
Ajeng mengambil bajunya dengan cepat karena tidak enak dengan Salim yang menunggunya di bawah.
Setelah memasukannya ke tas,Ajeng turun lagi ke bawah dan menuju mobil Salim.
"Sudah,,,?"tanya Salim saat Ajeng membuka pintu mobilnya.
"Sudah,,,maaf ya Mas lama,,"sambil meletakan tas di bangku belakang.
"Ngga kok,,kita berangkat,,,"
Salim menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran apartemen.
"Ada yang perlu di beli ngga Jeng,,mumpung kita masih di jalan,,"
"Ngga ada,,kata Tuan nanti kalau pengin apa apa tinggal pesan aja lewat aplikasi,,"
"Iya,,,baiklah horang kayaaa,,,bebass,,,,"Salim sedikit melucu.
"No telfon mu mana,,sinih Aku minta,nanti kalau ada Pak Dafa ngga bakalan boleh,,nih hpmu,,masukin no hp kamu,,"Salim memberikan hpnya PD Ajeng dan Ajeng lalu memasukan no tlfonya.
"Makasih yah,,,"setelah Ajeng selesai menulis no telfonya,Ajeng membalikan ke Salim.
Sampai di rumah sakit keduanya langsung masuk,Ajeng membuka pintu kamar rawat Dafa dengan pelan,ternyata Dafa tidur.
Keduanya masuk ke dalam,Ajeng meletakan tas bajunya di tempat yang sudah di siapkan,sedang Salim melihat berkas yang tadi di bawanya,Dafa meletakannya di meja dekat ranjang.
Salim melihat dan semuanya sudah di tandatangani oleh Dafa.
Salim mau langsung pulang tapi belum pamitan,jadi Salim menunggu Dafa sampai bangun dan duduk di sofa.
"Mas Salim mau kopi ngga,,?"
"Ngga usah,Aku mau balik ke kantor lagi ,tapi tunggu Pak Dafa bangun,,"
"Iya,,"Ajeng duduk juga di sofa sambil melihat hpnya,ternyata Anto wa ke Ajeng no rekeningnya.
"Maaf Jeng hp Mas kemarin rusak,jadi baru bisa wa kamu,ini no rekeningnya yah,,"isi pesan dari Anto.
"Iya Mas ngga papa,, makasih,,"
__ADS_1
Salim kirim pesan ke Ajeng untuk Tes Wa,,"Sibuk amat yang punya hp baru,,"Ajeng langsung melihat ke Salim,Salim malah tersenyum.
"Ini temen dari kampung wa dan kasih no rekeningnya,,biar Saya bisa tranfer buat Orang tua Mas,,"Ajeng balasnya lewat omongan.
"Kalian sudah datang,,"Suara Dafa terdengar.
Ajeng dan Salim menengok,dan melihat Dafa yang sudah bangun,keduanya lalu mendekat ke Dafa.
"Pak,,saya pamit dulu,saya mau balik ke kantor soalnya,,"
"Iya,,itu semua sudah saya periksa dan tandatangani,saya titip kantor yah Lim,kalau ada masalah tolong kamu kabari saya langsung,"
"Baik Pak,saya pergi dulu,"Dafa mengangguk.
Saat Salim keluar ,suster datang membawa makan sore untuk Dafa.
"Terimakasih Sus,,"kata Ajeng.
Suster menjawab iya lalu keluar lagi,"Ambilkan saya minum Jeng,Saya haus,"Ajeng pun mengambilkannya.
"Ini Tuan,,"
Setelah Dafa minum,Ajeng menyuapi Dafa,"Tuan,,teman saya sudah kasih no rekening nya,,"sambil menyuapi Dafa.
"Iya tuan,,nanti Saya kirim,,"
Ajeng selesai menyuapi Dafa,lalu Ajeng mengelap mulut Dafa dengan Tisu,Saat Ajeng selesai mengelapnya,Dafa mengambil tangan Ajeng lalu di ciumnya.
"Terimakasih yah,,"Ajeng tersenyum dan mengangguk.
Ajeng membereskan tempat makan nya,setelah rapi Ajeng mengambil hpnya dan kembali duduk dekat Dafa,Ajeng mau mengirimkan no rekening Anto,setelah masuk ke hp Dafa ,Dada pun langsung mengirimkan uangnya.
"Bilang sama temanmu,Saya sudah tranfer yah,"
"Iya Tuan,,makasih,,"
"Makasih buat apa,itu kan memang uangmu,"Ajeng hanya tersenyum.
Ajeng wa ke Anto kalau bosnya sudah kirim uang ke rekeningnya.
__ADS_1
"Ajeng,,bantu saya siapkan air hangat yah,saya pengin mandi,,"
"Mandi,jangan tuan,,Tuan jangan mandi dulu,di lap aja yah,,"
"Saya gerah dan lengket,saya mau mandi aja,"
"Tapi Tuan,,,"
"Saya sudah lebih baik,,udah ayo bantu,"
Ajeng akhirnya menurut,dan menyiapkan air untuk Dafa mandi.keduanya masuk ke kamar mandi.
"Bukakan baju saya,,"Ajeng sedikit kaget.
"Saya ngga bisa lepasin,tangan saya ada infusnya,,"
"I,,iya Tuan,,"Ajeng sambil menunduk melepaskan kancing baju Dafa satu persatu,setelah semua terlepas,Ajeng membantu melepasnya dengan pelan.
Ajeng melihat badan Dafa dengan sangat dekat,membuatnya merasa malu,Dafa tersenyum melihat wajah Ajeng yang merah.
Dafa pakai celana pendek,lalu duduk di closet,"Mandikan saya sekalian,"Ajeng makin deg degan dan ada rasa ngga enak gitu.
"Sudah lakukan,kita cuman berdua kan,ngga usah malu,,"Ajeng hanya mengangguk.
Ajeng mengguyur badan Dafa dengan pelan,setelah basah baru Ajeng menyantuni,Kedua tangan Dafa di rentangkan agar tidak kena air.
Ajeng menggosok badan Dafa dengan sabun,dengan sangat pelan.
Mata Ajeng tidak sengaja melihat milik Dafa yang ternyata bangun,membuat Ajeng makin panas Dingin.
"Sudah ya Tuan,mandinya jangan lama lama,takutnya Tuan dingin,"
"Iya,,"
Ajeng juga mengusap wajah Dafa dengan tanganya,Ajeng melakukanya dengan sangat lembut.
Setelah selesai Ajeng memakaikan handuk pada Dafa,"Celana saya turunkan dulu,,"
Ajeng sedikit bingung,,"Ngga papa,lepaskan saja,,"setelah handuk di titipkan ke pinggang,Ajeng menurunkan nya dengan pelan.
__ADS_1
Saat celana sudah turun,handuk yang tadi di pasangkan ke pinggang Dafa ternyata lepas,alhasil milik Dafa yang sedari tadi bangun Ajeng melihatnya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...