
HALLO SEMUA NYA TOLONG DONG BANTU LIKE DAN RATE 5 BINTANG,, TINGGALKAN JUGA BUNGGA MAWAR SEBAGAI HADIAH,, TAK LUPA DI YEKAN YA TOMBOL FAVORIT NYA,, BIAR AUTHOR SEMANGAT BIKIN NYA😙❤️
“Awas kalian kalau kalian kalah," ketusku dengan memberi ancaman.
“Ihh sadis sekali!" teriak mereka barengan.
Iya aku kan komandan, karena aku paling tau sifat dan kemauan kawan, aku juga bertanggung jawab pada segala hal, dan aku setia kawan, selalu membantu apa bila ada masalah di gengku ini, aku dalam gaya tingkah dan keahlianku selalu menonjol, menarik perhatian dari semua kawan-kawanku, itu yang membuatku di percaya oleh mereka.
Memang orang tuaku, termasuk orang berada dann terpandang, namun itu tak membuatku sombong, angkuh, dan pilih-pilih kawan yang mau berkawan tentu saja aku terima ada juga anak cowok yang enggak suka dan merasa di saingi dan di lawan olehku, masa bodoh ah, janji jangan ganggu aku, aku pun memang tak suka menggalah atau di kalahkan.
Itu hari aja kawanku bingung mau main apa lagi, pikirku bodoh kali kalian, di kampung ini banyak bahan untuk main, aku ambil kayu atau bambu dan aku jadikan senapang, soal peluruh, aku ambil buah seduduk atau buah Cery, uda jadi.
Kadang buat perahu dari batang bambu atau pelampung dari batang pisang, buat bola aku cari rotan panjang di anyam jadi bola, kadang mancing kadang cari buah di hutan, kadang main tahan liat, pokok nya otakku ini penuh dengan ide-ide cemerlang luar biasa untuk bermain dan paling bete kalau main kawin-kawinan, habis keluar kain dan paling aku benci mereka suruh aku jadi ibu-ibu.
Eh ga mau loh, aku mau jadi nya bapak-bapak tau, main masak-masakkan cari tuh semua bahan di sekitar kita, memang sangat asyik masa-masa SD, atau masa kecilku tapi setelah aku memasuki jenjang SMP Uda berubah permainan, sekarang main gitar, main bola, kumpul-kumpul, main cewek boleh juga dan selalu berantem atau berkelahi, maklum pamer kekuatan.
Ramai yang menonton lomba-lomba, dari ibu-ibu sampai anak bayi, dan juga ada panitia lomba, karena hari ini hanya ada lomba bola, jadi pertandingan nya di buat grup, pertama tim Kemi yang berlawanan dan pemenang nya adalah tim kami, dan berikut nya tim anak kompleks berlawan dengan tim nya anak Mariana, dan tim anak kompleks menang, besok baru permainan final nya, timku melawan tim anak kompleks, adikku ikut nonton untuk memberi semangat kepadaku.
__ADS_1
Yang paling senang Jaka dan Dian, jajan sepuas-puasnya apa lagi jajanan nya di coba oleh mereka semua, bangkrut ibu jadi nya, uang ibu cepat habis, kalau tidak di belikan adikku merajuk, dan aku pulak lah yang tukang pukul nya, mana mau lihat tim main, mana pulak sibuk ngurusin Jaka dan Dian, kadang aku panggil Liza dan mewar, suruh jaga adik nya jangan ganggu Aa lihat bola nya.
“Liza ambil nih Jaka, Aa mau lihat tim Aa loh!" teriakku ke Liza yang lagi asyik bercanda dengan teman-teman nya itu sambil memegang es potong miliknya.
“Aa nih bisa nya nyuruh aja, kan Jaka sendiri yang mau ikut Aa, biarlah dia duudk di sepeda Aa, kan tak ada masalah juga," jawab nya kerna merasa terganggu dengan suaraku ini.
“Eh kau berani melawan Aa hah." sahutku mulai melihat nya lekat, yang sedang bercanda dengan teman-teman nya.
“Liza kau dengar tidak aku dari tadi berbicara,"
“Iyaa-iyaa Aa, Liza dengar apa yang Aa suruh kok,"
“Nah itu batu adik Aa, sayang Aa padamu cantik," aku tersenyum manis harus tegas sama adik, jangan dia berani sama kita.
Pertandingan berlanjut terus dan semakin memanas, banyak orang teriak sana teriak sini, pokok nya suasana nya sangat ramai, habis jaman dulu kan liburan cuman telivisi hitam putih, yang bewarna jarang sekali ada, namun semua nya alami dan natural, tidak di ada adakan di viralkan atau di edit semua nya asli.
Selesai lomba mereka mendatangiku dan berkumpul semua.
Nampak letih dari wajah mereka semua, namun senang juga kerna lomba nya ada cuman satu tahun sekali itu pun, kalau ada yang buat lomba nya, lomba pertandingan sepak bola, dan kami pun akan ikut serta dalam lomba sepak bola itu.
__ADS_1
“Uh capek nih kaki, tim lawan memang kuat-kuat semua, kita sampai harus ngingbangin permainan mereka," sambil datang langsung baring di tikar yang di bawak mekar untung aku cari tempat di bawah pohon jadi dan pohon cery yang teduh untuk mereka rehat di bawah pohon ini.
“Iya haus pulak nih, mana air nya? betul-betul capek aku nya," ujar Karim yang duduk duluan dan aku ambilkan air minum yang Uda aku siapkan daribtafi, terakhir datanglah Dika yang lari-lari kecil, ke arah kami semua dengan keringat yang bercucuran di kepala dan badan nya.
Dia bagian penjaga gawang harus gesit dan tau cara menangkap bola dan bagiku dia tangkas dalam menangkap bola, dan Iwan paling tau dalam strategi menggecoh lawan, Ilo yang paling cepat lari, dan Afan yang punya style menggoper bola ke kawan-kawan nya, kawanku memang ada ke ahlian masing-masing dalam sepak bola ini.
Dika duduk di dekat lubis sambil buka baju yang sudah bawah kerna keringat dari tadi, mereka semua buka baju yang basah, oleh keringat, sepatu dan kaos kaki terdapat dari sumbangan ibu-ibu di kampung yang membelikan seragam bola adalah ayahku yang memang berjanji kalau dapat bonus akan belikan seragam.
Hehehe ... kan ayahku sangat menyukai bola, memang tahun ini ayah tidak bisa tonton karena sudah 1 bulan dia harus dinas keluar, mungkin akan pindah tugas, tak apa nama nya kan aparat negara, harus begitu, yang penting ayahku sehat wal'alfiat dan selalu menjadi ayah kesayangan kami semua.
Sayang deh sama ayah.
“Nih handuk, lab badan kalian tuh, basah sekali seperti mandi aja," ujarku sambil mengambil handuk yang aku tarok di sepeda BMXku.
Rata-rata temanku datang Bawak sepeda kan rumah di kampung jaman dulu letaknya jauh-jauh namun aman dari pencuri dan perampok karena ada ayah dan pak rodim serta pak Joko aparat disana yang tinggal di kampung kami, belum juga pos kamling yang selalu siap siaga.
“Terima kasih bos," kata Ilham sambil usap-usap handuk ke badannya.
“Sini aku juga mau tau," kata Badim sambil ambil handuk yang berada di tangan Ilham begitu juga dengan yang lain nya menggelap badan mereka yang tak mau hanya di biarkan kering sendiri itu, di teroa angin yang datang bertiup sebagai berbaring kerja capek.
__ADS_1