Aku Bukan Wanita Simpanan

Aku Bukan Wanita Simpanan
Terkena Air Panas


__ADS_3

Ajeng sebenarnya takut bicara ,tapi karena Ajeng merasa belum sehat betul Ajeng pun mengangkat wajahnya.


"Ta,,tapi Tu,,tuan Saya belum begitu sembuh,apa boleh saya seminggu lagi tinggal di sini,,"sambil terbata Ajeng berkata.


"Saya sudah habis banyak uang untuk kamu,dan Saya tidak ingin keluar uang lagi kalau kamu tinggal di sini lebih lama lagi,"


"Saya tidak akan meminta uang dan merepotkan Tuan lagi,saya hanya di sini seminggu saja ,menunggu luka luka saya sembuh,"


"Tapi kalau kamu mau tinggal di sini kamu juga jangan cuman diam saja,kamu juga harus beres beres membersihkan apartemen ini,,"


"Iya Tuan,,saya akan melakukanya,,"


"Bagus,,ya sudah saya mau istirahat,,"Dafa bangun dari duduknya lalu masuk ke kamar, Ajeng langsung bisa bernafas lega.


Malam harinya Ajeng merasa lapar,Ajeng yang tadi siang sudah masak sama Suster Mita menuju dapur,Ajeng makan sendiri am,Ajeng merasa kesepian karena kemarin ada suster Mita yang menemaninya selama seminggu.


Saat sedang makan,Dafa masuk ke dapur karena mau minum,"Kamu makan apa,,?"Ajeng yang kaget langsung bangun dari duduknya dan menunduk.


"Ini Tuan ,,saya makan sisa sayur yang tadi siang di masak suster Mita,"Ajeng bicara sambil terus menunduk.


"Emang wajah saya ada di bawah yah,"Ajeng menggeleng.


"Kamu bicara terus menunduk gitu,saya itu ada di depanmu,jadi jangan menunduk tatap saya,,"Ajeng yang merasa takut lalu mengangkat wajahnya.


"Maaf Tu,,tuan,,"


"Saya juga mau makan,ambilkan saya makan,,"Dafa lalu duduk,Ajeng yang belum pernah melayani orang makan seperti tuan Dafa bingung dan hanya diam.


"Kok diam saja,kamu bisa ngga sih,,"Ajeng menggeleng lagi.


"Ya Tuan,,kamu itu ambilkan saya piring,sendok lalu minum ,gitu aja ngga bisa,"Ajeng tanpa menjawab langsung mengambilkan semua yang di butuhkan untuk Dafa.


"Ini Tuan silakan,,"Lalu Ajeng mendekatkan semua makanan ke Dafa.


Dafa pun mengambil makanan,"Kenapa berdiri terus,kamu masih makan kan,,duduk ,"Ajeng dengan pelan duduk.


Keduanya makan bersama,dan saling diam,Dafa selesai makan duluan,Dafa makan sangat lahap,karena sayur dan lauknya cocok di mulutnya.


Dafa masuk ke kamar,dan Dafa mengambil uang dua ratus ribu di dompetnya,Dafa keluar lagi dan ke dapur lagi,Ajeng di dapur sedang cuci piring kotor.

__ADS_1


"Ajeng,,berhenti dulu,saya mau bicara,,"Ajeng menghentikan cuci piringnya.


"Ini uang dua ratus ribu,besok buat kamu belanja sayur ,di depan gedung apartemen suka ada tukang sayur kan,ini ambilah,,kalau habis kamu bilang aja lagi,"


"Iya Tuan terimakasih,,"Ajeng mengambilnya.


Dafa lalu pergi ke kamar lagi,Dafa di kamar tidak hanya tiduran saja,tapi Dafa juga sambil bekerja dengan laptopnya.


Paginya Dafa sudah bersiap untuk ke kantor,saat keluar dari kamar,Dafa melihat Ajeng yang sedang menyapu.


"Pagi Tuan,,,"Ajeng berhenti menyapu dan menyapa Dafa.


"Pagi,,saya mau berangkat kerja dulu,,"


"Tuan ngga sarapan dulu,saya sudah masakan nasi goreng,,"


"Ngga,,makasih,,saya sarapan di kantor saja,"sambil Dafa sibuk pakai sepatu.


Dafa pun pergi setelah pakai sepatu,Ajeng lalu menyelesaikan menyapunya,karena belum sepenuhnya sembuh Ajeng bekerja beres beres dengan pelan pelan.


Selesai menyapu dan mengepel ,Ajeng turun ke bawah untuk membeli sayur,Suster Mita kemarin kemarin sudah mengajarinya cara naik dan turun menggunakan Lif,jadi Ajeng sudah tidak grogi dan takut.


Dafa di kantor sedang rapat ,Karena kantor baru jadi belum banyak karyawan,Dafa buat anak cabang ini atas nama dia,Istri Dafa taunya Dafa ke Jakarta ya karena ada kerjaan,tapi kantor Dafa ini berhubungan dengan kantor istrinya itu,biar kantor Dafa ada orderan.


"Saya harap semuanya bisa bekerja dengan baik,walaupun perusahaan ini masih kecil,tapi kalau kita bekerja dengan sungguh sungguh pasti akan cepat berkembang,"


"Siap Pak,,"jawab karyawan Dafa yang baru ada 15 orang.


"Baiklah rapat selesai,dan sekarang kalian boleh lanjut kerja,"


Rapat selesai dan semuanya balik ke tempat kerja masing masing.


Dafa masuk ke ruangannya,Dafa punya orang kepercayaan yang bernama Salim,dia juga sekaligus sekertaris Dafa.


"Lim,,saya di sini hanya 3 hari,jadi surat surat mana saja yang harus di periksa dan di tandatangani,biar saya ngga perlu bolak balik dan kalian juga tidak repot,"


"Ya Pak akan saya siapkan,"Salim lalu menuju meja kerjanya dan mengambil 5 map yang harus di periksa Dafa ,dan juga harus di tandatangani.


Sore hari sekitar jam setengah 6 Ajeng duduk di balkon dan memandangi kota Jakarta sambil menikmati angin .

__ADS_1


"Ya Tuhan Aku kangen sama orang tuaku,pasti mereka kuatir,tapi Aku harus menghubungi siapa yah dan pakai apa,"


"Hai Angin,,tolong sampaikan pada orang tuaku kalau Aku di sini baik baik aja,dan bilang juga Aku merindukan mereka,"Sambil Ajeng bangun dari duduknya lalu tanganya di rentangkan.


Dafa pulang dari kantor,saat akan masuk ke kamar melihat pintu balkon terbuka,Dafa lalu mendekati pintu karena mau menutupnya,angin nya terlalu besar dan juga sudah dingin.


Sampai di pintu Dafa melihat Ajeng yang sedang merentangkan tanganya sambil berkata kangen pada orang tuanya.


"Ini sudah sore dan mau mahrib,masuk lah,,Angin nya juga ngga baik di badan kamu yang baru sembuh,"Ajeng menengok ke Dafa lalu menunduk langsung karena malu.


"I,,iya Tuan,,"


Dafa pergi setelah bicara,Ajeng masuk dan mengunci pintunya lagi,Ajeng menuju dapur untuk menyiapkan makanan,karena semalam Dafa makan pake sayur juga lahap,sekarang Ajeng juga masak cuman sayur sama goreng tempe.


Sekitar jam Tujuh Dafa belum keluar juga dari kamarnya,padahal Ajeng sudah sangat lapar.


"Aku makan duluan kali yah apa Aku panggil,"


Ajeng lalu duduk,karena sudah sangat lapar,Ajeng mengambil nasi ke piring.


Selesai makan Ajeng mencuci piringnya,setelah itu menutup makanannya dengan tudung saji.


Ajeng memutuskan untuk masuk ke kamar dan tidur,karena sudah mengantuk.


Pagi harinya Ajeng ke dapur,dan di meja dapur makanan sudah habis,"Syukurlah Tuan Dafa memakanya,"


Ajeng membereskan piring kotor di meja makan,setelah itu Ajeng mencucinya.


"Ajeng,,,buatkan saya Kopi,,"Ajeng menengok ke belakang ternyata Dafa sudah duduk di kursi meja makan.


"Baik tuan,,"Ajeng lalu merebus air untuk buat kopi,Cangkir di isi dengan kopi hitam dan gula,Air sudah mendidih,saat sedang menuang,Ajeng tidak hati hati,jari tanganya terkena panci panas.


"Awww,,,panasss,,"Dafa yang melihatnya bangun dari duduknya.


"Kenapa,,makanya hati hati,,"Dafa melihat jari Ajeng merah,Dafa tanpa bicara langsung mengambilnya Dan di siram dengan air kran tempat cuci piring.


Ajeng yang melihat tuan Dafa seperti itu sedikit kaget.


"Duduklah,Saya akan bilkan salep,"Ajeng hanya diam dan Dafa pergi ke kamarnya untuk ambil salep.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2