Aku Bukan Wanita Simpanan

Aku Bukan Wanita Simpanan
Yang Penting Sama Sama Nyaman


__ADS_3

Ajeng dan Dafa tidur dengan masih saling peluk,mereka tidur dengan nyenyak,Dafa sudah tidak menggigil lagi karena pengaruh obat juga.


Ajeng terbangun karena mau ke kamar mandi,dengan pelan Ajeng melepaskan pelukan Dafa.


"Mau kemana,,?"Dafa rupanya terbangun saat tanganya di angkat.


"Saya mau ke kamar mandi Tuan,"


"Ya sudah Sanah pergilah,,"Ajeng lalu turun dari ranjang dan menuju kamar mandi,setelah selesai Ajeng keluar,niat Ajeng mau lanjut tidur di sofa aja,karena Dafa pikir Ajeng sudah ngga menggigil.


"Kenapa tidur di situ,kembali ke sini,"Dafa yang melihat Ajeng di sofa menyuruh nya ke ranjang lagi.


"Tapi kan Tuan sudah tidak menggigil,"


"Ngga usah jawab,buruan sinih,,"Ajeng yang ngga enak karena Dafa terus memintanya untuk kembali ke ranjang,bangun dari duduknya.

__ADS_1


"Saya mau minum dulu,"Ajeng mengambilkan minum untuk Dafa.


Setelah Dafa minum,Ajeng juga minum,baru Ajeng naik ke ranjang,"Emang Tuan nyaman tidur sempit sempitan gini,?"sambil merebahkan badanya di ranjang.


"Nyaman aja,sinih mendekatlah,,"Ajeng sedikit ragu karena di suruh mendekat,pasti Dafa mau peluk,pikir Ajeng.


Ajeng sebenarnya ngga enak karena dirinya hanya Art takutnya gimana gimana,apa lagi Dafa sudah punya anak istri, yang di takuti Ajeng itu takut dirinya nyaman dan lama lama jadi cinta,Ajeng ngga mau jadi perusak rumah tangga orang.


"Tuan,,apa saya boleh tanya,,?"Sambil mendongakan kepalanya.


Wajah keduanya sangat dekat dan saling hadap,"Eemmm maaf sebelumnya,Tuan apa kita tidak papa karena sering seperti ini,Saya ngga enak kalau istri dan Anak Tuan tau kita sangat dekat,takutnya mereka berfikir yang tidak tidak,,"Dafa tersenyum mendengar perkataan Ajeng,Dafa paham apa yang di maksud dari perkataan Ajeng.


"Kamu ngga perlu memikirkan tentang istri dan anak saya,yang penting kita merasa nyaman,Saya nyaman saat dekat dengan mu,apa perasaan mu saat dekat dengan Saya begini,,?"Ajeng bingung mau jawab Apa karena benar benar takut kalau jujur.


"Kenapa diam hemmm,,jawab lah..."sambi tangan Dafa yang sakit memegang pipi Ajeng dengan pelan.

__ADS_1


"Saya juga merasa nyaman Tuan,setiap dekat dengan Tuan dalam dada saya ada perasaan yang aneh,dan tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata,,"Ajeng bicara dengan pelan ,Dafa tersenyum mendengarkan perkataan Ajeng.


Dafa dan Ajeng saling tatap,wajah mereka makin dekat,dan akhirnya bibir mereka sudah menempel,Dafa mencium bibir Ajeng,Ajeng hanya diam karena tidak bisa berciuman,lidah Dafa menerobos masuk ke dalam mulut Ajeng,dan Ajeng membuka mulutnya,Dafa langsung melum*at Bibir Ajeng atas dan bawah secara bergantian,Ajeng hanya diam dan menikmatinya saja.


Dafa sesekali menarik lidah Ajeng sambil di Sedo*t nya,Ajeng sampai merasakan desaran Aneh di dadanya,tangan Ajeng memegang baju Dafa dengan kencang.


"Ternyata begini rasanya berciuman,rasanya sungguh gila,,apa lagi Tuan sangat pintar,"Ajeng berkata dalam hatinya sambil menikmati permainan Dafa.


Ajeng sudah merasa kehabisan nafas,Dafa yang tau lalu melepaskan ciumannya,Dafa memundurkan wajahnya,memijat bibir Ajeng yang basah,Dafa mengelapnya dengan pelan karena tanganya sakit.


Ajeng membuka matanya pelan,mata mereka pun bertemu,Dafa lalu mencium kening Ajeng dengan pelan.


"Terimakasih,,kita tidur lagi yah,"Dafa memeluk Ajeng,Ajeng hanya menurut saja.


***jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


Ada cerita baru loh,,klik profilku yuk,,judulnya Hanya Cinta Sesaat***


__ADS_2