
Selesai dengan acara ijab,semua lanjut makan makan,semua warga yang datang boleh makan sekenyang nya,dari jauh rupanya ada orang yang mengintip ke arah rumah Ajeng.
"Kurang ajar banget sih,kenapa jadi gini,awas kalian semua,kalau nanti anaku pulang dan bawa calon suami,kalian semua ngga akan aku undang kalau Aku buat pesta yang lebih mewah dari ini,,"yang mengintip itu ternyata ibunya Siti.
Selesai makan warga satu persatu pada pulang setelah memberi selamat pada Ajeng dan Dafa,Pak penghulu,Pak RT dan pak Lurah pun berpamitan,karena memang sudah siang.
Jam satu an,rumah Ajeng sudah tidak ada tamu lagi,hanya ada tukang yang membereskan tenda,dan juga ibu ibu tetangga yang juga membereskan dapur.
"Mas,,,Ajeng mau bicara bentar,"
"Ya udah bicara aja,,"
"Di kamar Ajeng aja ya Mas,,"Ajeng ngga enak mau bicara soalnya di situ banyak orang.
"Oh iya,,"Dafa lalu mengikuti Ajeng menuju kamarnya.
Ini pertama kalinya Dafa melihat kamar Ajeng,walau kamar nya kecil tapi di dalam rapi,dan hanya ada ranjang sama lemari kayu yang sudah tua.
"Maaf ya Mas kalau kamarnya brantakan dan kamar nya Ajeng jelek juga,,"
"Ngga papa,,kamu mau bicara apa,,"keduanya duduk di pinggir kasur.
"Eemmm,,Ajeng sedikit ngga enak Mas bicaranya,,"
"Bicara saja ada apa,,"
"Tapi Mas jangan marah yah,,"
"Baiklah,,Mas ngga akan marah,,bicara lah,jangan bikin Mas makin penasaran,,"
"Eemm,,kalau uang mahar dari Mas Ajeng kasih ke orang tua Ajeng boleh ngga mas,,biar uangnya bisa buat betulin rumah,kasihan kalau musim hujan pada bocor,,"Dafa tersenyum,ternyata itu yang Ajeng ingin bilang.
__ADS_1
"Itu uang kamu,kamu mau pakai atau kasih ke orang tua kamu juga silakan,Mas ngga akan melarangnya,"
"Apa Mas serius,,"
"Serius,,nanti Mas akan tabah lagi uangnya ,biar bisa bikin rumah yang lebih bagus lagi,"
"Makasih ya Mas,,"Ajeng terlihat senang,dan reflek memeluk Dafa,Dafa membalas pelukannya Ajeng.
"Sudah yah pelukannya,takut Mas Khilaf,kita lanjutin nanti aja kalau ngga ada orang,"Ajeng langsung melepaskan pelukannya dan malu dengar omongan Dafa,Dafa tersenyum.
"Ya udah yuk Mas kita keluar,"
"Iya,,"keduanya pun keluar.
"Kok bentar amat Pak,,main cepat yah,"ledek Salim.
"Kamu ngomong apa sih Lim,,"Salim tersenyum.
"Kamu ikhlas nak,ini kan uang mahar kamu,"
"Ajeng ikhlas kok Yah,,Mas Dafa juga sudah mengizinkan nya,"
"Ya sudah kalau gitu Ayah dan Ibu terima,terimakasih yah,semoga rumah tanggamu selalu di beri kebahagiaan dan rezeki yang lancar,"
"Amin Yah,,"
Ibu terlihat sangat bahagia,karena uang mahar Ajeng dari Dafa sebesar 100 juta.
"Ayah,,apa masih kurang uang nya kalau buat rumah,kalau kurang saya akan tambah lagi,"
"Ini lebih dari cukup,kamu ngga usah menambahnya lagi,uangmu gunakan saja buat tambah modal usaha kamu,"
__ADS_1
"Iya benar,,nanti kalau ada kurangnya baru kita kabarin,"Kata Ibu yang merasa senang.
"Baik Ayah Ibu,,saya juga mau sekalian izin,saya mau balik ke kota sekarang,dan Ajeng akan saya bawa sekalian,"
"Kenapa buru buru,,kalian apa ngga cape,"
"Ngga kok Bu, nanti kalau capek kita akan istirahat,,"
"Ayah sih terserah kalian aja,dan Ajeng sekarang sudah tanggung jawabku,kamu mau bawa kemana pun silakan,tapi pesan Ayah hanya satu jangan sakiti Ajeng,kalau kamu sudah ngga mau dengan Ajeng antar saja kesini,Ayah tidak apa-apa,dari pada Ajeng tersakiti,"
"Iya Ayah,,saya akan menjaga dan menyayangi Ajeng seperti Ayah menjaga dan menyayanginya,,"
"Terimakasih kalau begitu,"
Setelah selesai pembicaraan,Ajeng lalu ganti baju dulu,Ajeng sebenarnya masih ingin di sini,tapi Ajeng tau suaminya banyak kerjaan dan rumahnya juga tidak layak untuk Dafa,jadi Ajeng akan ikut kemana Dafa mengajaknya.
Ajeng,Dafa dan Salim berpamitan kepada ayah dan ibu juga Adik Ajeng,Salim bawa mobilnya sendiri,Dafa juga membawa sendiri,Ajeng sudah masuk mobil Dafa.
Mobil keduanya sudah berjalan beriringan,meninggalkan kampung Ajeng.
"Sayang,,kamu pengin bulan mau ke mana,,?"sambil Dafa mencium tangan Dafa.
"Ajeng mah di apartemen aja ngga papa Mas,asal bersama Mas Ajeng tetap merasa bahagia,"
"Kamu seriusan Sayang,,kita ngga pergi bulan madu ngga papa,"
"Ngga papa Mas,kita di apartemen aja yah,"sambil menyandarkan kepalanya di pundak Dafa.
"Ya sudah kita di apartemen saja,"sambil cium kepala Ajeng.
"Mas udah ngga tahan pengin cepet sampai Yang,kita mampir ke hotel dulu aja gimana Yang,besok pagi kita baru lanjut,,"
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...