nenek kakek opa dan omaku, aku rasa hanya itu yang aku punya untuk saat ini.
“Oh begitu, baguslah jadi tak ada yang memperebutkan kamu bos, dan untuk kalian semua udah dengar jawaban bos kan, kita ini bersahabat jadi jangan ada lagi yang ngancurin pertemanan bkita ini kan bos laki-laki, masa kalian laki-laki suka sama laki-laki," gurau Lubis memecahkan suasana kaku tadi.
“Hahaha kau Lubis, bisa saja bercanda," teriak ILo kepada Lubis, iya sih dia takut nanti berantem teman-teman nya.
__ADS_1
“ tak apa, tapi janjiku kalau suatu saat kau berubah bos aku yang pertama kali menembakmu," kata Rahmad tida putus asa denganku.
Pada hari ini ada tamu datang dari Bandung, opa dan Oma datang sama paman sekeluarga, Uda mau tujuh tau tak jumpa dengan Oma dan opa rindu juga habis jauh di Bandung, sementara kami di Palembang di daerah tramigrasi.
Ayah menjemput di bandara talang betutu pakai mobil pak Yusuf tetanggaku, tetanggaku pak yusuf ini memang akrab dengan keluargaku karena dia sama dengan ayah perantau dari Bandung, adik angkatnya ayah walau pun terpisah sepuluh rumah namun selalu anak-anak nya main dengan adik-adikku.
Anak nya baru dua, masih kecil-kecil, yang satu bernama muslim usia 5 tahun, yang satu nya lagi Azizah berusia 3 tahun, menjelang siang yang kami tunggu biru datang juga senang sekali lihat Oma dan opa mobilpun sampai di depan pagar halaman depan, keluar lah Oma dan opa sekeluarga, dan ada satu cowok tapi kok cantik sekali.
“Oma ... opa selamat datang kembali lagi kesini," teriakku gembira sambil mencium tanggan nya dan memeluknya.
“Oh cucu Oma dan gedek, ini Akbar kan," sahut Oma melihatku.
“Hah Akbar? tak salah nih Oma," gumamku memandang dia, Oma Uda betul-betul pikun ya melihatku di bilang nya sih Akbar.
“Lah ini tambah salah dong opa, mazak aku di bilang agung pulak," gumamku.
“Opa Oma ini aku Kurnia, kok opa sama Oma tak ingat sama aku, rasa mau nangis aku di ginikan tau," bisikku di dalam hati.
“Nah kan Aa, Uda di bilang pakai lah baju cewek, lepas tuh berias ini malah tak mau, jadi gini kan sambutan nya," ujar Lizaa dan mekar tertawa.
“Syukurin Aa, uda kena batu nya, suka nya mau nya dia aja, tak pedulikan perasaan orang yang nasehatin, rasain tuh," teriak si Akbar.
“Aduh memang salahku, seharusnya pakai baju cewek jadi Oma bisa bedain siapa aku, ini aku malah pakai baju cowok, celana cowok, badan pun cowok habis,aduh malu sekali, Oma opa jadi salah lihat karena di ingatkan opa dan Oma aku ini adalah si kembar masalah baru buatku," kataku kepada diri sendiri.
Ibu pun cuman bisa geleng-geleng kepala nya, dan senyum melihat Oma dan opa yang kebingungan denganku, dan adik-adikku yang tertawa lucu sedari tadi.
__ADS_1
Jadi biar tak binggung lagi, aku gandeng opa dan Oma ke rumah kami, dan aku duduk kan di teras.
“Ayo, Oma opa kita rehat, Liza mekar ambilkan air minum untuk opa dan Oma," teriakku biasalah komandan macam ayah.
“Kamu ini jangan kasar sama adikmu," ujar Oma.
“Ealah Oma masih kikuk, ini Kurnia lah Oma," kataku memeluk Oma.
“Apa ini kamu Kurnia?, Kurnia cucu pertama opa kan," kata opa terkejut hampir copot jantung opa melihat cucunya begini.
“Yang benar kamu Kurnia kok macam laki-laki ya cucu opa,"
Oma keheranan melihat lagi ke arahku paman pun juga binggung namun cowok cantik itu malah senyam senyum ga jelas, lembut sekali senyuman nya, kali melihat nya lembut ayah datang Bawak koper dan meletakkan nya di ruang tamu begitu juga dengan pamanku membawakan koper keluarga nya.
Kemudia ayah pun duduk di dekat Oma dan opa, seperti nya ada rasa kesal di hatinya itu.
“Huh capek macet pulak di jalan tadi ada orang tabrak lagi, jadi lama juga kita nyampeh iya kan opa," kata ayah sambil menyenderkan tubuhnya di kursih.
“Iya nih, pulang kesini malah lihat cucuku dandan macam laki-laki, mana rambut panjang nya?" kata Oma berpaling ke arahku, aku hanya cenggegesan aja.
“Dia tak mau rambut panjang Oma, kata nya risih dan ribet sekali, kalau mau di urus," kata ibu menjelaskan ke Oma.
“Tapi melati, dia itu kan perempuan harus tau kodratnya siapan dia itu, jangan selalu di biarkan aja," nasehan Oma.
“Oma Aa udah di bilangin tuh, dah di nasehatin tapi dia nya yang ngeyel, nih ada dah berbui mulut nyabdi bilangin ayah dah ibu, namun Oma dan opa lihat sendiri tuh Aa gimana," kata Liza.
__ADS_1