
Dafa langsung kembali ketempat meting,dan Dafa meminta Salim untuk menggantikannya.
"Maaf saya ada urusan yang sangat penting,saya harus pergi,"kata Dafa ,tapi sebelumnya sudah bicara pada Salim.
Dafa membawa mobilnya cukup kencang,Dafa khuatir pada Ajeng Karen ada Meta.
Sampai di kantor Dafa buru buru naik ke atas, sampai atas,Dafa mengatur nafasnya dulu sebelum masuk ke dalam ruangannya.
Dafa membuka pintu,Meta yang melihat Dafa datang bangun dari duduknya,dan langsung mendekat ke Dafa.
"Hai Mas,,"Meta lalu ingin memeluk Dafa tapi Dafa menolaknya dengan menyingkir dan berjalan ke Ajeng.
"Kamu ngga papa kan,,?"
"Ngga papa Tuan,,"
"Kamu keluarlah dulu,tunggu di tempat Salim,"
"Baik Tuan,,"Ajeng lalu pergi keluar dengan menunduk karena takut.
Meta yang melihatnya tersenyum sinis,"Ada apa kamu kesini,,?"
__ADS_1
"Aku kangen Mas sama kamu,,sudah dua Minggu loh kamu ngga pulang,,"sambil merangkul lengan Dafa,Dafa langsung menarik tanganya dan menjauh.
"Ngga usah basa basi ada apa katakan,,?"nada suara Dafa sudah sedikit tinggi.
"Baiklah,,,apa maksud kamu dengan ini Mas,,udah Aku katakan Aku ngga mau cerai,sampai kapanpun,,"sambil melempar map ke arah Dafa,dan kertas di dalamnya berhamburan.
"Kamu mau atau tidak saya ngga peduli,saya akan tetap ceraikan kamu,,"
"Kamu jahat tau ngga sih mas,,kamu manfaatin Aku,kamu di belakangku membuat perusahaan sendiri ,dan pasti dana yang kamu gunakan itu dana dari perusahaan ku kan mas,,kamu jahat,,,"sambil memukuli dada Dafa.
"Cukup Meta,,Aku kerja di perusahaan mu siang malam untuk memajukan nya,dan Aku sudah capek di manfaatkan di sana,Aku membangun perusahaan ku ini tidak sedikitpun mengambil uang perusahaan mu itu,Aku pakai uangku sendiri,uang gajih ku selama 15 tahun bekerja,"sambil memegang tangan Meta agar tidak memukulinya.
"Kamu jahat Mas,,kamu jahat,,kamu tega campakkan Aku,,Aku sudah insaf Mas,Aku sekarang sudah mengikuti keinginan kamu untuk bekerja di kantor,Aku sudah ngga pergi bersama teman temanku lagi,,"
"Ini adalah hasil dari kelakuan kamu sendiri,Aku sangat mencintai kamu dari kita menikah,tapi kamu justru berselingkuh dan bermain main dengan berondong di belakangku,Aku sekarang melihatmu itu orang yang menggelikan dan menjijih kan,kamu itu murahan,,"
Plakkk...
Meta menampar pipi Dafa,karena Meta tidak terima dengan perkataan Dafa.
"Baik,,Aku setuju kita bercerai,tapi jangan harap kamu akan dapat harta Gono gini,karena kamu datang menikahi ku hanya membawa baju yang kamu pakai saja,"Meta langsung mengambil tasnya yang ada di sofa,setelah itu menuju pintu.
__ADS_1
"Sampai jumpa di pengadilan,,"sambil menatap tajam ke arah Dafa,setelah itu keluar sambil membanting pintu.
Ajeng yang melihat Meta keluar langsung menunduk karena takut,Meta menuju lif sedang Ajeng masuk ke dalam .
Di dalam ruangan berserakan kertas,dan Dafa duduk sambil tanganya memijit keningnya dan mata terpejam.
Ajeng melihat kertas di bawah dan membaca ternyata gugatan perceraian.
"Ya Tuhan apa tuan Dafa dan istrinya akan bercerai,,"kata Ajeng dalam hatinya.
Ajeng dengan pelan mendekat ke Dafa,"Maaf kan Saya Tuan,gara gara saya Tuan dan istri Tuan akan bercerai,,"karena pikir Ajeng dirinya lah pemicu perceraian,Dafa membuka matanya.
"Kamu ngomong apa sih,,bukan gara-gara kamu Saya dan Meta bercerai,tapi karena kita sudah ngga cocok dan kita tidak sejalan,kemarilah,,"Dafa menyuruh Ajeng Duduk di pangkuannya.
Ajeng menurut dan duduk di pangkuan Dafa,Ajeng melihat pipi Dafa yang memerah.
"Ini pasti sakit,,apa ini perbuatan istri Tuan,"
"Iya,,ini ngga sakit,nanti juga sembuh,,"Dafa lalu memeluk Ajeng dan meletakan kepalanya di dada Ajeng.
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1