
come back,N as mun ini baru pertama kalinya paman makan di lesehan,harganyapun murah meriah,tak kempunanlah mereka makan sepuasnya,
bos,ini enak sekali,kepitingnya,aku baru kali ini makan,aku ingin makan sotong itu boleh?kata agan berbisik kepadaku.
fan aku juga mau sotong itu,bisik Iwan malu.
Rahmat,kamu mau juga?kataku ke arah Rahmat.
nggak!aku ingin cicip kerangnya aja boleh boss? tanya Rahmat sambil masih megupas kulit kepiting yang di pukul tadi.
ku raih sotong pakai sendok besar,ku kasihkan ke mereka.dan ambil kerang ku kasihkan ke Rahmat,
ehm,enak sekali,berkata agan dan Iwan senang.
kau coba ini kerang,ini lebih enak tau.kata Rahmat.
enak yah?,boss aku mau itu juga,tunjuk Karim melihat Rahmat megupas kerang.
nih ambil,sekalian sotongnya,kapan lagi makan enak kalo tak hari ini aja.susah loh carinya,kalo tak di restoran mewah,kataku memgoda mereka semua.
kaupun makan boss,jangan sibuk layan kami aja,nanti kamu sakit aku yang susah jadinya,Rahmat melihatku perhatian.
e,,, kau mat romantis pula,kan dari tadi bosspun dah makan,cuma dak pakai nasi,biasa kucing,kata Iwan.
iya ,boskan kucing kucingan,teriak Riza tertawa.
__ADS_1
hi,,kau nih dek.asal keluar aja tuk ,kata afan.
iya ,Memeng aku makan pakai kuah aja,di hirupdan magupas kulit udang,makan tak pakai nasi,selalu kebiasaan.
ku lihat dadangpun makan santai aja.orang tua makan di gubuk .kami makan di bawa,bentang tikar di bawa pohon akasia dan pohon karet adem rasanya.
"Dadang,"kamu kok makanya sedikit,kataku melihatnya,yang udah selesai dari tadi.
udah kenyang!tadi dah makan nasi uduk dan pempek,ini makanan baru datang,jadi dah keburu kenyang,kalian makan aja,habisin punya saya nih,katanya meyodorkan udang dan sotong lagi ke kawanku,
"huh,,"itu kan untuk berbagi,bukan punyamu sendiri bisikku jengkel ke Dadang.mentang mentang papanya yang bayar semua.
tiba tiba,Karim terbatuk batuk keras,kami kaget dan terkejut melihatnya
kamu gapa Karim,"minum,minum airnya cepat,cemas afan melihatnya.
setelah minum,karim baru lega,yang yangkut di lehernya dah tak ada lagi,semua pun dah tenang,kecuali teman temanku yang masih dongkol dengan Karim.
nampaknya semua udah selesai makan,habis semua bersi di makan tak bersisa termasuk kuah kari Sop dan gulainya.kenyang semua.
oma dan ibudan orang cewek yang kemaskan barang yang udah di keluarkan tadi disusun lagi,dan dibersikan,di bawa ke bis,anak anakpun dah disuruh naik ke bis,dan di suruh duduk di tempatnya masing masing.karena mau pergi lagi ke dusun pak Kasim. ayah hitung ada tidak yang tertinggal dan juga ibu periksa ada yang bilang tak barangnya,lepas tuk ayah dan paman naik terakhir,duduk dekat pak sopir,lalu saat mau berangkat ini, datanglah pemilik warung memberikan sesuatu kepada ayah,
terima kasih pak.sudah mau mampir ke warung kami.ini ada sedikit masakan kami yang bapak belum cicip oleh bapak sekeluarga,ini ada siput sedut gulai dan ikan pari bakar terima yah pak! kata pemilik warung meyerahkan rantang kepada ayah,
oh!,terima kasih juga,dah memberi makanan ini,kata ayah kepadanya dan megambil pemberiannya.
__ADS_1
pak ini rantang tak di kembalikan ?,tanya ayah,
taklah pak,nanti kapan kapan mampir baru bapak kembalikan,katanya tertawa mendengar candaan ayah yang senyum senyum.
ha ha ha,,,ayah ini ada ada saja,kamipun tertawa.
pukul 12 lebih kamipun berangkat,melanjutkan bis ke dusun,semua pada kenyang dan mengantuk ,jadi pada tidur,termasuk aku juga,kecuali ayah,paham dan pak sopir yang tak tau gombrol apa mereka.
sekitar jam 2 lebih baru sampai di dusun.bid berhenti di halaman,dan semua di bangunkan,semua di suruh turun,di dusun yang kecil,mungkin ada 30rumah aja,namun asri dan Yaman,di kelilingi pohon pohon besar,sebesar pelukan orang dewasa,itu rata rata pohon duku dan durian,buahnya tergantung gantung di batang dan dahanya,penuh dengan buah yang hampiir mau matang ,untung kami datang dah musim panen,jadi tak nunggu lama,kami di ajak ke ruma saudara pak Kasim,rumahnya panggung tinggi megelahkan binatang buas,dan ganguan lainnya, teduh dan asri,di kelilingi tanaman bunga,di belakang ada sungai kecil namun ada batu batuan,dan banyak pasir tak perna keringnamun tak dalam hanya setinggi paha dan lutut orang dewasa,bening sekali airnya,sejuk,
saat turun kami yang besar di seruh bawakan baju baru dan baju bekas yang udah di susun di kardus ,serta perlengkapan sekolah,ini semua ayah dan paman yang berikan,dan juga makanan yang kami bawa,disuruh naikan semua ke rumah oleh kami,dan kami semua menurut perintah ayah dan bergegas menbawa barangnya,
orang tua di persilakan naik ke rumah kamipun ikut juga namun tak lama bosan, dan kami turun ke bawa melihat anak anak main kelereng,si kembar Akbar dan agung ikut main,Jaka,Dian dan lili main cakengkeng sama anak anak cewek,
aku dan temanku ke belakang rumah .ku ajak juga Dadang ,bosan di rumah tak ada yang di lihatmelihat tanaman sayur mayur dan apotik hidup,pantesan mereka tak ke kurangan sayur,
kami kemudian kesungai jerni itu,nampaklah udang,ikan ikan kecil,dan siput yang ada di situ ini karena airnya bening,dan banyak pasir.
kamipun gulung celana panjang sampai lutut dan mulai melihat airdi pinggir sungai sambil duduk duduk di batu,Iwan dan afan sibuk cari ikan pakai tanggan,lucu lihat tingkah laku mereka,ku perintahkan mereka buka baju nanti basah baju mereka, cukup kaos dalam dan celana pendek aja.kawan kawan ku setujukah aku tau srebentar lagipada jebur tuh.liat aja nanti gumamku,
seluruh baju dan celana di letahkan di atas dahan pohon waruh,kamipun melanjutkan main air,datang lah Dadang,memang ini anak agak jijik dan pembersihan banget,cuma liat liat doang,
lihat aku usulin Dadang,ku dekati dia dan ku siram air ke badannya,terkejut dia dan melihatku di batu besar,
apa nih!jangan usil kamu,basah deh bajuku,terus dia asap usap bajunya
__ADS_1
ih,,,sok bersi mandi sana,buka bajumu,kataku sengit sambil ambil air lagi pakai tanggan dan ku siramkan ke dia.