
Dafa sudah merasakan miliknya mau menembakan lahar,Dafa menghentikan kegiatan Ajeng karena takut miliknya tumpah di mulut Ajeng.
"Sudah sayang,kamu tiduran yah,,"Ajeng menurut.
Setelah Ajeng tiduran Dafa membuka kaki Ajeng lebar lebar,Dafa lalu mengarahkan miliknya di inti tubuh Ajeng,Ajeng sudah merasa deg degan karena sedikit takut mengingat milik Dafa yang cukup besar.
Dafa menekan miliknya agar masuk,Ajeng tarik nafas dan mencengkram seprei dengan kencang,Dafa terus mencoba tapi selalu gagal dan meleset sampai 3 kali.
"Gila,,ternyata prawan memang sangat susah di jebol ternyata,"kata Dafa dalam hatinya sambil terus menekan miliknya.
Ajeng terus menggigit bibirnya karena masih harap harap cemas,Dafa belum juga berhasil menjebol gawangnya.
"Sayang,,mungkin ini akan sakit,kamu tahan yah,,nanti juga sakitnya sebentar,"Ajeng tidak menjawab hanya mengangguk.
Dafa menekan miliknya cukup kuat,dan Ajeng sudah merasa kesakitan,"Maasss,,sakit,,,pelannn,,,Sudah masss berhenti,,ini sakittt,,"Ajeng sudah kesakitan,tapi Dafa yang sudah tanggung terus saja memasukan miliknya.
Ajeng sampai mengangkat kepalanya ke belakang karena terus merasa sakit,Dafa masih terus memasukan miliknya yang ujungnya sudah masuk.
"Mass,,berhentiii Masss,ini saakittt,,,"kata Ajeng terus berkata.
Tapi Dafa justru menekannya dengan kuat,dan akhirnya milik Dafa masuk,dan Ajeng langsung mengeluarkan air mata juga tidak keluar suara,rupanya Ajeng menahan sakit.
__ADS_1
Dafa yang melihat Ajeng seperti itu mendiamkannya dulu,menunggu Ajeng lebih enakan.
Dafa mengusap air mata Ajeng,dan mencium keningnya,"Maaf yah Sayang,,"
Ajeng tidak menjawab karena masih merasakan sakit,Ajeng merasa miliknya sobek ,jadi perih dan sakit.
"Apa sudah lebih baik,,?"tanya Dafa pada Ajeng,Ajeng mengangguk.
"Mas lanjutkan yah,"
"Tapi pelan ya Mas,ini benar benar sakit,,"
"Iya,,Mas akan pelan,nanti lama lama juga enak,kamu tahan dan nikmatin yah,,"Ajeng hanya mengangguk.
"Ooh,,Mas,,ayo Mass,,terus mas,,"Dafa tersenyum saat Ajeng sudah bisa menikmati permainannya.
Dafa tidak mengajak Ajeng banyak gaya karena ini baru buat Ajeng ,dan Dafa belum berani mengajak banyak gaya takut Ajeng kesakitan juga.
Dafa sangat merasa keenakan karena milik Ajeng benar benar bisa membuat miliknya seperti di urut.
"Sayang,,Tahan Yah,,Mas udah mau keluar,,"Ajeng hanya mengangguk karena Ajeng juga merasa keenakan.
__ADS_1
Dafa bergerak cukup cepat,dan menggerakan pinggangnya,sampai Ajeng teriak teriak,tapi teriak antara sakit dan nikmat.
Dafa akhirnya mengeluarkan tembakan ke rahim Ajeng dengan banyaknya.
"Aaahhhhhhgggghgghggg,,,,,,"Dafa juga teriak kencang sambil ke dua tanganya memegang pundak Ajeng.
Keduanya terkapar lemas,dan Dafa langsung menjatuhkan badanya di samping Ajeng,nafas keduanya sama sama memburu.
"Mas,,tarikan slimut,"Dafa lalu menarik selimut untuk menutupi badanya yang polos,Ajeng benar benar tidak ada tenaga dan memejamkan matanya untuk istirahat.
Dafa juga lemas,tapi Dafa tidak langsung tidur,setelah lebih baik Dafa bersih bersih,Dafa menuju kamar mandi dan membersihkan miliknya yang ternyata ada noda darahnya.
"Benar benar bikin gila rasa perawan mah,,"sambil menyiram.
Setelah di siram ternyata milik Dafa merah,dan di pegang terasa perih.
"Ya Tuhan,,miliku sampai merah lecet begini,,"Dafa sampai geleng geleng kepala.
Selesai bersih bersih Dafa keluar dan memakai celana pendek tanpa dalaman karena takut ke gesek nanti perih.
Dafa mendekat ke telfon ,Dafa rupanya menelfon pihak hotel,Dafa ingin pesan makanan.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...