
Hari berlalu,Dafa sudah tiga hari di rawat dan luka di tanganya juga sudah kering dan sembuh,Hari ini Dafa akan pulang.
Ajeng sedang bersiap siap membereskan apa saja yang akan di bawa pulang,sedang Salim pergi ke bagian administrasi untuk mengurus semua biaya.
"Jeng sudah siap semuanya kan,,?"tanya Salim saat masuk kedalam ruang rawat.
"Sudah Mas,,,mau pulang sekarang,,?"
"Iya,,Pak Dafa mana,,?"
"Lagi di kamar mandi,lagi ganti baju,,"
"Oh,,iya,,"
Tidak lama Dafa keluar dari kamar mandi,"Sudah beres semuanya Lim,,?"
"Sudah Pak,,"
"Ya udah kita pulang sekarang,,"Salim mengangguk.
Ajeng menjinjing kedua tas,Dafa yang melihatnya lalu menyuruh Salim yang membawa.
"Ajeng perempuan,masa suruh bawa gituan,kamu bawa,,"
"Ngga papa Tuan biar Saya aja yang bawa,ini ngga berat kok,,"
"Sudah kasih Salim,,"Salim lalu mengambil tas di tangan Ajeng.
"Sudah ayo kita pulang,"sambil tangan Dafa menarik tangan Ajeng lalu di gandeng nya.
Salim yang melihatnya hanya tersenyum tipis,"Sepertinya nih bos lagi bucin,"dalam hati Salim berkata.
Ajeng sebenarnya ngga enak tanganya di gandeng,tapi saat Ajeng ingin melepaskannya Dafa sangat kencang menggenggam nya,membuat sulit di lepas.
Ketiganya keluar menuju parkiran mobil,setelah itu masuk mobil.
"Lim,,kita ke kantor aja langsung,"Salim hanya menjawab Baik Pak.
"Tuan mau langsung kerja,,?"
"Iya,,"jawab Dafa.
__ADS_1
"Tuan kan baru sembuh,harusnya istirahat dulu di rumah,"
"Udah ngga papa,,saya udah sembuh kok,kamu ngga papa kan ikut ke kantor,"
"Apa kalau saya minta pulang Tuan izinkan,"
"Tidak,,kamu mau ngga mau harus ikut ke kantor,"Ajeng langsung sedikit kesal.
Sampai di kantor ketiganya turun,dan menuju ruangan masing masing,Ajeng masuk ke ruang kerja Dafa,Ajeng duduk di sofa.
"Lim bawa berkas yang mau di periksa keruangan saya,,"sebelum Dafa masuk.
"Baik Pak,,"
Salim masuk membawa setumpuk berkas,lalu Dafa menyuruh nya di letakan di meja depan sofa.
Dafa bangun dari duduknya,dan duduk sebelah Ajeng.
"Ya sudah kamu keluarlah,"
"Iya Pak,,"
"Emangnya ada apa Tuan,,?"
"Bantuin saya periksa ini,,"Sambil menujukan map,,"
"Saya ngga bisa Tuan,"
"Lihat dulu jangan bilang ngga bisa,"Ajeng mengambilnya lalu membukanya.
"Ini di samakan dengan hasil di sini yah,Trus kalau ada yg beda kamu kasih tanda conteng pake ini,"Sambil menujukan dan memberikan pensil.
Ajeng lalu mulai memeriksa,karena ngga nyaman Ajeng duduk di lantai di dekat kaki Dafa,Dafa masih duduk di sofa.
Beberapa menit kemudian Dafa bertanya pada Ajeng"Gimana bisa,,"Wajah Dafa sambil menunduk dan sangat dekat dengan wajah Ajeng.
"Bisa,,tapi yang ini sedikit be,,"Ajeng berhenti berkata karena saat menengok ternyata bibirnya menempel di pipi Dafa,Ajeng sedikit kaget.
Dafa tersenyum lalu menghadap Ajeng,"Udah berani cium cium yah,,"
Cup...
__ADS_1
Dafa justru mengecup bibir Ajeng sekilas,"Sudah lanjut kerja,ciuman nya lanjut nanti saja kalau sudah di apartemen,,"Ajeng langsung menunduk malu dan mukanya memerah dengar perkataan Dafa,Dafa yang tau langsung mengusap kepala Ajeng.
Keduanya lalu diam dan lanjut bekerja,sampai jam 12 baru mereka berhenti.
"Sudah selesai belum,,?"
"Ini tinggal dikit lagi ,,"
"Sudah tinggal aja,lanjut nanti,kita makan siang dulu aja yah,,"Ajeng mengangguk lalu duduknya naik ke sofa.
"Kita makan di sini aja,ngga papa kan,Saya mau pesan saja,,"
"Iya terserah Tuan,,"Dafa memesan makanan lewat aplikasi.
Salim datang mau mengajak makan,"Saya sudah pesan,nanti bentar lagi sampai,,"
"Baik Pak,,kalau gitu saya pergi untuk makan siang dulu ,"
"Iya,,ini uangnya,,"
"Ngga usah Pak,,"
'Ngga papa,,ambil aja,,"Salim lalu mengambilnya.
Salim pergi keluar,tinggal Dafa dan Ajeng,,Dafa lalu meletakan kepalanya di pangkuan Dafa.
"Kepala saya pusing,,pijitin yah,,"Ajeng lalu memijitnya dengan pelan,Dafa memejamkan mata karena merasa nyaman.
"Gimana kabar orang tua kamu di kampung Jeng,,"
"Ayah sama Ibu naik,,Adek juga,,semuanya sehat,,"
"Syukurlah,,kamu betah kan kerja sama Saya,,"Dafa membuka matanya.
"Betah,,"jawab Ajeng pelan,Dafa tersenyum.
Dafa mengambil tangan Ajeng yang sedang memijit keningnya,setelah itu Dafa mencium kedua tangan Ajeng.
"Tetaplah bersama saya,temani saya melewati hari hari ini,,"setelah mencium tangan Ajeng Dafa berkata.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1