
Hari berlalu,dan bulan berganti,Dafa dan Meta sudah resmi bercerai,Jeje yang terlihat sangat sedih,Dafa juga sedih tapi mau gimana lagi.
Tapi Jeje belum tau kalau ternyata Jeje itu bukan anak kandung Dafa,Dafa yang meminta ke Meta jangan memberi tau ke Jeje dulu,karena takut Jeje makin terluka.
Ajeng sangat senang saat tau Dafa sudah resmi bercerai,karena Ajeng jadi tidak merasa bersalah.
Keduanya sekarang makin lengket,dan Dafa juga makin berani ke pada Ajeng.
"Mas,,makan malamnya sudah siap,kita makan dulu yuk,"Panggilan Ajeng sudah berubah,itu yang di minta Dafa,kalau di rumah Mas kalau di kantor Pak.
Ajeng sambil buka pintu kamar Dafa,Dafa yang sedang mengecek kerjaan langsung meletakannya,"Iya tunggu bentar,masuk dulu,,Mas rapikan dulu kerjaan,"Ajeng masuk ke kamar Dafa lalu duduk di sofa,sambil ikut bantu rapikan kertas di meja.
"Sudah yuk,,"Dafa mengajak Ajeng keluar,keduanya keluar dari kamar,Dafa sambil merangkul pundak Ajeng.
"Masak apa sih,baunya wangi banget,"
"Ajeng cuman buat soto daging Mas,"
"Oh,,kayanya enak nih,"
"Semoga,,"
Sampai di meja makan,Ajeng langsung menyiapkan untuk Dafa,"Ayo Mas kita makan,,?"
"Iya,,ayo kita cicipi soto daging buatan calon istri,,"Ajeng langsung menatap ke Dafa,karena Dafa tadi bilang calon istri.
__ADS_1
"Kenapa,,kok kaget gitu,,apa kamu ngga mau menikah dengan saya,,"
"Apa Ajeng pantas untuk Mas,,?"Dafa tersenyum.
"Kenapa bilang begitu,justru harusnya Mas yang tanya,apa kamu mau menikah dengan duda yang sudah tua ini,? soalnya di luar banyak laki laki yang lebih muda dan ganteng ganteng,Mas justru takut kamu menolak Mas,"
"Bagi Ajeng ngga perlu muda dan ganteng,yang penting tanggung jawab, sayang sama Ajeng dan keluarga Ajeng,"
"Jadi apa kamu mau menikah dengan mas,,"Ajeng diam karena sedang berfikir lucu,tidak menyangka di umurnya yang baru mau 19 tahun di ajak nikah.
"Kenapa diam,,kamu menolak Mas,,?"Ajeng menggeleng sambil tersenyum.
"Trus apa jawaban kamu,mau atau tidak,,?"Ajeng mengangguk.
"Jangan hanya mengangguk,jawablah yang benar,,"
"Apa itu harus,,?"
"Ya harus lah,Mas ngga mau,,?"
"Bukanya ngga mau,tapi Mas takut ngga dapat izin sama orang tua kamu,,"Ajeng tersenyum.
"Kenapa tersenyum gitu,,?"
"Kenapa gitu pikiran nya Mas,Mas harus yakin dong,,"
__ADS_1
"Tapi nanti kamu bantuin bilang yah,,kita bareng bareng bicaranya ke orang tua kamu,,"
"Iya,,nanti Ajeng bantuin,,"Dafa tersenyum senang.
"Kapan kita perginya Mas,,?"
"Mungkin akhir bulan ini,ngga papa kan,?"
"Iya ngga papa,"
Keduanya lanjut makan,selesai makan Ajeng beres beres meja,sedang Dafa menemaninya sambil memainkan hp.
"Mas,,besok kan hari libur,Ajeng mau belanja ke supermarket yah besok,,"Dafa mengangkat wajahnya
"Besok Mas antar,jam berapa mau perginya,,?"
"Bukanya Mas mau pergi sama Mas Salim Malin golf sama kliyen dari luar negri,,"
"Iya Yah,,ya udah kamu belanjanya siang aja,tunggu Mas,kita belanja bareng,Mas ngga mau kamu pergi sendiri,,ngerti,,"Ajeng hanya membuang nafas kasar,dan menjawab Iya,Ajeng memang ngga boleh dan ngga pernah pergi sendiri kemana pun kalau di luar apartemen.
"Mas,,Ajeng mau tidur dulu yah,udah ngantuk,,"
"Tidur kamar Mas aja yuk,,"
"Ngga mau,,takut ada setan,,"sambil tersenyum,Dafa bangun dari duduknya lalu keduanya menuju kamar masing masing.
__ADS_1
Dafa mencium kening dan Bibir Ajeng dulu sebelum masuk ke kamarnya.
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...