
Ajeng sudah satu Minggu kerja di kantor Dafa,Ajeng dan Dafa sudah makin dekat,Salim sudah biasa melihat Ajeng dan Dafa akrab,dan membiarkan nya,karena Salim ngga mau ikut campur urusan Bosnya,takut di pecat,cari kerjaan susah Salim sudah menemukan kerjaan yang enak ,jadi ngga mau ikut campur urusan Bosnya.
Tapi Ajeng tidak pernah di ajak meting atau rapat,Alasan Dafa adalah Ajeng hanya asisten miliknya saja.
"Jeng,,Saya sama Salim ada meting di luar,kamu tolong kerjakan ini yah,nanti kalau jam makan siang Saya belum pulang,kamu pesan saja lewat aplikasi,makan nya di sini aja,,ngerti,,"
"Iya Tuan,,"
Dafa lalu keluar dari ruangannya,"Lim ayo kita berangkat,,"
"Baik Pak,,"
Keduanya langsung turun ke bawah,Ajeng mengerjakan apa yang Dafa tadi suruh,saat sedang kerja hp Ajeng berbunyi ternyata no baru,"Halo,,"
"Halo Jeng,,ini Ayah,Ayah sudah beli hp,,"
"Ayah,,kok sudah beli hp,kan Ajeng belum kirim uang buat beli hp,"
"Ini di belikan Anto dulu,nanti kalau kamu kirim uang buat bayar ke Anto,,"
"Oh gitu,,Ajeng sedang kerja Yah,nanti malam Ajeng telfon ya Yah,,nanti Ajeng kirimin foto Ajeng,sekarang Ajeng kerja di gedung tinggi,"
"Seriusan Nak,,?"
"Serius Yah,,"
"Ya sudah kamu lanjut kerja yah,"
Setelah telfon mati Ajeng Selfi ,lalu di kirimkan ke Ayahnya.
Ayah langsung bilang ibu dan memberi tau kan foto yang Ajeng kirim.
__ADS_1
"Ya Tuhan,,Ajeng anak kita benar benar kerja di gedung tinggi ya ayah,"ibu terlihat senang.
"Iya,,"
Ajeng kaget karena tiba tiba ada yang datang dan masuk ke ruangan Dafa tanpa permisi.
"Maaf anda siapa yah,kok main masuk aja,?"tanya Ajeng langsung bangun dari duduknya.
"Mana Mas Dafa,,,? saya istrinya,,"Ajeng langsung kaget.
"Tu,,tuan Dafa sedang keluar,,silakan Ibu duduk dulu,,"Meta yang datang, Meta datang karena tidak terima dan tidak mau di cerai,Meta dapat alamat kantor Dafa dari pak Udin supirnya.
"Ibu mau minum apa biar saya buatkan,,?"
"Kamu kerja di sini,,?"
"I,,iya Bu,,,"
"Saya hanya asisten yang membantu Tuan Dafa di ruangan nya Bu,,"
"Itu meja kerja kamu,,"sambil menunjuk ke meja kerja Ajeng,setelah itu Meta melihat Ajeng dari atas ke bawah.
"Iya Bu,,itu meja kerja Saya,,"
"Kamu kayanya masih muda banget,umur kamu berapa,,?"
"Saya umurnya baru 18 tahun Bu,,"
"Siapa nama kamu,,"
"Nama saya Ajeng,,"
__ADS_1
"Saya permisi dulu Bu,mau buatkan minum,,"
"Ngga usah,,kamu tau no Mas Dafa kan,,"Ajeng mengangguk sambil jawab Tau.
"Telfon dia sekarang,bilang saya datang,,"
"Ke,,kenapa ngga Ibu sendiri saja yang telfon,,?"
"Kamu nyuruh saya,kamu itu hanya bawahan suami saya yah,jadi tinggal kerjakan apa yang saya suruh,ngerti,,"Ajeng langsung takut saat Meta marah padanya.
"Cantik cantik tapi kok galak banget sih,,"Dalam hati Ajeng berkata
Ajeng berjalan menuju mejanya untuk menelfon Dafa,dan Dafa tidak mengangkat telfon Ajeng karena sedang membahas masalah penting dengan kliyen.
Ajeng takut karena mata meta terus saja menatapnya,dan Ajeng terus saja menelfon Dafa,,sampai akhirnya Dafa mengangkatnya karena sudah 4 kali panggilan,Ajeng tidak mungkin terus telfon kalau tidak ada apa apa,pikir Dafa.
Dafa bangun dari duduknya dan mengehentikan rapatnya sebentar,karena Dafa mau angkat telfon.
"Halo Jeng ada apa,apa ada yang penting,,?"
"Ma,,maaf Tu,,tuan,,mengganggu,di sini ada istri tuan,,"
"Apa,,kamu jangan becanda Jeng,,"
"Ti,,tidak Tuan,,saya tidak becanda,,"Suara Ajeng juga takut.
Tiba tiba hp Ajeng di rebut meta,Ajeng sangat kaget,"Halo buruan balik ke kantor Mas,,atau aku hancurkan ruangan mu ini,,"
"Meta,,jangan macam macam kamu,,"Meta hanya tertawa lalu mematikan telfonya.
"Sepertinya kamu kucing peliharaan Mas Dafa yah,,"Sambil tersenyum sinis Meta melihat Ajeng,dan meletakan hpnya di meja,setelah itu Meta kembali duduk di sofa,Ajeng sangat takut sampai badanya panas dingin karena di bilang kucing peliharaan.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...