Aku Bukan Wanita Simpanan

Aku Bukan Wanita Simpanan
Bahagia END


__ADS_3

Hari berlalu,Kehamilan Ajeng sudah masuk 8 bulan sekarang,dan jenis kelamin anak Ajeng adalah laki laki.


Hubungan Dafa dan Meta juga Jeje masih baik seperti dulu,Jeje walau sudah tau Dafa bukan ayah kandungnya tapi Jeje dan Dafa masih dekat,dan komunikasi mereka juga sangat bagus.


Ajeng masih sering ikut ke kantor karena Ajeng di rumah merasa bosen,dan di apartemen sekarang sudah ada mba yang membantu Ajeng mengerjakan pekerjaan rumah,karena Ajeng sudah tidak boleh melakukan pekerjaan rumah oleh Dafa.


"Mas,,,Ajeng ikut ke kantor yah,,"saat ini keduanya sedang sarapan.


"Jangan lah Yang ,,takut kamu capek,perut kamu udah besar gitu,,"


"Tapi Ajeng bosen di rumah,,ikut ya Mas,,"


Padahal Dafa hari ini sudah ada janji dengan seseorang,dan Ajeng tidak boleh tau,tapi Ajeng ingin ikut aja ke kantor,Dafa juga kasihan kalau Ajeng sudah bilang bosan di rumah,karena memang cuman di dalam apartemen terus.


"Tapi Mas nanti siang ada janji sama seseorang,ngga enak kalau ngga jadi ketemuan,,"


"Ajeng ngga papa kok nanti di kantor aja,,gimana,,boleh ya Mas,,"


"Ya udah boleh ikut,tapi nanti jam makan siang Mas pergi kamu jangan ikut dan tetap di kantor,,"


"Iya Mas,,siap,,Ajeng mau,,yang penting Ajeng tinggalin makanan,,"


"Ya udah Sanah siap siap,,"Ajeng langsung masuk ke kamar untuk ganti baju mau siap siap.


Setelah siap Ajeng pamitan ke mba mau ikut ke kantor.


"Kita berangkat dulu ya Mba,,"


"Iya non,,hati hati,,"Ajeng jawab Iya.


Dafa menggandeng Ajeng dan mereka jalan dengan pelan ke lif untuk turun ke bawah.


Sampai bawah Dafa membukakan pintu mobil untuk Ajeng,"Pelan sayang,,"


"Iya Mas,,,"


Dafa membawa mobilnya menuju kantor,setelah sampai Ajeng dan Dafa ke atas menuju ruangan Dafa.


Ajeng duduk di sofa ,sedang Dafa duduk di kursinya,Salim masuk sambil bawa berkas untuk di tandatangani oleh Dafa.


"Pak Nanti siang kita jadi pergi kan,,?"Dafa langsung mengedipkan matanya agar tidak banyak bicara karena ada Ajeng.


"Jadi,,"jawabnya Dafa singkat.


Ajeng duduk sambil senderan dan memainkan hpnya,"Mas,,Ajeng panggil OB boleh ngga,Ajeng pengin beli makanan,,"


"Boleh,,panggil aja,,"

__ADS_1


Ajeng memangil OB karena ingin beli makanan,Ajeng semenjak hamil memang suka makan.


Siang hari ternyata orang yang mau bertemu dengan Dafa datang ke kantor,Salim yang melihatnya datang juga kaget karena ada Ajeng di dalam,dan yang datang itu adalah wanita cantik lagi.


"Mas,Pak Dafa nya ada kan,,?"


"Ada Mba,,kenapa Mba kesini,bukanya kita sudah janjian di tempat sana yah,,"


"Iya Mas memang,tapi saya kesini mau minta tandatangan Pak Dafa dulu untuk di serahkan ke kantor,kemarin pak Dafa tandatangannya kurang satu,,"Sambil menujukan map-nya.


"Tapi Pak Dafa ada tamu,,kasih ke saya aja ,saya yang akan meminta tandatangannya,"


"Ngga bisa mas,saya harus bertemu langsung dengan Pak Dafa,saya akan tunggu aja ngga papa di sini,"Salim langsung bingung.


"Saya telfon pak Dafa aja kalau gitu ya Mba,"


"Ya silakan,,"


"Halo pak,,,ini orang yang mau ketemu nanti siang datang kemari,katanya ingin minta tandatangan Bapa karena ada yang kurang satu tandatangan bapak,"


"Aduh,,kok bisa sih,,biar saya yang kesitu,jangan suruh masuk,"


"Baik pak,"


Dafa bangun dari duduknya,lalu keluar menuju meja Salim ,dan benar melihat wanita cantik dan seksi di depan Salim


"Mana yang perlu saya tandatangani,,?"tanya Dafa langsung,karena Dafa ingin buru buru,takut Ajeng lihat.


Ajeng yang tadi melihat Dafa keluar tanpa bilang apa apa jadi penasaran pergi ke mana,Ajeng membuka pintu dan langsung bisa melihat Dafa sedang duduk bersama wanita cantik.


"Mas,,ngapain di sini,,"Dafa menengok dan sedikit kaget.


"Oh,,ini ada yang Mas mau tandatangani,"jawab Dafa,tapi Ajeng melihat ke wanita dia tersenyum dengan cantiknya,Ajeng paham dia bukan karyawan di situ.


"Mba siapa,,kayanya bukan karyawan kantor ini?'tanya Ajeng,Dafa dan Salim saling pandang.


"Oh saya marketing dari perumahan yang Pak Dafa mau beli,,"Dafa langsung tepuk jidat,niat untuk buat kejutan gagal seketika.


"Mas,,kamu beli rumah,,?"tanya Ajeng langsung.


"Iya,,Mba ini sudah selesai,nanti jam makan siang saya akan ke sana,jadi saya harap semua surat surat sudah jadi semuanya,,"


"Iya Pak siap,,kami tunggu kedatangan Bapak,,kalau gitu saya permisi dulu,,mari selamat siang,,"Dafa dan Salim menjawab iya.


Sedang Ajeng sedang menunggu penjelasan dari Dafa.


"Kita bicaranya di dalam yuk sayang,"kata Dafa mengajak Ajeng masuk ke dalam ruangan nya.

__ADS_1


"Sayang,,jadi Mas tadinya mau buat kejutan buat kamu kalau Mas udah beli rumah impian kita,tapi sekarang sudah gagal kamu sudah tau,,"


"Iihh,,ngapain sih bikin kejutan,,Ajeng kan pengin lihat rumahnya dulu,,"


"Iya nanti kita pergi bareng buat lihat rumahnya,semoga rumah yang Mas beli seperti yang kamu impikan,,"


"Makasih ya Mas,,udah belikan rumah,,nanti kita bisa langsung pindah kan,biar nanti pas Dedek keluar kita sudah di rumah baru,,"


"Iya Sayang,,kita bisa langsung pindah kalau kamu suka dengan rumahnya,,"Ajeng langsung memeluk Dafa.


Setelah itu Ajeng telfon ayah dan ibunya dan bilang kalau Mas Dafa sudah beli rumah,rumah Ajeng di kampung juga sudah sangat bagus sekarang.


"Ayah sama ibu dan Adek nanti kalau Ajeng lahiran ke sini yah,,"


"Iya,,nanti kita ke sana,,"Ajeng mengobrol.cukup lama dengan kedua orang tuanya,Dafa hanya jadi pendengar sambil mengusap perut Ajeng yang besar.


Telfon pun mati setelah selesai mengobrol,Dafa akan lanjut kerja,tapi saat Dafa bangun dari duduknya,perut Ajeng langsung merasa sakit,rupanya dede nya gerak di dalam perut.


"Aww,,Mas,,,Dedek nendangin sakit,,"Dafa lalu duduk lagi dan mengusapnya .


"Sayang nya Papah senang yah di usapin,,Hem,,"kata Dafa sambil menciuminya.


"Iya Papah,,soalnya enak kalau di usapin papah,,"Ajeng bicara seperti suara anak kecil,Dafa tersenyum lalu mencium kening Ajeng.


Dafa akhirnya ngga lanjut kerja tapi terus saja mengusapi perut Ajeng dan sambil mengobrol.


Jam 12 Dafa,Ajeng dan Salim pergi menuju rumah yang akan di beli Dafa.


Sampai di tempatnya,Ajeng langsung tersenyum senang karena rumahnya benar benar bagus dan besar,berlantai dua,depan halaman luas dan ada gerbangnya juga.


"Ya Tuhan Mas,,,ini ngga kegedean rumahnya,,"


'Ngga dong sayang,kita kan nanti punya banyak anak,jadi biar mereka bisa bermain dengan leluasa,udah ayo kita masuk,biar kamu lihat dalamnya,,"Dafa menggandeng tangan Ajeng untuk masuk ke dalam.


Di dalam Ajeng benar benar lebih tercengang,ada tangga yang melingkar ke atas dan ruangan bawah sangat lebar.


"Mas,,ini ada berapa kamar,?"


"Di atas ada 4 dan di bawah ada 3,kamar kita nanti di bawah,ayo mas tunjukan,,"keduanya menuju kamar utama,Salim yang sudah tau isi rumahnya tidak ikut keliling,tapi duduk di bangku yang ada di teras.


"Ini kamar kita,,suka ngga,,"Ajeng melihat ke kamarnya,dan kamarnya sangat luas,lalu melihat ke kamar mandi,kamar mandinya dua kali lipat sama yang ada di apartemen.


"Ya Tuhan Mas,,ini rumah apa istana sih sungguh bagus sekali,,Ajeng sangat suka,"


"Ini Mas beli untuk kamu dan anak kita sayang,biar kamu dan anak kita nanti lebih nyaman,"


"Makasih ya Mas,Ajeng sangat bahagia bisa menikah dengan Mas,semoga kita selalu di beri kebahagiaan sampai tua nanti,hanya maut yang bisa memisahkan kita,"

__ADS_1


"Amin sayang,,Mas juga sangat bahagia,makasih sudah mau menjadi istri terbaik mas,,"Keduanya berpelukan dengan perasaan bahagia.


Tamat.....


__ADS_2