
Dafa sudah sampai di apartemen,Dafa mencari Ajeng di dapur ternyata ngga ada,lalu Jeje keluar dari kamar karena dengar Dafa pulang.
"Pah,,kita jadi kan ke Mal,?"
"Iya sayang kita jadi ke Mal,Bunda di mana,,?"
"Di kamar,,"
"Oh ya udah papah ke kamar dulu,kamu siap siap yah,nanti setengah 7 kita ke mal,"
"Iya Pah,,"
Dafa masuk ke kamarnya,Jeje juga ikut masuk ke kamar.
Dafa tidak melihat Ajeng di kamar,lalu melihat ke kamar mandi,Dafa membukanya sedikit,ternyata Ajeng sedang mandi,Dafa melihat Ajeng yang sedang mandi dan polos langsung tersenyum,dan Dafa lalu ikut masuk ke dalam.
Dafa memeluk Ajeng dari belakang,Ajeng yang kaget langsung teriak,"Aaaaa,,,"Dafa langsung menutup mulut Ajeng.
"Sayang ini Mas,,"Ajeng langsung berhenti teriak lalu menengok.
"Iih,, Mas tuh bikin kaget aja sih,"sambil menarik tangan Dafa,lalu Ajeng menghadap Dafa.
"Mas udah lama nih ngga minta jatah,sekarang yah,,mau ngga,,"Sambil tangan Dafa mengusap pipi Ajeng,Ajeng mengangguk ,Dafa langsung tersenyum.
"Tapi pelan pelan ya Mas,,"
"Iya,,"Dafa lalu melepaskan baju dan celananya,sekarang keduanya sudah polos.
__ADS_1
"Mas,,kita ngga di sini kan,,masa di kamar mandi,"
"Ngga papa di sini aja, kita ganti suasana,"
"Ajeng ngga mau ah,di sini mana nyaman,di kamar aja Mas ah,,"
"Ya udah ayo,,"Dafa langsung mengendong Ajeng menuju kamar.
"Mas kunci pintunya dulu,ada Jeje soalnya di rumah,"saat Ajeng sudah di tidurkan di kasur.
Dafa lalu mengunci pintunya,setelah itu Dafa tidak menyianyiakan waktu,Dafa langsung membuka kaki Ajeng,setelah terbuka Dafa mengunakan mulutnya untuk menikmati inti tubuh Ajeng.
Dafa mengunakan lidahnya juga untuk menji*latinya,"Mas,,oohhh,,"Ajeng sudah merasa keenakan.
Dafa terus saja melakukanya,membuat Ajeng benar benar merasa melayang,tangan Dafa juga memainkan Dada Ajeng,Dada Ajeng sekarang tambah besar dan kencang karena sedang hamil.
"Mas,,sudah Masss,,Ajeng sudah ingin keluarrr,"
Ajeng akhirnya melakukan pelepasan,karena Dafa benar benar pintar memainkan milik Ajeng,Ajeng pun terkapar lemas.
Karena mereka akan pergi,Dafa jadi langsung akan melakukanya.
"Sayang,,Mas lakukan sekarang yah,"
Ajeng hanya mengangguk.
Dafa langsung memposisikan miliknya di inti tubuh Ajeng,setelah itu dengan pelan mendorongnya untuk masuk.
__ADS_1
"Mass,,sakitt,,pelan,,"rintih Ajeng,karena milik Dafa yang memang besar.
"Iya sayang,,ini Mas pelan kok,"
Tangan Ajeng mencengkeram seprei dengan kencang,karena menahan sakit,akhirnya milik Dafa pun masuk semua,Ajeng sampai merasa miliknya sangat penuh.
"Mas,,tunggu dulu,jangan di gerakkan dulu,,"kata Ajeng Dafa pun menurut,Dafa lalu menciumi pipi Ajeng dan bibirnya sekilas.
Ciuman Dafa turun ke leher,di leher Dafa menji*lati juga memberi tanda satu tapi sangat merah di bawah dagu Ajeng,Dafa membuat nya di situ agar orang tidak bisa melihat,kecuali Ajeng mendongak.
Setelah Ajeng merasa nyaman,Dafa mengerjakan pinggangnya dengan pelan.
Lama lama sakit yang Ajeng rasakan jadi rasa nikmat,dan Ajeng juga bisa mengimbangi permainan Dafa.
"Mass,,,terus mas,,oohh,,eeemmmm,,"Dafa juga merem melek karena merasa miliknya di jepit.
"Sayangg,,oohh,,ini sangat nikmat,,"
Dafa mengerakannya tidak cepat juga tidak pelan,jadi sedang sedang saja karena takut Ajeng merasa sakit.
"Sayang,,Mas keluarkan sekarang yah,"
"Iya Mass,,,"Ajeng mengalungkan tanganya di leher Dafa,sesekali Dafa dan Ajeng saling cium,dan Dafa sedikit teriak saat menembakan laharnya di rahim Ajeng.
"Aaahhhhgggggg,,,"
Tokkkk,,,,tokk,,,
__ADS_1
"Pahhhh,,,,"
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih....