Aku Bukan Wanita Simpanan

Aku Bukan Wanita Simpanan
Omongan Tetangga


__ADS_3

Ajeng langsung mendekat ke orang yang berbicara tentang dirinya sebagai wanita simpanan.


"Siapa yang Ibu maksud wanita simpanan,kalau yang di maksud Ibu itu Ajeng,ibu salah besar,Ajeng bukan wanita simpanan,itu adalah Mas Dafa calon suami Ajeng,jadi jangan bicara sembarangan kalau Ibu belum tau kebenaranya,,"yang datang benar saja ibunya Siti.


"Alah mana ada maling ngaku,,pasti kamu tuh di kota jual diri kan,Siti juga bilang gitu,"


"Ibu,,kalau bicara jangan sembarangan yah,,"Nada suara Ajeng sudah emosi,karena takut Ayah kenapa kenapa,ibu mendekati Ajeng .


"Ajeng sudah,,ayo masuk,Ayah baru sembuh,,jangan buat pikiran lagi,"


"Ibu maaf yah kita masuk dulu,terserah ibu mau mengatakan anak saya itu apa,tapi besok anak saya akan menikah dengan Dafa,dia orang kaya dan punya perusahaan,besok datang yah,,makan makan di sini,,gratis,"Ibu Ajeng tersenyum penuh percaya diri,Ibu berani karena sudah tau semuanya tentang Dafa,apalagi besok Dafa mau menikahi anaknya.


"Gaya kamu,,saya akan lapor ke pak lurah sekalian agar mengusir keluarga kalian dari kampung sini,"Tapi keluarga Ajeng ngga ada yang peduli,semuanya masuk ke dalam.


Sampai di dalam kamar ,Ayah diam Ibu yang tau langsung mendekat.


"Ayah,, ngga usah di pikirkan omongan ibunya Siti itu,,yang penting Ayah sudah tau kenyataanya kalau Ajeng tidak seperti yang mereka tuduhkan,,"


"Ibu dan Ajeng sekarang pergilah ke rumah pak RT,Dafa ajak sekalian,jelaskan semuanya,biar tidak tambah masalah,"


"Tapi kalau Kita pergi,Ayah sama siapa,?"


"Kan ada Adek,sudah Bu Sanah pergilah sebelum ibu nya Siti lapor macam macam ke pak lurah,ibu tau sendiri dia kan,"

__ADS_1


"Kalau begitu baiklah Yah,Ibu akan ajak Ajeng dan Dafa pergi ke rumah pak RT,,"


Ibu lalu keluar dari kamar,Ajeng sedang menata makanan di meja,Ibu lalu menyuruh untuk menutupnya dulu,karena mau di ajak ke rumah pak RT.


"Ayo kalian berdua ikut ibu ke rumah pak RT,Adek di rumah aja temani Ayah yah,"


"Iya Bu,,"jawab Adek.


Ajeng dan Dafa lalu ikut ibu ke rumah pak RT,ketiganya berjalan kaki karena rumah pak RT tidak jauh.


Di sepanjang jalan banyak orang yang melihat ke arah mereka bertiga yang sedang jalan,karena para tetangga sudah dengar gosipnya Ajeng yang seorang simpanan om om.


"Ajeng kok mau yah jadi simpanan,lihatlah laki lakinya,pantas jadi ayahnya kan,pasti gosip itu benar kalau Ajeng itu simpanan,"


"Iya yah,,pasti simpanan,,orang laki lakinya sudah tua gitu,"


Banyak orang pada bicara mengatai Ajeng dan Dafa,Ajeng ingin marah dan menegurnya,tapi Dafa selalu menggelengkan kepalanya,tanda melarang Ajeng untuk bicara.


Mereka bertiga sudah sampai di rumah pak RT,ketiganya di persilakan masuk.


"Siang Pak,,maaf mengganggu,saya ingin melapor kalau di rumah kita kedatangan tamu,ini adalah Dafa laki laki yang sedang dekat dengan anak saya,"


"Oh,,jadi mereka yang dari kemarin banyak di bicarakan para warga,,"

__ADS_1


"Iya Pak,saya datang kesini bersama Anak saya karena ingin menjelaskan semuanya,"


"Iya silakan di jelaskan semuanya biar klier,,"


"Perkenalkan Pak saya Dafa,saya asli dari Bogor,tapi saya punya usaha di Jakarta jadi saya tinggal di Jakarta ,saya adalah seorang duda,dan ini saya bawa akte cerai saya agar jadi bukti kalau Ajeng bukan wanita simpanan,karena saya juga akan menikahi Ajeng besok Pak,,"Dafa sambil memberikan akte cerai dan KTP nya pada pak RT.


Pak RT melihat dan membacanya,"Ajeng apa benar kamu mau menikah dengan sodara Dafa ini,,?"


"Iya Pak saya mau,"


"Maaf Ajeng bukan maksud bapak bertanya seperti ini karena apa apa,bapak hanya ingin memastikan nya saja,kalau ini memang keinginan kamu dan bukan paksaan,"


"Iya Pak,,saya dengan Mas Dafa sama sama saling cinta dan sayang,kita ngga ada paksaan,,"


"Iya,, syukur lah,,jadi kapan kalian akan menikah,biar warga di sini tidak lagi membicarakan kalian,?"


"Besok pak,,Ajeng dengan nak Dafa akan menikah besok,nanti sore surat surat numpang nikah Nak Dafa akan sampai,dan kita juga sekalian minta tolong sama Pak RT untuk mengurus semuanya,,"


"Oh bagus itu,saya akan bantu,nanti kalau surat surat milik nak Dafa sudah datang antar saja ke sini,"


"Baik Pak terimakasih,kalau begitu kita permisi dulu,soalnya Ayah Ajeng di rumah sendirian,"


"Iya silakan,,"

__ADS_1


Ajeng dan Ibu salaman duluan,Dafa rupanya mengambil uang dua ratus di dompetnya untuk menyalami pak RT,karena tanda terimakasih sudah mau bantu.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2