
Ayah dan Ibu merasa lega saat mendengar Dafa siap untuk menikahi Ajeng.
Sekitar pukul 10 Ayah melakukan pemeriksaan jantungnya,Ibu dan Ajeng melihatnya,sedang Dafa menuju bagian administrasi untuk mengurus pembayaran.
Setelah selesai Dafa masuk ruangan rawat Ayah,tapi semua belum balik hanya ada adiknya Ajeng.
"Kamu sekolah ngga Dek,,?"tanya Dafa pada Adiknya Ajeng yang sedang main permainan di hp Ayahnya.
"Sekolah Om,,"
"Panggilnya Jang om dong,,Abang aja yah biar enak di dengar,"
"Baik Bang,,,"
"Kamu kelas berapa sekarang,?"
"4 SD,,Bang,,"
Saat keduanya masih mengobrol,Ajeng dan ibu datang,Ayah sudah selesai pemeriksaan,dan hasilnya nanti siang.
Ayah duduk di kursi roda yang di dorong Ibu,sedang Ajeng membawa tiang infus.
"Gimana hasilnya,?"tanya Dafa pada Ajeng.
"Nanti siang baru keluar hasilnya Mas,,"
"Oh,,mudah mudahan ngga ada apa apa yah sama jantung Ayah,"
"Iya Mas amin,,"
Dafa di panggil Ayah,Dafa duduk di samping ranjang.
"Kamu harus siapkan sarat sarat pernikahan,kalian langsung nikah resmi soalnya,jadi ngga dua kali kerjaan,ngga perlu mewah asal sah saja di mata negara dan agama,"
__ADS_1
"Iya Ayah,saya akan suruh teman untuk mengurus surat numpang nikah untuk di sini,"
"Baguslah,,kamu kan sudah pernah menikah,pasti tau apa saja yang di perlukan,"
"Iya Yah saya tau,,"
"Kita kira kapan itu bisa sampai sini kalau sekarang teman kamu urusin,?"
"Nanti sore kalau ngga ada kendala sudah sampai Yah,,"
"Ya sudah Sanah kamu telfon teman kamu,biar dia urus,makin cepat makin baik,"
"Iya Ayah,,"Dafa bangun dari duduknya,Dafa lalu pamit keluar untuk telfon Salim,biar Salim yang suruh urus.
Jam berlalu ,Dafa sudah menyuruh Salim mengurus semuanya,dan Salim juga yang di suruh datang karena Dafa perlu saksi nikah.
Hasil pemeriksaan Ayah sudah keluar,dan semuanya sudah lebih baik,Dokter hanya mengingatkan tidak boleh dengar berita yang mengagetkan karena itu bisa membuat Ayah kaget dan pingsan lagi.
Karena jantung Ayah sehat,Ajeng dan Ibu bilang ke Dokter untuk pulang,Dokter mengizinkannya .
"Mas sudah urus semuanya,sekarang kamu bantu ibu beres beres aja,"
"Serius Mas,kapan Mas mengurusnya,?"
"Tadi waktu kamu temani Ayah periksa jantungnya,,"
"Oh,,ya udah makasih ya Mas,,"Dafa hanya mengangguk dan tersenyum.
"Kok sebentar perginya,,?"tanya Ibu.
"Kata Mas Dafa semuanya sudah di Bayar,"
"Di bayari Dafa maksudnya,?"
__ADS_1
"Iya Bu,,"
"Oh iya,,calon suami kamu kan tajir yah,ya udah ini bantuin ibu,Ibu mau bantu Ayah ganti baju,"
"Iya Bu,,"
Setelah selesai semuanya bersiap dan keluar dari rumah sakit menuju mobil Dafa,Ibu dan Ayah melihat mobil Dafa sedikit kaget,karena mobilnya sangat bagus dan besar tinggi.
"Ayo Ibu Ayah silakan masuk,"Dafa membukakan pintu mobil yang belakang,Ibu dan ayah menjawab iya,Adek juga masuk setelah Ayah ibu masuk.
Ajeng duduk di depan bersama Dafa,mereka langsung menuju rumah.
"Mas,,kita belum makan,nanti mampir tempat makan dulu yah,kita bungkus aja makanya di rumah,,"
"Iya,,nanti kita berhenti tempat makan,,"
"Mas mau makan apa,,?"
"Mas apa aja doyan,sebelumnya kamu aja,"
Ayah dan ibu mendengar Ajeng dan Dafa mengobrol langsung bisa tau,kalau Dafa terlihat sayang dan pria baik,dari cara bicara dan perlakuannya pada Ajeng.
Dafa menghentikan mobilnya di tempat makan,Ajeng dan ibu yang turun,Dafa memberikan dompetnya ke Ajeng agar bayar pakai uangnya,Ajeng yang tadinya tidak mau akhirnya mau karena Dafa terus saja memaksa.
Ajeng dan ibu sudah balik ke mobil,dan sudah beli banyak makanan,sekitar 20 menitan mobil sampai di rumah Ajeng,Dafa lihat rumah Ajeng cukup kaget juga ternyata orang tua Ajeng benar benar orang yang bisa di bilang tidak mampu,karena rumahnya bagi Dafa hanya gubug.
"Ini rumah Ajeng Mas,,jelek yah,,kaya gubug,,"
"Ngga kok,asal tempatnya nyaman dan terhindar dari panas dan hujan itu sudah bagus,ayo kita turun,,"
Dafa dan Ajeng Turun dari mobil,setelah itu membantu Ayah untuk keluar dari mobil,Ibu mengambil barang bawaan.
"Wahhh,,,wanita simpanan sudah pulang,,,bareng om om nya lagi,,"
__ADS_1
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...