
datang lagi maaf curhat,curhat aku ke pembaca, ini ungkapan hatiku loh tak taulah apa pembaca marah,kesal,jengkel dan histeri,aku mohon maaf yah๐๐๐ dan kita senyum lagi"aaaayooooh๐๐๐ sayang pembaca,๐๐๐musin durian ini tahun ini cukup untuk warga setahun makan.maklum tahun ini melimpah buahnya dan kedatangan pak Tisna sekeluarga,jadi makin berkah kita,kata mang Zul tersenyum.
"aah"jangan gitu pak,semua udah di atur Ama yang di atas,.mungkin ini adalah rejeki semua, ayah ku berkata sambil makan durian lagi,kok dah kenyang lagi nih ayah.
"Kari kom"kamu tadi tidur sama boss,jadi tak ikut pungut durian di semak semak subuh tadi,kami berlarian mencari loh senang sekali di kumpulkan dan di bawa kesini banyak sekali jatuhnya,Iwan senang,kapan lagi makan banyak durian.
"wan dah yuk kita ke kamar mandi dulu buang hajat,lalu ke sungai mandi,boss dah mandi tuh,ajak afan menarik Iwan berdiri.
"hus"kau Iwan nganguh aja aku makan.
kau dah banyak makan,nanti kesambet panas dalam macam mana,jawap afan menarik Iwan
"iya,,iya,,"kita pergi,boss tinggalin untuk ku lagi.
"bodoh amat" aku mau makan ini.jawapku santai.
semua dah selesai makan dan kami berkemas untuk pulang ke desa,ayah suruh tinggalkan aja bawaan kami waktu pergi,katanya untuk kenang kenagan,dan juga nanti nambah berat bawaan,iyahlah gantinya bawa durian sih,lalu datanglah Wardi,Andi dan sandi bersama bapak mereka.
"pak Tisna"ini dukunya ada lima kotak tuk bawa pilang,sama tempoyak dan lempok durian,kata pak sandi kepada ayah yang lagi menyusun durian di belakang mobil.
"oh"trimah kasih" berapa semuanya,tanya ayah pula.
"dak,usah "saya kasih saja,sekarangkan kita keluarga,jawapnya lagi menyuruh Wardi dan sandi untuk angkat lima kotak ke mobil dan meyerahkan tempoyak serta lempok durian ke ibu,ibu mengucapkan trimah kasih karena senang dapat makanan langkadan bisa masak tempoyak setiap hari,mati dah nanti anak anaknya mabok tempoyak ikan patin,itu makanan kegemaran ibu,mabok dah
__ADS_1
"jangan begitu pak"ini saya beli loh,lagian untuk belanja anak anak.kata ayah lagi.
"udahlah"pak saya ikhlas,bapak datang ke sini aja saya udah senang sekali apalagi ini rombongan bapak senang dan bahagia di sini,jawap pak sandi.
"okelah"Bu sini dulu kata ayah sambil melambaikan tangan ke arah ibuku,ibu mendekatin ayah lalu ayah berbisik ke ibu untuk melepaskan gelangyah dan melepaskan kalungnya Dian, ibu terkejut,dengan permintaan ayah,namun ibu adalah seorang istri yang amat patuh(kerena patuhnyah nyai,sebutan tuk panggilan nenek di daerah Palembang sampai sanggup di madu,tungguh bundaku cerita ibunyah ada 2,mantap kan opaku sugitisna)di hampinyah Dian dan ibu membujuk Dian bawa ibu pinjam kalungnya,nanti di rumah ibu ganti yang lebih cantik lagi,Dian pun akhirnya mau di pujuk ibu.lalu ibuku melepaskan gelangyah dan di berikan kepada ayah.lalu ayah menghampiri pak sandi.
"pak sandi,"terimalah tanda kenang kenangan dari saya ini,tolong jangan di tolak,berikan ke anak pak sandi dan istrinyah ,biar di pakai,sehingga membuat saya bangga,kata ayah tersenyum.
"baiklah"kalo itu jadi kenangan pak Tisna,akan saya terima dan semoga pemberian ini menjadi kenangan buat kami semua,pak sandi megulurkan tangan nya menerima pemberian ayah dan mereka berpelukan (Titi wingky,Lala ,gipsy,Poh,berpelukan ha,,,ha,,,,,canda masak kurang ajar sama ortu,durhaka tau,,maaf)
mang Zul ini ada sedikit rejeki dari saya,tolong di terima dan di bagikan kepada mereka,kata paman menjabat tangan dan megulurkan amplok ke mang Zul.
"tak usah pak"kami di kunjungi aja dah senang sekali ,kata mang Zul.
"baiklah kalau begitu"saya ucapkan trimah kasih sekali,kata mang Zul,
lalu anak anak pun beratur naik ke mobil disusun oleh pak Kasim biar muat,karena nambah bawaan. semua dah berpamitan,termasuk ibu,bibi,omadan buk ana menyalami keluarga di sini.satu persatu sambil megucapkan kata pisah,tak tau kapan lagi akan datang ke sini,hanya waktu nanti yang menjawabnyah,sedih waaaah,,,,
akupun naik terakhir ke mobil,ku lepaskan jam tanganku,ku berikan ke Wati,ingat aku yah?tanda kenangan bila aku kembali.wati pun menangis,dan kupeluk,ku katakan kamu cantik say,jangan nangis nanti jadi jelek,kulakukan juga ke Fatimah,Eka,intan dan Ima,cewek cewek desa yang lugu dan alami cantiknya.
ku ambil gitarku melangkah ke sandi,"sandi ambilah gitarku ini "kenangan dariku,mulanya sandi menolak namun aku memaksa untuk sandi terima,ku berbisik"bawah ingatlah gitar ini akan diriku yang perna ada di desa ini(eis,bahasa gaul men).
ku buka jaketku dan ku letakan di bahu wardi terkejut dengan kelakuan ku ini.
__ADS_1
"apa nih boss"kata Wardi sambil ambil jaket di bahunya,
ini tanda kasihku padamu karena penyambutan mu itu malam tadi,jadi jika kau pakai kau akan ingat aku selalu Wardi.
"baiklah"aku terima ku pakai sekarang ya,ujarnya senang dan memelukku begitu juga yang lain senang menerimanyah,lalu ku cium pipi mereka,mereka terkejut,aku tertawa dan megucapkan per pisahhan pada mereka,lalu Iwan yang terakhir juga melangkah dan berkata ke cewek dan cowok itu.
"maafkan kami"sebenarnya boss kami ini cowok jadi jadian alias boss ku sayangi cewek,maaf yah,,,,,,
semua pada terkejut dan melompong tak percaya dengar Iwan Gomong barusan,
aku melambaikan tanganku dan tersenyum manis,.mobil kamipun pergi menuju jalan besar meninggalkan mereka yang memandang antara perasaan senang dan haru biru,ataupun perasaan apa itu,aku pun tak tau.yang mana oeoata ibuku,yang pergi tidak meninggalkan rasa sedih,yang di tinggalkanlah merasa kehilangan dan kenangan karena mereka tetap di sini,bersama bayangan kita,yang tak akan hilang di tempat ini,seperti saat bertemu canda tawa di rumah Wati,malam penuh bulan,ataupun lainya,bayangan itu tetep ada selama mereka di situ.begitu juga kami nanti akan merasa juga di saat opa dan Pama seklurga pulang ke Bandung,itu juga akan kami rasakan kehilangan dan kenangan dari mereka.
mobil pun melaju ke jalan besar lintas timur Sumatra,nampaknya semua pada mengantuk,karena kekenyangan makan durian dan nasi goreng,belum lagi di tiup angin yang masuk dan ayuna mobil,aduh mantap dah tidur tidur nyenyak semua,inipun dah menyender kan Dian di dadanya,begitu juga bibi dan ini tidur duluan,afan dan iwan pun dah miringkan kepalanyah ka aku,"eis"bangun berat bahuku tau.
ayah dan paman megombol dengan pak supir mehilangkan gantuknya.
"pak"mau nanya,anak bapak itu cewek apa cowok yah?tanya pak sopir santun ke ayah yang lagi megisap rokok Surya.
"kalau bapak melihatnya gimana"?ayah balik bertanya
"kalo lihat sih cowok' gaya,sikap,dan cara jalannya cowok,habis heran aja,adik adik dan Kawanya bilang cewek,sahut pak sopir melajukan mobil santai,tidak melaju cepat,karena melihat mereka dimobil pada tidur semua di belakang,kalau cepat takutnya nanti rem mendadak dan kecelakaan pula,kan masalah lagi di keluarga besar yang di bawa pak sopir,
(udah kelebihan kata emot dulu untuk pembaca Ter cintaku dari autor ikka cantek)
__ADS_1