Aku Bukan Wanita Simpanan

Aku Bukan Wanita Simpanan
Dafa Terlihat Marah


__ADS_3

Dafa dan Salim duduk di depan ruang ugd,Dafa terlihat sangat kacau ,Dafa sangat takut kehilangan anaknya dan Ajeng.


"Pak,,tadi kok di apartemen saya ngga lihat Jeje ,Jeje di mana ya Pak,kalau dia di kamarnya pasti kan dengar kita datang,"Dafa baru sadar kalau dari tadi Jeje ngga ada.


"Iya Lim,,Jeje di mana yah,"Dafa langsung telfon dan ternyata hpnya masih mati.


"Lim,,hpnya jeje mati,kamu sekarang balik ke apartemen,Saya takut ada apa-apa,dan tolong tanyakan ke pihak apartemen pasti mereka ada CCTv,,"


"Baik Pak saya akan balik ke apartemen,"


Salim langsung pergi dan Dafa masih menunggu di depan ruang UGD.


Setengah jam Ajeng ada di dalam,dan Dokter akhirnya keluar,Dafa langsung bangun dan mendekatinya.


"Gimana Dok keadaan istri saya,dan kandungannya,,mereka baik baik saja kan Dok,?"Dafa sangat tidak sabar rupanya ingin segera tau keadaan calon Anak dan istrinya.


"Istri bapak sangat lemah,untung saja bapak cepat bawa ke sini,kalau terlambat sebentar saja pasti anak bapak yang tidak akan tertolong,saya sudah kasih obat penguat kandungan semoga calon anak bapak dan ibu selamat dan kembali sehat,"Dafa mengangguk.

__ADS_1


"Istri saya kenapa ya Dok,,saya temukan dia di kamar dengan kondisi pingsan,?"


"Istri bapak kayanya makan makanan yang sudah di beri obat pencuci perut,yang membuatnya terus buang air besar,"


"Apa Dok,,obat pencuci perut,,gimana bisa,,istri saya tadi pagi makan pagi bersama,dan kita makan bersama dengan makanan yang sama,,"


"Ya mungkin setelah bapak pergi ibu ada yang ngasih makanan dan makanan itu sudah di campur dengan obat,ibu masih belum sadar,nanti saat ibu sudah sadar kita bisa tanyakan pada Ibu tadi habis makan apa,,"Dafa mengangguk.


"Saya boleh masuk Dok,,"


"Silakan,tapi sebaiknya bapak pesan kamar rawat dulu agar Ibu lebih nyaman,,"


"Kalau begitu saya pergi dulu Pak,"


"Iya Dok,,trimakasih,,"


Dafa langsung masuk ke ruang UGD untuk melihat Ajeng,setelah 5 menit melihat,Dafa langsung ke resepsionis untuk mendaftar kamar rawat.

__ADS_1


Salim sudah sampai di apartemen,dan Salim memeriksa setiap ruangan dan ngga ada Jeje, Salim lalu melihat lihat takutnya habis ada kekerasan atau penculikan,tapi ngga ada tanda tandanya,Salim masuk lagi ke kamar yang Jeje bekas tiduri,Salim melihst ada botol kecil di tong sampah dekat pintu,karena mencurigakan Salim mengambil botol kecil itu.


Salim ke bawah menuju pihak apartemen,Salim ingin menanyakan CCtv ,Salim ingin lihat sekitar jam delapan Samapi jam sembilan pagi di loby.


Salim dan petugas terus melihat,dan akhirnya terlihat Jeje dengan mengendong tasnya keluar dari apartemen.


"Iya itu pak benar,itu anak bos saya,bisa kirimkan ke saya ngga pak rekaman itu,biar bos saya lihat kalau anaknya pergi,"


"Bisa pak,,tunggu sebentar,,"lalu petugas itu mengirimkan rekaman pas Jeje keluar dari apartemen dan saat lewat di loby.


Ajeng sudah ada di kamar rawat,Dafa terus menemaninya dan ngga mau jauh dari Ajeng,Dafa menggenggam tangan Ajeng sambil menciuminya.


"Aku ngga akan biara kan orang yang telah mencelakai istri dan calon anaku itu bebas di luar,akan aku buat perhitungan nanti,,awas saja,,,"Dafa terlihat sangat kesal.


"Maaassss,,,,"suara Ajeng pelan sekali keluar,Ajeng sudah sadar rupanya,Dafa tersenyum dan mencium keningnya langsung.


"Sayang,,,,kamu sudah sadar sayang,,ya Tuhan,, terimakasih,,,"kata Dafa sambil menciumi kening Ajeng.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih....


__ADS_2