Aku Bukan Wanita Simpanan

Aku Bukan Wanita Simpanan
Di Bawa Ke Rumah Sakit


__ADS_3

Ajeng membuatkan sarapan,sedang Dafa menunggu sambil menemaninya,Ajeng tidak membuatkan kopi,tapi membuatkan coklat panas.


"Kenapa kamu ada di kamarku dan tidur di kamarku juga,,?"Ajeng yang merasa memang lancang sedikit takut untuk bicara.


"Ma,,maaf,, Tu,,tuan,,,semalam Saya kepikiran Tuan,tiba tiba entah kenapa perasaan saya ngga enak,dan merasa kuatir,,jadi saya ke kamar Tuan,saya niatnya hanya ingin menyalakan lampu kamar saja agar terang,tapi saya malah khilaf ingin tiduran di kasur Tuan,,maaf kan saya ya Tuan yang tidak sopan,saya ngga akan mengulanginya lagi,,saya janji,,"


"Iya ngga papa,,saya cuman tanya saja,yang penting kamu ngga boleh buka buka lemari karena di lemari banyak berkas penting,bukan saya takut kamu ambil,tapi takutnya kamu malah brantakin,,"


"Iya Tuan,,saya ngga akan melakukanya,,"


"Ya sudah lanjut buatin saya sarapan gih,"Ajeng menjawab iya.


Ajeng membuatkan nasi goreng telor ceplok,setelah Mateng Dafa langsung memakan nya.


Selesai makan Dafa meminta Ajeng membantu ganti perban,keduanya duduk di sofa.


Dengan sangat pelan Ajeng membuka perban nya satu satu.


"Tuan,,ini lukanya parah,,lukanya dalam sekli,,Tuan harus ke dokter ini mah,"


"Ngga usah,nanti juga sembuh setelah minum obat dan di kasih salep lukanya,"


Ajeng dengan pelan memberi salep ,Dafa sambil meringis kesakitan saat Ajeng mengolesi.salap ke lukanya.


Jari Dafa yang terluka parah 3 jari,dan yang kelingking tidak begitu parah.

__ADS_1


Dafa minum obat,setelah itu Dafa mau istirahat,Dafa masuk kamar untuk tidur,sedang Ajeng membereskan rumah.


Selesai beres beres Ajeng masak untuk makan siang,Ajeng membuat sup untuk Dafa.


Jam setengah dua belas Dafa belum juga keluar dari kamarnya,Ajeng yang kuatir mengetuk pintu kamarnya.


"Tuan,,,Tuan ini sudah siang,,"tapi ngga ada jawaban saja.


Ajeng membuka pintu kamar Dafa dengan pelan,Ajeng hanya ingin melihat Dafa sedang apa.


Ajeng mendengar suara kaya rintihan,tapi tidak begitu jelas.


Ajeng akhirnya masuk,dan mendekat ke Dafa karena kuatir,benar saja suara rintihan itu dari Dafa.


"Ya Tuhan,,Tuan kenapa,,"Ajeng memeriksa Dafa,ternyata badan Dafa panas.


Ajeng lalu keluar dari kamar mau mengambil air untuk mengompres.


Ajeng langsung mengkompres Dafa,"Ambilkan hp Saya,,"kaya Dafa sambil mata terpejam.


Ajeng lalu mengambilkan hp Dafa,"Ini Tuan hpnya,,"


"Kamu cari kontak yang bernama dokter Hana,"


"Tapi saya ngga bisa bukanya,ada sandinya Tuan,,"

__ADS_1


"4 7 2 2,,"


Ajeng lalu menekan no itu,dan benar hpnya terbuka,Ajeng membuka Wa dan mencari kontak dengan nama Hana,setelah menemukanya Ajeng langsung menelfonnya,saat terhubung Ajeng memberikan pada Dafa.


"Dok,,tolong Datanglah ke Apartemen saya,saya sedang sakit,"


Setelah terdengar jawaban Iya,telfon pun terputus,Dafa rupanya merasakan panas dingin.


"Ajeng,,ambil selimut lagi,saya masih kedinginan,,"padahal Ajeng aja sudah keringatan karena AC di matikan,tapi Dafa kedinginan.


Ajeng mengambil selimut di tempatnya,setelah dapat Ajeng menyelimuti Dafa.


Sekitar setengah jam Dokter datang,dan langsung memeriksanya.


"Pak Dafa,,luka anda sangat parah,sebaiknya Bapak di rawat di rumah sakit,"


"Ngga usah Dok,kasih saya obat aja,besok saya juga sembuh,"


"Tidak Pak,luka bapa harus ini cukup parah,ini sangat dalam,kalau di biarkan takutnya infeksi ,"


"Tuan,,,benar yang di katakan Dokter,Tuan ke rumah sakit saja yah,Saya juga takut,takut Tuan kenapa kenapa,"Ajeng bicara sambil menahan sedih,Dafa yang melihat Ajeng benar seperti takut, akhirnya Dafa mau di bawa ke rumah sakit,Dokter lalu menelfon Ambulance.


Ajeng membawa baju untuk Dafa,karena tadi sudah masak,Ajeng juga membawanya,Dafa duduk di kursi roda di dorong oleh perawat,sedang Ajeng menenteng tas ransel juga bawa kotak makanan.


Ajeng ikut di dalam ambulance,dan duduk dekat Dafa yang tiduran,tangan kiri Dafa mengambil tangan Ajeng untuk di genggamnya,dan tangan mereka saling genggam.

__ADS_1


Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2