
HALLO SEMUA NYA TOLONG DONG BANTU LIKE DAN RATE 5 BINTANG,, TINGGALKAN JUGA BUNGGA MAWAR SEBAGAI HADIAH,, TAK LUPA DI YEKAN YA TOMBOL FAVORIT NYA,, BIAR AUTHOR SEMANGAT BIKIN NYA😙❤️
--------------------------
“Iya sekarang kita kan kawan, kan masih satu negara," kataku santay pada nya sambil tangganku aku sengaja letakan di pundaknya, dia pun seperti nya mau aku ajak berteman.
“Iya kita teman," kata nya dengan melirikku “tapi jangan salah sangkah aku bukan gay tau!" teriak nya dongkol.
“Ya siapa yang gay, tanya kawanku, siapa aku," semua kawanku pun tertawa.
“Kamu tau ga ketua kami ini cewek loh, mangkanya kamu di cium nya," kata Ilo kepada Steven sambil berbaring capek di sampingku.
“Ah cewekk! yang benar kamu," melompong mereka macam monyet terkejut lihat diriku.
Hahaha, nambah teman nambah wawasan, dengan mereka dan dengan temanku saling jabat tangan dan memperkenalkan diri mereka masing-masing.
Libur lagi, hah ke rumah agan nih, aku dah mandi pagi, dah sarapan ambil sepedaku di garasi dan salam kepada ibu pamit mau ke rumah kawanku, aku kayuh sepedaku di sepanjang jalan kampung, keluargaku termasuk orang terpandang disana, jadi kalau naik sepeda pun selalu banyak yang negur dan kepada yang tua aku selalu hormat menegur mereka terlebih dahulu, serta anak-anak suka menyapaku disaat aku naik sepeda.
Aku jemput mereka dan juga jumpa dengan Iwan, Ilo , Afan dan Rahmat berserta yang lain nya berjumpa di pos kami semua, sebenarnya bisah sih beli motor, tapi belum waktu nya kalau ayah walaupun badanku dah besar dan setinggi ayah, hari ini kami ingin lomba sepeda dari gerbang kampung melewati kebun rambutan lalu sawah warga, lalu lanjut mutar terus sampai di mushola, jarak nya jauh juga, siapa yang samp yang terakhir dia kalah, dan harus traktir bakso pak Ahmad itu janji kami dan balap pun dimulai.
Semua menggayuh sepeda secepat nya termasuk aku, ini uda separuh jalan, dan kami masih menggayuh cepat, lewatlah parit di dekat musholla itu paret nya besar, tapi agak kotor kerna jarang di bersih kan dan tak tau menggapa nasibku lagi apes, bersenggolan dengan Ilham dan Lubis, habis deh sepedaku dan sepeda mereka meluncur deras turun ke parit kotor.
Bum ... suara sepeda jatuh beserta orang yang menggunakan sepeda nya, beriak air kotor oleh kami yang nyebur tidak sengaja itu.
__ADS_1
Apes deh aku dan Iwan masuk paret, basah semua, baik lagi, badan kami berdua, aku betul-betul marah kepada mereka, keluar dari paret merangkak naik dengan badan basah kuyup aku geram tak ketulungan melihat mereka yang tiba-tiba semua nya berdiri dan tertawa terbahak-bahak.
“Hai kalian, sini, ku tinju, kalau mau menang jangan cara nya begitu tau, sengaja ya, sini kamu!" teriakku menunjuk Ilham dan Lubis sambil menggempalkan tangganku tak sadar kalau aku sudah basah.
“Aduh bos, bauk kali air nya," oee ... oee ... mundah Iwan, dan di balas tertawaan oleh teman-temanku, melihat aku dan Iwan yang basah penuh dengan sampah dan tumbuhan Enceng gondok, wih tambah geram aku jadi nya kepada mereka semua.
“Bos dapat ikan nya?" teriak Rahmad tertawa terbahak-bahak.
“Bodoh kamu, angkat sepedaku jangan melihat aja," teriakku sambil membersihkan kotoran sampah yang berada dalam tubuhku, bauk rasa nya dah di jalan aku langsung mencengkram Ilham.
“Ini caramu main hah!" teriakku marah kepada Ilham.
“Maaf bos, aku tak senggaja," kata Ilham sambil membersihkan tubuhku, dan aku menepis tangan nya.
“Jangan ambil kesempatan tau, enak aja pegang-pegang bahaya tau," kataku.
“Bos naik aja sepeda nya," kata Karim memanggilku.
“Berani kau memerintahku pulak kataku sambil melotot melihat ke arah nya," kataku.
“Hehehe ga bos cuman kasih saran aja aku mah," balas nya.
“Kau ini, ga tau apa kalau bos itu lagi marah dan kau nambah ucapan lagi memerintah," bisik Ilo memperingati Karim agar diam dan aku pun sampai rumah langsung ke belakang menuju sumur mau mandi.
Eh datang ibu dan Liza serta si kembar, apa lagi lah, ribut dan tertawa terbahak-bahak mereka melihatku.
__ADS_1
“Hahahaha, Aa yang tampan dah jadi moster rawa," kata sih kembar tertawa.
“Siapa kamu jelek banget, dan bauk sekali," tertawa Liza.
“Tampang Aa jadi imut kali," ujar si Akbar tertawa.
“Iya imut, tapi bauk, hilang deh ganteng nya," balas Agung.
Mmm ... aku diam kan aja, mereka menggejekku, aku buka bajuku dan celana, aku lettak di sudut lantai, pakai celana pendek saja, untung dadaku masih rata, mandi aku suruh pak Kasim Bawak sepeda aku kesini, dan aku mencuci bersih, ada lah sejam lebih aku bersihkan badan dan sepedaku.
Aku suruh juga Iwan sekalian, terpelongo dia melihat aku mandi cuman pakai celana pendek, tapi badanku berotot di lirik nya aku nampak kagum Iwan.
“Ngapain kau, suka ya lihat aku begini," kataku masih marah.
“Ga bos, kau nampak Maco sih ga ada cewek nya sama sekali," sahut nya sambil memandang aku dann membersihkan sepeda.
“Udah lah, cepat mandi dan bersihkan sepedamu itu," kataku sambil membilas sabun sepeda dan selesai aku letak di tepi lalu mandi, Iwan masih membersihkan sepedanya sesekali menoleh ke arahku, ini anak aku jahili juga.
Aku percikkan air ke tubuh nya dia terkejut bukan main, aku lanjutkan lagi, kali ini agak banyak dia hanya diam dan melirikku, aku makin suka dan makin menyiramkan air ke Iwan, dan Iwan pun mulai ke pancing dengan kejahilanku, di ambil nya air dan di siram kan nya ke aku.
Hahaha kami pun main siran-siraman air, dan itu menyenangkan hatiku yang uda reda dan tak marah lagi kepada kawan-kawanku.
“Sini ku bantu," kataku kepada Iwan sambil ikut membersihkan sepeda nya, dengan cekatan tangganku menyikat pakai cabun, Iwan lama kerja nya tak tau aku yang cekatan sekali, di perhatikan nya aku menyiram air dan sudah selesai, aku pun langsung membawa nya ke tepi.
Menyenderkan nya di pohon kelapa, aku kembali lagi melihat Iwan hanya berdiri menatapku, ini anak kenapa ya ada yang aneh ya pikirku sambil memegang badanku ataupun wajahku ga ada lah, aku melangkah ke arah nya dan berkata manis sekali.
__ADS_1
“Sudah puas melihat aku?" tanyaku kepada dia, terkejut Iwan malu.
“Ayo mandi lagi," kata Iwan menggambil air dan membasuh tubuhnya lalu di siramkan nya ke aku, Iwan pun tak menolak lagi, dia pun memakai sampo di rambut nya sambil mengobrol ke aku.