
Dafa masih saja menatap Ajeng,dan Ajeng yang malu terus saja menunduk.
"Maaf Tuan,,ini baju baju yang sudah di coba mba nya mau di beli sekalian ngga,,?"Dafa langsung sadar saat mba pelayan Butik bertanya.
"Oh,,I,iya,,saya akan bayar,di mana saya bisa bayarnya,,"
"Silakan Tuan ikut saya,,"Dafa lalu mengikuti nya untuk membayar,Ajeng mengikuti Dafa dari belakang.
Mba Butik menulis bon pembayaran baju yang akan di bayar Dafa,semua baju ada 5 pasang,dan total semuanya dua juta lima ratus,Ajeng yang melihat bon nya merasa ngga enak,karena mahal.
Dafa langsung membayarnya, setelah membayar,Dafa mengajak Ajeng untuk pergi.
"Ayo kita pergi,,"Kata Dafa,Ajeng menjawab iya.
Ajeng sambil menenteng kantong yang berisi baju yang lainya.
Ajeng dan Dafa sudah masuk mobil,Dafa membawa mobilnya menuju mal.
"Tuan,,eemm,,"Dafa melihat ke Ajeng sekilas,Ajeng mau bicara tapi seperti tidak enak.
"Ada apa,,?"
"Ini baju di potong gajih saya nya jangan langsung yah,saya cicil 3 bulan ,biar saya bisa kirim buat orang tua saya,"Dafa tersenyum tipis.
"Kamu ngga perlu nyicil,itu uang buat upah karena semalam kamu memijit punggung saya,"
"Tuan serius,,tuan ngga potong gajih saya,"Dafa mengangguk, Ajeng lalu mengambil tangan Dafa lalu di ciuminnya karena senang,Dafa yang melihat Ajeng senang seperti itu hanya tersenyum.
"Sudah lepasin tangan saya,saya sedang nyetir,,"Ajeng pun melepasnya.
"Apa kamu senang,,?"tangan Dafa reflek sambil mengusap kepala Ajeng,setelah itu kembali ke setir.
"Senang Tuan,Saya jadi punya baju bagus,Besok kalau Tuan pengin di pijat bilang lagi yah,saya mau kok di suruh pijitin,biar dapat upah lagi,,"
Sabil tersenyum Dafa bertanya mau buat beli apa lagi kalau dapat upah.
"Saya mau beli bedak sama minyak wangi,dan pewarna bibir Tuan,"
"Baiklah,besok saya akan bilang kamu kalau badan saya pada pegal,,"
Keduanya hari ini terlihat bahagia,karena keduanya terus saja tersenyum.
__ADS_1
Sampai di Mal Ajeng sangat senang,karena dari dulu Ajeng ngga pernah pergi ke Mal,hanya lihat di tv saja,Ajeng sampai tertinggal jalanya karena mata Ajeng terus saja melihat sekeliling.
Dafa menghentikan jalanya saat Ajeng tertinggal jauh.
"Kenapa jalanya lambat sih,nanti kalau kamu hilang gimana,,?"
"Maaf Tuan,Saya baru lihat mal jadi sangat suka karena mal luas dan banyak barang bagus,"Dafa menggelengkan kepalanya.
Dafa mengambil tangan Ajeng untuk di gandeng nya agar tidak tertinggal,Ajeng merasa ngga enak lalu menariknya.
"Kenapa di lepas,,ini biar kamu ngga tertinggal,,"
"Tapi saya rasanya ngga pantas di gandeng Tuan,Tuan kan bos saya,,"Kata Ajeng pelan.
"Ngga usah ngomong gitu,udah ayo jalan,ini udah siang,,saya harus ke kantor ,,"Dafa merangkul pundak Ajeng ,Ajeng yang di perlakukan seperti itu malah makin ngga enak,jalanya juga kaku.
Dafa merasakan Ajeng yang tegang tetap membiarkan nya,karena biar cepat sampai di konter tempat hp.
"Pagi Pak,,ada yang bisa kita bantu,,?"tanya mas Konter pada Dafa.
"Saya mau cari hp ,tolong ambilkan yang bagus dan terbaru,,"
"Yang ini 3 juta,yang ini 5 juta dan yang ini 10 juta Pak,"
"Kamu mau yang mana Jeng,"Ajeng menggeleng kan kepalanya.
"Tuan,,ini mahal mahal,cari yang murah aja,"sambil berbisik ke Dafa.
"Ini sudah siang,udah kamu pilih aja mau yang mana,?"Ajeng sedikit cemberut.
"Mas,,ada yang lebih murah ngga sih,ini tiga tiganya mahal mahal,,"
"Ada,Mba mau yang harganya berapa,?"
"Yang satu jutaan ada ngga,,?"
"Maaf mba,,harga segitu ngga ada,,paling murah 1,7 juta,yang ini hpnya,,"sambil menunjuk ke kaca hp yang 1,7 juta.
"Udah ngga usah yang itu,yang ini aja Mas tolong di bungkusan,sekalian kasih kartu no nya,"Dafa membeli yang tiga juta untuk Ajeng.
Pelayan Konter langsung membungkusnya,setelah itu Dafa membayarnya.
__ADS_1
"Udah ayo pergi,saya udah telat,,"Ajeng hanya mengangguk.
Lagi lagi Ajeng tertinggal jalanya,Dafa lalu menggandeng tangan Ajeng,Ajeng pun membiarkannya,Ajeng sesekali melirik ke arah tanganya yang di gandeng.
Sampai di mobil keduanya masuk,"Kamu ikut ke kantor yah,nanti pulangnya di antar Salim aja,"
"Iya Tuan,,"Dafa membawa mobilnya menuju kantornya.
"Tuan,,boleh saya buka kardus hpnya,?"
"Itu kan punya kamu,terserah kamu kalau mau buka,"
Ajeng lalu membuka kardus hpnya,lalu Ajeng tersenyum senang melihat hpnya yang sangat bagus.
"Tuan,,ini bagus sekali,,"
"Apa kamu suka,,?"
"Iya,,Saya suka sekali,,makasih ya Tuan,,"Dafa menjawab Iya.
Dafa sambil menyetir mengajari Ajeng cara memasang kartunya,setelah terpasang Dafa juga mengajari Ajeng untuk mengaktifkannya.
"Sudah bisa belum,,"
"Sudah Tuan,,bagus banget yah tuan hpnya,"Dafa tidak menjawab tp hanya tersenyum.
Ajeng juga mencoba kameranya,dan kameranya sangat jernih.
Mobil sampai di parkiran kantor,Ajeng masih saja berfoto,"Tuan,,eemm saya mau foto sama Tuan boleh ngga,"saat mobil sudah berhenti.
"Untuk apa foto sama saya,,?"
"Saya pengin aja,tuan mau kan,,sekali aja,,"
"Ya sudah,,ayo,,"Ajeng mendekat ke Dafa,karena susah untuk dapat hasil yang bagus,Dafa lalu yang memegang hpnya,Ajeng makin mendekat,pipi mereka pun sangat dekat,Ajeng tiba tiba wajahnya menengok,dan tidak sengaja mencium pipi Dafa,Dafa juga pas memotretnya.
Bibir Ajeng menempel di pipi Dafa,lalu Dafa juga menengok,bibir mereka pun menempel,mata mereka saling tatap,Ajeng mau memundurkan kepalanya,tapi Dafa justru menahannya,Entah setan dari mana,Dafa dengan beraninya mencium bibir Ajeng,Ajeng membuka matanya lebar karena kaget dengan kelakuan Dafa.
Dafa hanya mengecupnya saja,setelah itu di lepasnya,Dafa yang sadar salah lalu meminta maaf,dan mengajak Ajeng untuk turun.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1