Aku Bukan Wanita Simpanan

Aku Bukan Wanita Simpanan
Menggigil


__ADS_3

Ajeng yang melihat milik Agung langsung menunduk malu,Dafa juga tanganya yang sakit reflek mengambil handuk yang jatuh.


"Sudah,,kamu keluar aja dulu,"Ajeng tidak menjawab tapi langsung ke arah pintu dengan wajah terus menunduk keluar dari kamar mandi.


Ajeng mengusap dadanya yang masih deg degan,"Ya Tuhan,,Aku mimpi apa semalam,kenapa Aku melihat gituan sih,,"Ajeng sambil merinding saat ingat milik Dafa yang panjang itu.


Ajeng lalu menuju sofa,Dafa di kamar mandi memasang handuknya lagi dengan susah payah dan menahan sakit.


Setelah itu Dafa memanggil Ajeng lagi karena Dafa susah membawa botol infus.


"Bawakan infusnya,saya sudah,"


"Iya Tuan,"Ajeng menjawabnya dengan pelan,lalu mengambil botol infusnya.


Dafa lalu duduk di kasur,Ajeng mengambilkan baju dan celana untuk Dafa.


"Maaf Tuan,saya pakaikan baju dulu,"Dafa menjawab iya.


Setelah selesai di pasang baju,sekarang tinggal celananya,Ajeng sedikit bingung karena takut melihat lagi.


"Kalau kamu ngga mau pakaikan,biar saya pakai sendiri,"Dafa mengambil celananya,Dafa juga tau pasti Ajeng ngga enak,apa lagi tadi ada kejadian yang berhubungan dengan celana.


Dafa dengan pelan memakainya,Dafa kesusahan karena ada jarum infus di tangan kiri dan tangan kanan luka.


Ajeng yang tidak tega melihatnya,lalu akhirnya membantu.


"Trimakasih yah,,"Dafa sambil tersenyum dan Ajeng dari tadi hanya menunduk tapi menjawab iya.


Dafa tiduran setelah pakai baju,Karena merasa nyaman Dafa pun tidur.


Ajeng duduk di Sofa sambil main hpnya,Ajeng berkirim pesan dengan Anto,Anto bilang mau ke rumah Ajeng,mau memberikan uang kiriman nya.


"Mas,,nanti kalau sudah di rumah Ajeng,Ajeng pengin telfon yah,Ajeng pengin ngobrol sama Ayah dan Ibu,,"pesan yang Ajeng kirim.


"Iya,,nanti kalau sudah sampai Mas akan kabarin,"jawab Anto.


Ajeng menunggu sekitar 20 menitan,baru Ada pesan masuk.

__ADS_1


"Mas udah di rumahmu,"


Ajeng langsung menelfonnya,"Halo Mas,,boleh ngga Ajeng bicara sama Ayah dan Ibu,?"


"Iya Boleh,tunggu bentar,,"Anto memberikan hpnya pada Ayah dan di sepeker biar ibu bisa dengar.


"Halo Ajeng,,"Ayah berkata.


"Halo Ayah,,Ayah sama ibu dan adik gimana kabarnya,,?"


"Kita semua baik,,kamu gimana Nak,,kenapa lama ngga ada kabar,Ayah dan Ibu kuatir,,"


"Ajeng juga baik,maaf Ayah,,Ajeng buat kuatir Ayah sama ibu,,Ajeng sekarang sudah punya hp,nanti no nya Minta aja ke mas Anto ya Yah,bulan depan Ajeng kirim lagi,nanti Ayah beli hp biar kita bisa komunikasi ,"


"Iya Nak,kamu kerja apa,,kamu ngga kerja yang aneh aneh kan,,?"Ibu langsung ikut bicara.


"Ajeng kerja jadi ART Bu,,"


"Ya ngga papa Nak,yang penting kerja dan uangnya halal,"


"Mas Anto makasih yah,maaf merepotkan,"


"Ngga papa,,Mas ngga merasa di repotkan kok,,"


Setelah itu telfon pun di matikan,Ajeng merasa lega karena sudah tau kabar orang tuanya dalam keadaan sehat.


Ajeng melihat jam sudah pukul 8 malam,Ajeng mendekati Dafa lalu membetulkan selimutnya.


Ajeng ke sofa lagi dan akan tidur,Ajeng memejamkan matanya.


Sekitar jam 12 malam,Ajeng terbangun karena mendengar suara Dafa yang memangilnya,Dafa mau menekan tombol untuk memangil suster tapi susah.


"Tuan,,tuan kenapa,,?"Ajeng langsung loncat dari atas sofa dan mendekat ke Dafa.


"Tekan tombol merah itu,,"Ajeng langsung menekanya.


"Saya dingin,,,"Dafa menggigil .

__ADS_1


"Ya Tuhan,mungkin karena Tuan tadi mandi kali,,"Ajeng merapikan slimutnya.


Suster datang ,"Ada apa,,mba,,?"tanya Suster.


"Ini Sus Tuan kedinginan,,"


Suster lalu memeriksanya,"Tadi bapanya mandi ya Mba,,?"


"I,iya sus,,tuan yang minta,katanya badanya lengket,"


"Pantas saja,,saya akan panggil dokter dulu yah,"Suster keluar dan memanggil Dokter.


Dafa mengambil tangan Ajeng dan di genggamnya,Dafa masih saja menggigil.


Ajeng juga menggenggam tangan Dafa yang terasa dingin,Dokter datang dan memeriksa Dafa,Ajeng lalu di bilang Dokter agar Dafa di lap aja,jangan mandi dulu.


Setelah Dokter memberikan obat di cairan infus,Dokter dan Suster keluar,Dokter bilang kalau setengah jam masih kedinginan,Ajeng di suruh untuk pangil Dokter nya lagi.


"Tuan minum dulu yah,,Saya ambilin air hangat,"Dafa menjawab Iya.


Ajeng lalu mengambil minum hangat,Dafa meminumnya cukup banyak.


"Tidurlah di samping saya,,"Dafa sedikit bergeser.


"Tapi Tuan buat apa,,dan ranjangnya kan kecil,?"


"Saya masih dingin,,ngga papa sinih naiklah,ini buat kamu masih cukup,,"


"Tapi Tuan,"


"Sudah nailah,,,kamu ngga kasihan saya masih kedinginan gini,,"Ajeng yang melihat Dafa masih menggigil tidak tega,lalu naik ke atas ranjang,dan Dafa menyuruh Ajeng lebih dekat.


Dafa memeluk Ajeng dan membenamkan wajahnya di dada Ajeng,Ajeng juga mau dan diam saja karena merasakan ada rasa yang aneh di dalam badanya.


Tangan Ajeng lalu dengan pelan ikut memeluk Dafa,keduanya lalu saling pelukan dan tidur.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2