
mau lanjutkan masih banyak memori bundaku berhubungan dengan kisah sekolah,cinta,bucin,baper,cemburu,dan cerita jadul lainya,tak ada di tempat lain dong,asli dari sananya he,he,he,bercanda,bercanda,jangan marahyah.
kak Zul kami pulang dulu,kata mang Musa.
"ei"jangan pulang dulu,ayo kita makan bersama,ini saya ada bawa siput sedut 3 rantang,tadi udah di panasin Ama istri mang Zul,jangan nolak lah,kata ayahku mepelawah mang Musa.
dah usah pak, malu saya,jawap mang Musa menolak halus dengan tersenyum.
"ayo lah saya yang undang",sekalian kita bicarakan mau beli durian dan duku di desa sini nanti kata ayah mengajak lagi mang Musa untuk duduk di sebelah ayah.
kami pun dah mulai makan.
"wah"enak sekali,ada ayam bakar,ada ikan bakar,dan apa ini,cicip dulu yah,kata si Akbar sambil raih sendok dan mencicipin rasanya.
"enak",tapi agak asin dan baunya agak amisyah?
"oh ini rusip",yang itu bekasam udang,yang itu juga bekasam ikan seluang,cobalah,makan dengan umbut rotan dan timun muda(baby cumcuber,bahasa baratnya gituloh) ini pasti enak,kata pak Kasim kepada kami semua.
bukan apa,ada juga aku dan trmanku yang udah rasa ini makanan enak,namun sebagian orang memang tak suka,mungkin melihat warna atau bentuknya macan bubur jadi agak geli,ataupun rasanya yang asing di lidah jadi tidak mau,kalo aku jangan tanya,ini makanan ku,selalu ke rumah badim dan Harun pasti jumpa ini,enak,pakai nasi hangat dan kerupuk ikan ehm,,,,,,mantap,bisa nambah 3 piring,(itupun kalo tak malu di bilang rakus,habis enak kali ,sumpah pocong,dehah)
aku ini penikmat makanan,nantilah aku cerita,ada episodenya yah say.
__ADS_1
kami semua makan dengan senang di campur tingkah laku adik adikku yang sering coba makan dan kemudian pejam pejam rasakan sensasi di lidah mereka,nampaknya mekar dan agung,Jaka suka dilihat mereka makan lagi itu bekasam di campur ikan bakarnya,dan anak paman yang kadang nanya ini itu merasa juga,namun Dadang tak mau,dia hanya makan ayam bakar dan lalapan daun kemanggih dan timun,serta sambal aja,(Woi rugi tak makan itu kapan lagi,kalo dah balik ke Bandung,itu makanan tak ada yang jual dan tak ada memang,ha,ha,ha)
semua dah kenyang,yang laki laki pada duduk di teras cari angin dah santai,ibu ibu dan anak gadis bersikan tempat makan dan mencuci di belakang semua peralatan makan,anank anak turun kebawa bercampur dengan anak kampung,ikut bermain dan bersendah gurau,yang udah di lihat lihat mang zuljangan ada gangguan,
pak Tisna gopilah dulu,cobalah dulu kopi daerah sini,kata mang Zul meyodorkan kopinya ke ayahku.
"trimah kasih"ayo kita minum sama sama,ajak ayah sopan ke bapak bapak yang lainya,sambil menyambut kopi yang di kasih mang Zul.
"tis"besok pagi aja baliknya,papa tengok,kalo malam ini kita pulang,ada halangan sepertinya,tak baik ,opa duduk bersender di dinding,tadi opa ke bawah sebentar dan berdiri lama,aku tau opa lagi menerawang situasi jika kami pulang malam ini,ayah mau pulang sekitar jam 11 lebih,namun mendengar kata opa,ayah nurut aja demi keselamatan semua.
"baiklah "pa,aku ikut aja kata papa,jawap ayahku ke opa sambil mengrasakan harumnya kopi dan meminumnya,nikmat sekali rasa kopi ini,apalagi di minum rame rame.
"nah"makanlah pisang bakar dan pisang goreng ini,ujar istri mang Zul meletakan piring piring yang udah di isi pisang,
"maaf pak Tisna"anak mu yang besartu siapa nama sebenarnya"?tanya mang Musa ke ayah.
"oh dia"namanya Kurnia Pradita,nama panggilannya as,kalo jawanya yah begitulah dia di panggil boss,jawap ayah cegegesan
"o"hebat benar,anak pak Tisna,banyak nama,dan bermacam macam pula,kalo di sini dia di panggil juga kakak boss,ha,ha,ha,gurau mang Zul heran dia.
"bukan apa dia sore tadi kedatangan tamu,yah tamu dari alam lain,untung dia kuat,dan aurahnya besar jadi bisa hadapi,mang Musa memandangku yang lagi menemani adiku main.
__ADS_1
jadi dia tak apa apakan?tanya ayah.
eileh yang jawap malah opa,"kau ini Tisna"lihatlah dulu cucu siapa,kan tak ada apa apa,diakan cucuku,
"syukurlah"pa,diakan anak kesayanganku,he,he,he senyum ayah kepada opa.
"jadi anakku yang lain taklah ya"e,,,,ibuku marah.
"aduh"ibu jangan sewot gitu,aku kan bercanda,mati deh,kalau ibu ikut campur.
"akang tak takut nanti anaknya hilang"?,tanya paman.
"takutlah"iya,susah tau dapatkan dia,nungguh 7 tahun,baru dapat Kurnia itu,pantang larang dah ku jalani,berobat kesana kesini,udah di datangi di suruh begini begitu udah di tepati,tanya pak Kasim ,bosan dah dia gikutin aku teruskan pak,tanya ayahku sambil masih makan pisang bakar.
"tak adalah pak"saya ikhlas ikutin bapak,kemana bapak pergi akan saya temani,kalo bukan bapak yang nolong saya,pasti saya udah mati di bunuh preman preman itu yang begal saya,kenang pak Kasim.
kenangan dulu waktu pak Kasim hampir mati di pukul preman preman itu, untung ayahku baru pulang dari dinas,maklum pegantin baru ayah mau pulang cepat .walaupun lembur taunya masih harus pulang tak tidur di kantor,,pulang pakai motor tengok ada preman kroyok orang di dekat pasar yang sepi dan udah remang remang karena cahaya lampu yang kecil,rupanya pak kasim yang tersesat di pasar plaju dan ke bingungan,udah dah ayahku yang tau bela diri langsung,tolong dan menhatam pukul di bantu pak Kasim yang juga semangat pikul pakai kayu yang dia rampas dari tangan preman yang memukulnya tadi, mereka pun kalah dan lari kocar kacir,lah ayahku di lawan,wong tentara,muda lagi,tau bela diri,habislah,ayahku tak memperpanjang kan pekara,karena ini bukan wilayah ayah dinas nanti ayah serahkan sama kedinasan yang menjaga wilayah ini,,
lalu ayahku pun membawa pulang pak Kasim dan di obati,serta di ajak mau tidak kerja sama ayah,bantu ,bantu di rumah aja,bawa sekali istrinya juga untuk Nemani iibuku yang selalu di tinggal dinas sama ayah,kasihan ibu sendiri,jadi sampai sekarang pak Kasim sekluarga ikut dan menemani kami.dan juga di latih ayah bela diri untuk jaga jaga,pak Kasim yang tau banyak rahasia ayah,
"ha,ha,ha,,,,kau ini"udahlah,itu kisah lama kita berdua!,ayah tertawa senang yang lain pun tertawa juga melihat ayah.
__ADS_1
aku yang di bawa tanggah senyum senyum lihat orang tua semua nampak senang dan bahagia bersama sama.
capek,aku pun duduk di samping rumah di atas batang kayu panjang yang memang untuk kursi ada dua kayunya.angin bertiup sepoi sepoi malam,di temani suara yanyian seranggah malam dan bulan yang bersinar terang ini malam,romantis tau.