Aku Bukan Lesbian

Aku Bukan Lesbian
EPISODE 11


__ADS_3

HALLO SEMUA NYA TOLONG DONG BANTU LIKE DAN RATE 5 BINTANG,, TINGGALKAN JUGA BUNGGA MAWAR SEBAGAI HADIAH,, TAK LUPA DI YEKAN YA TOMBOL FAVORIT NYA,, BIAR AUTHOR SEMANGAT BIKIN NYA😙❤️


--------------------------


“Ayo duduk disini, ngapain begong disitu, semua nya kawan Torik ya?, aduh ganteng-ganteng semua," kata nya sambil duduk manja dan tersenyum ke kami semua.


“Oy duduk lah, mana tadi Sindi kok tak muncul-muncul lagi," kata Torik sambil duduk meraih remote Televisi dan menghidupkan video lagu-lagu visual.


“Ada, dia tadi mau ke rumah kawan nya," ucap Tante tiba-tiba masuk lah Sindi yang imut.


“Ga jadi mih, mau lihat kawan-kawan Abang Torik aja nih," kata Sindi sambil duduk di sampingku.


“Oh yah tante, nama tente siapa ya?, boleh saya kenal sama Tante cantik," ujarku santay, keluar juga nih otak jahatku.


“Oh saya Molia, panggil Tante Lia aja yah, kamu manis juga," kata dia lembut berbicara kepadaku.


“Heheh Tante bisa aja," aku raih minuman teh botol Sosro yang memang sudah tersedia di samping kursi antik nya.


Buka pakai besi pembuka botol.


“Oy bos, tak sopan tau, belum di kasih minum," teriak Alam.


“Iya nih, malu-malu in aja," kata Iwan dongkol.


Aku tersenyum “Kalian mau? bilang dong, saya tamu tapi saja mau menyenangkan Tante Lia dengan melayani nya, apa salah!," kataku dengan sopan ke Tante Lia.


Aku berikan botol teh, dengan menggulur kan, botol dan memandang tajam ke mata nya itu, dapat kamu.


“Oh terima kasih ya, kamu baik sekali, siapa namamu?" sapa Tante Lia sambil menggambil botol teh dan meminumnya kemudian di letakkan di meja kembali.


Sudahku bilang, aku nih Casanova, selalu buat kejutan, ini juga di lakukan biar kawan-kawanku belajat Romantis, aku ambil botol nya, aku minum di bibir botol yang sama, semua kaget.

__ADS_1


“Gila nih bos, berani dia," gumam mereka.


“Manis, lebih manis dari air teh ini," kataku meminum lagi sambil melirik ke Sindi, ini anak aku tempak lagi, Uda pandai curi-curi pandang ke padaku.


“Aku tau, bagaimana pun, aku komandan dari geng ini, jadi jangan main-main sama aku, apa lagi menghianati diriku, tak akan aku beri ampun dan aku menyukai kawan yang setia, dan saling mengerti semua nya," batinku tertawa seram.


Tente Lia nampak malu-malu kucing, banyak cowok nih masih perjaka pulak.


“Ayo di minum, ambil sendiri buk lasri bawakan kue dan buah jeruk nya kesini," teriak Tante Lia.


“Torik kau yang ajak, kau pulak yang benggong," sapa Afan mengejutkan Torik yang dari tadi agak jengkel kepadaku.


“Iya nih aku pun haus," kata Ilo dan Harun, sambil minum dan ambil kue, si Iwan makan jeruk dan membagikan ke pada Rahmad.


Aku ambil jerukku, aku kupas, dan memberikan kepada sindi yang lagi asyik nonton video lagu-lagu romantis, pipi nya tersipu malu dia saat aku letakkan jeruk di tangganya.


“Makasih ya," bisik Sindi malu.


“Bos kau nih dari tadi bersifat Romantis terus, kesal aku melihatmu," kata Karim ketus.


“Kan Tante suka kan melihat nya?"


“Iya baru kali ini loh, Tante dapat perlakuan manis dari ABG macam kamu, biasanya teman-teman Tante aja, yang ABG malah takut dekatin Tante, makan lah lagi, Torik dari tadi kamu tuh tak berbicara, biasanya paling ribut," kata Tante.


“Maaf Tante, sekarang Torik Uda bujang, jadi malu-malu,"


“Tapi Jangan malu-malu in ya Torik," kata Ilo tertawa.


“Kau ini meledekku pulak," ujar Torik sambil ambil botol teh dan kue.


“Disini jangan kongsi, masih banyak tuh," kata Badim saat si Alam mau ambil botol Badim.

__ADS_1


“Maaf Tante, saya mau ke belakang kebelet," kataku sopan.


“Sindi antarin bos,"


“Oh iya memang namamu bos kan?" bertanya Tante Lia kepadaku.


“Tanya aja mereka Tante, mereka yang kasih nama ke sana, permisi ya Tante," kataku dengan manis, aku raih tanggan Sindi untuk menunjukkan dimaja letak wc, uda kebelet nih Sindi melangkah duluan, dan sampai di belakang.


“Ini WC nya, mau di antar masuk ga?" kata nya nakal.


“Ga usah, nanti ada saat nya kamu ikut masuk," kataku sambil berbisik di telinganya dan blam aku pun langsung tutup pintu kalau buang air ya tetap duduk, kalau tak habis celanaku basah hahaha.


“Dah siap," saat aku buka pintu terkejut aku lihat Sindi yang masih berada disana, gila nih cewek nafsu amat, namun cepat aku bersikap biasa jangan nampak bodoh di depan nya.


“Eh kamu kok masih disini, aku Uda siap ayo," kataku melangkah keluar dan dari dapur pandanganku menatap sekeliling mewah dan elegan macam di telivisi senetron tuh orang-orang elit dan kaya di antara yang kaya.


.


.


.


Ada perlombaan pada hari kemerdekaan macam-macam kegiatan, hasil sumbangan warga, di lapangan bola pun ramai sekali, adik-adikku pun ikut nonton dan aku ini bagian penjagaan adikku, adikku memang bukan tipe macam aku, suka jahil semua ikut permainan yang di ajukan oleh panitia lomba, aku duduk di sepeda BMXku, memandang adik-adikku yang asyik ikut perlombaan, tak berapa lama, datanglah Jaka dan Dian ke arahku, seperti nya mereka kecapean sekali.


“Aa ambilkan air dong, sekalian kue nya," kata Dian yang memang tukang lapar maklum dia gendut.


“Iya, Aa balik dulu, ambil air minum dan minta uang sama ibu, Jaka jaga Dian sebentar Aa pulang dulu," kataku mengayunkan sepeda pergi.


Sampai rumah aku menuju ibu ana mintak botol air minum dan ke kamar utama mencari ibu, pas banget ibu ada di kamar, aku minta uang untuk jajanan Dian, ibu pun ke lemari menggambil beberapa lembar uang sebesar lima ribu rupiah, memberikan kepadaku untuk jajan adik-adikku, 5rp jaman dulu uda dapat makan pempek kapal selam yang besar cukup untuk adik-adikku dan beli bermacam-macam es, ada es kapas, es lilin, es Doger, atau pun eskrim yang harganya cuman 50 sen.


Dan adik-adikku yang enam orang itu kenyang makan pempek dan beli es, mereka duduk makan dan minum, di warung pempeknya buk Ridho dan saat kenyang mereka pun kembali lagi ke lapangan bola, tak lama datanglah kawanku satu persatu ke arahku, hari ini ada pertandingan bola dan di ketuai oleh Karim, kami berjumlah 15 orang, 12 di lapangan dan 3 cadangan, aku ikut serta kami kan uda tiga bulan ini latihan lawan kampung sebelah dan anak kompleks.

__ADS_1


Pertandingan di lakukan 2 hari berturut-turut, kampungku melawan kampung Sri nanti, dan anak kompleks melawan anak Mariana, ramai yang menonton dan aku masuk cadangan ini untuk menghindari kecurigaan tim lain, aku kan cewek mana boleh main bola.


Tak apa-apa setidaknya aku kasih semangat ke timku lewat teriakkan dan dan ancaman.


__ADS_2