Aku Bukan Wanita Simpanan

Aku Bukan Wanita Simpanan
Jari Tangan Dafa Terluka


__ADS_3

Meta benar benar kaget,ternyata Dafa tau tentang dirinya yang suka menyewa brondong.


"Aku sudah muak denganmu,dengan gaya hidupmu yang selalu Hura Hura,apa lagi kamu telah mengkhianati ku,mengkhianati pernikahan kita dengan berselingkuh dengan berondong,,"


Brang,,,


Dafa menuju kaca meja rias,Meta yang takut langsung berteriak.


"Mas,,sudah Mas,,Aku minta maaf,,itu tanganmu terluka,,"


"Setop,,jangan mendekat,,Aku sudah tidak Sudi lagi di sentuh olehmu,Aku akan menceraikan mu,"


"Ngga Mas,,Aku ngga mau bercerai denganmu,sampai kapanpun,,Aku melakukan itu semuanya juga karena kamu,kamu yang dulu selalu sibuk dengan pekerjaanmu,kamu ngga pernah ada waktu untuku ,membuatku jadi mencari kehangatan di luar,,"


"Cukup,,kamu menyalahkan ku,,Aku bekerja siang malam itu juga demi perusahan mu, perusahaan keluargamu,Aku yang selalu di perbudak oleh mereka,dan kamu sekarang menyalahkan ku,kalau kamu merasa Aku sibuk harusnya kamu bantu Aku mengurus perusahan itu,tapi kamu justru berfoya foya dan selalu Hura Hura menghabiskan uang kerja kerasku,"Dafa takut emosinya makin meledak dan karena darah juga terus saja mengalir dari jari tanganya,Dafa keluar dari kamar.


Ternyata di depan kamar Dafa ada Jeje yang sedang menangis karena mendengar orang tuanya bertengkar,Jeje melihat tangan Dafa yang berlumur darah langsung mengajak Dafa turun ke bawah.


Meta di kamar merasa kesal karena Dafa ingin menceraikannya,membanting semua barang,bunyi barang jatuh dan pecah terdengar dari kamar.


Jeje membantu Dafa mengobati luka di jari tangan Dafa,Jeje juga terus mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


"Sudah jangan menangis,Papah ngga papa,,ini hanya lecet saja,,"


"Apa Papah akan bercerai dengan Mamah,?"Jeje menangis karena sedih mendengar Dafa mau menceraikan mamahnya.


"Maaf sayang,,Papah sudah ngga sejalan dengan Mamah,"Jeje menangis makin kencang,Dafa langsung memeluknya.


"Jangan sedih,Papah akan selalu ada buat Jeje,"


Setelah di obati,Dafa tidur di kamar tamu,Jeje yang takut Dafa pergi,terus mengikuti.


"Papah ngga akan pergi,kamu istirahatlah di kamarmu "


"Ngga sayang,Papah ngga akan pergi,papah janji,Sanah ke kamar,nanti kita makan malam bersama,,"


"Papah janji kan,,"Dafa menjawab janji.


Jeje keluar dari kamar,Dafa yang merasakan nyeri di tanganya lalu tiduran sambil menahan sakit.


Dafa tidak ingin Jeje sedih makanya dari tadi sakitnya di tahan.


Meta masuk ke kamar tamu di mana Dafa tidur,Meta berjalan pelan , Dafa sedang tidur dengan nyenyak,,Meta melihat luka yang di jari tangan Dafa.

__ADS_1


"Maaf,,kamu pasti selama ini tersiksa dan ngga pernah bahagia,"


Meta lalu keluar dari kamar Dafa,dan menuju dapur,rupanya Meta ingin memasak untuk Dafa dan Jeje.


Dafa membuka matanya saat dengar pintu tertutup,dan mendengar kata kata Meta.


"Aku memang tidak pernah bahagia,tapi cintaku padamu tulus,dan kamu yang telah menghancurkan cinta tulus ku padamu,aku kerja dari pagi sampai malam itu karena Aku mencintaimu,tapi ternyata menurutmu lain,,Aku sudah tidak mau dan tidak Sudi menyentuh dan di sentuh olehmu lagi,menurutku kamu sangat menjijikkan,"Kata Dafa dalam hatinya.


Jam 7 malam,Meta menyuruh Jeje memanggil Dafa untuk makan malam.


Jeje ke kamar Dafa,lalu mengajak Dafa makan,Dafa pun mau keduanya keluar bersama menuju meja makan.


Meta tersenyum melihat Suami dan anaknya berjalan menuju meja makan,Meta langsung sibuk menyiapkan makanan,Meta mengambilkan nasi dan lauk ke piring Dafa dan Jeje.


Dafa tidak menolak,karena tidak ingin melihat Jeje sedih.


Ketiganya makan malam bersama,Jeje merasa senang karena mamah dan Papahnya makan bersama, Jeje sudah lama tidak merasakan suasana seperti sekarang.


***Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


silakan yang mau kasih vote nya,boleh juga bunga atau kopi kl punya***,,

__ADS_1


__ADS_2