
Setelah Pak Lurah di beri penjelasan oleh Pak RT,Pak Lurah lalu bicara ke warganya tentang masalah Ajeng yang di tuduh sebagai wanita simpanan.
Warga langsung bubar setelah tau kebenaranya dan bukti buktinya, Akhirnya di rumah Ajeng sudah tidak ada orang lagi,sekarang Ayah dan Ibu sudah merasa lega karena permasalahanya sudah selesai.
"Ayah Ibu,,saya dan Salim akan cari hotel untuk menginap,dan besok saya dan Salim akan datang lagi ke sini,"
"Mas tapi hotel cukup jauh dari sini,ini sudah malam,"kata Ajeng.
"Ngga papa,kita kan perginya naik mobil ini,"
"Ya itu memang lebih baik,kalau kalian tetap di sini pun kalian tidak bisa tidur dengan nyaman,,"kata Ayah.
"Iya,,kalian biasa tidur di kasur empuk dan ada AC lagi,di sini boro AC kipas aja ngga ada,dan kasur juga ngga ada,emang kalian lebih baik tidur di hotel,tapi ingat besok harus datang ke sini,jangan sampai ngga datang,bisa malu kita sekeluarga nanti,"Ibu bicara sangat panjang.
"Iya Bu,,pasti kita akan datang,,"jawab Dafa.
"Ya sudah Sanah berangkat,ini sudah malam,"
Dafa dan Salim lalu pamitan,Ajeng mengantar sampai depan,mereka pergi naik mobil Salim.
"Hati hati ya mas,,"kata Ajeng.
"Iya,,kamu masuk dan istirahat lah,"Ajeng menjawab iya.
Sebelum Dafa pergi,Dafa memberikan amplop coklat yang isinya cukup tebal kepada Ajeng,Dafa tadi lupa mau kasih ke orang tua Ajeng karena amplopnya ada di mobil,dan karena tadi ada masalah jadi pikiran Dafa terbagi,Dafa bilang pada Ajeng itu untuk biyaya besok,Ajeng pun menerimanya.
Mobil pun pergi Ajeng langsung masuk,Ayah dan ibu sudah masuk kamar,Ajeng juga masuk ke kamarnya,amplopnya akan memberikanya besok aja .
__ADS_1
"Pak saya ngga nyangka warga se anarkis tadi,"
"Ya karena ada yang ngomporin,ya sudah lah yang penting sekarang sudah selesai,"
"Iya,,pak,,"
Dafa membuka hpnya,lalu mencari hotel terdekat,Dafa tidak mencari yang bagus tapi setidaknya yang layak untuk tidur.
Setelah sampai hotel keduanya memesan kamar satu tapi yang ranjangnya dua,setelah dapat keduanya langsung istirahat.
Pagi hari sekitar jam 4 Ajeng bangun,emang sudah biasa setiap jam 4 pagi keluarga Ajeng bangun,karena selalu pergi ke ladang untuk bekerja .
"Ibu,,Ayah mana,,?"
"Ada di kamar mandi,ada apa,,?"
"Apa itu,,?"
"Uang untuk persiapan nanti siang,"Ibu langsung melotot dengar isinya uang,karena cukup tebal.
"Coba ibu lihat,berapa isinya,?"
"Ajeng belum tau Bu,"Ayah pun datang ,Ibu lalu menyuruhnya untuk duduk.
"Ayah lihat lah,uang dari Dafa katanya buat biyaya nikahanya nanti,"
"Syukur lah Dafa ngasih,coba berapa isinya,"Ayah sebenarnya semalam mau bilang tapi ngga enak,sebenarnya Ayah juga bingung tentang uang senalam,tapi sekarang sudah lega.
__ADS_1
Di bukanya amplop lalu ada dua gepok,dan satu gepok bertuliskan 10 juta,jadi totalnya ada20 juta,Ayah,Ibu dan Ajeng yang baru lihat uang segitu banyaknya langsung kaget.
"Ya Tuhan Ayah,,Ajeng,,20 juta ini,,"Ibu tersenyum senang.
Ayah langsung membagi tugas,Ibu ajak tetangga belanja,Ayah langsung ke rumah pak RT untuk minta bantuan mengurus tenda dan kursi,ayah setelah itu juga langsung mau ke kayim desa yang mengurus pernikahan Ajeng dan Dafa.
Setelah bagi tugas keduanya berangkat langsung,Ajeng di larang pergi pergi,di rumah saja sama adek nya.
Jam berlalu,rumah Ajeng sudah ramai orang yang bantu untuk mengerjakan semua baigian bagianya.
Di dapur sudah banyak ibu ibu yang bantu memasak,sekitar jam 20 Dafa dan Salim sudah datang,melihat rumah Ajeng sudah ramai dan Siap Dafa merasa lega.
Ayah langsung menyambut Dafa dan Salim untuk duduk,Ajeng sekarang sedang di dandani di dalam kamar,Ibu rupanya tadi pergi ke tukang rias pengantin dan menyewa baju juga.
Jam 11 pak penghulu dengan rombongannya datang,karena semua sudah siap,acara akad pun akan di mulai.
Ajeng keluar dari kamar dan berjalan mendekat ke Dafa sambil di gandeng ibu,Dafa melihat Ajeng yang di dandani cukup kaget,karena Ajeng sangat berbeda,dan jadi sangat cantik,karena selama ini Ajeng jarang berdandan.
Ajeng sudah duduk di dekat Dafa,tapi Dafa masih terus menatap Ajeng.
"Mas Dafa sudah yah menatapnya,lanjut nanti saja kalau sudah ijab selesai,sekarang kita ijab dulu biar cepat selesai dan mas Dafa bisa menatap Ajeng sepuasnya nanti,"Dafa langsung malu,karena semuanya dengar ucapan pak penghulu yang bicara pakai mic.
Lalu acara ijab pun di lakukan,Dafa yang cukup tegang sampai mengulang dua kali.
Akhirnya setelah melewati ketegangan,saksi mengucapkan kata SAH,semua mengucap syukur.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1