Aku Dan Dia

Aku Dan Dia
AIRA


__ADS_3

Berawal dari sebuah pertemuan yang tidak disengaja, tak ada senyum yang terlempar dari bibirnya, hanya tatapan mata tajam dari kedua bola matanya yang begitu indah. Semua berjalan kaku mengalir begitu saja tanpa jeda, namun membekas mencipta selembar cerita dalam perjalanan hidup yang direncanakan Tuhan.


Keindahan semesta alam terasa begitu sempit karena terlihat jelas telah terlukis dengan sangat detail pada seorang sosok wanita yang mengusik imaji dalam sistem kerja otak kanan.


Aira, ya namanya Aira sesosok wanita hebat yang selalu menjadi buah bibir, putri bungsu dari sebuah keluarga yang cukup disegani.


Mempunyai intelegensi yang sangat baik, karena memang dirinya mempunyai banyak prestasi baik di bidang akademik ataupun non-akademik.


Sosok nyata yang ternyata selama ini tersembunyi karena memang menempuh pendidikan di asrama, sehingga cermin jelas tentang dia seperti terbias dibalik cahaya.


Wajar sekali jika dirinya bak karakter putri cantik sempurna dalam sebuah dongeng yang hanya bisa tergambar melalui kabar burung yang hinggap dan merambat dari mulut ke mulut.


Aira, konon dirinya digambarkan sebagai sosok perempuan yang selalu tampak anggun dengan balutan kerudung, matanya yang sedikit terlihat oriental memberi kesan yang sangat menarik, hidung yang mancung, bibirnya yang tipis, kulit putihnya yang natural tanpa campur tangan jarum suntik vitamin C benar-benar melengkapi tampilan sempurna seorang wanita seutuhnya.


Namun di sisi lain entah mengapa cerita yang berkembang tentangnya selalu terdengar membingungkan, dibalik kecantikannya yang tidak perlu diragukan oleh seisi bumi dan langit, terlalu banyak suara sumbang menggambarkan dirinya adalah sosok yang angkuh.


Meskipun sejatinya dirinya memiliki senyum dan lirikan mata yang seketika dapat mematikan langkah setiap lelaki di sekitarnya hanya untuk menatap kesempurnaan ciptaan Tuhan.


Kabar yang membuat seorang lelaki bernama Deni penasaran bukan kepalang dan memaksa dirinya untuk mengetahui lebih jauh siapa Aira sebenarnya.


"Wei cumi, lu tau Aira? Itu yang rumahnya di gang III, anaknya pak haji Dadang, dia udah punya cowo belum ya?" Tanya Deni santai kepada Dimas yang kebetulan sedang duduk di teras depan halaman rumahnya.


"Aira? Tau lah, siapa juga yang ga tau Aira. Aira itu ibarat gula yang diburu segala jenis suku semut. Makanya lu gaul jangan kudet kudet amat.. hahaha..


Emang lu mau ngapain? Lu mau deketin dia? Backoff deh, kan ga lucu kalau temen gw jadi perkedel daging.. hahaha" Dimas mencoba membuat Deni mengurungkan niatnya untuk mendekati Aira.


"Baru dijadiin perkedel, jadi ayam geprek aja gw rela kalau buat dia mah, hihihihi.." Deni tertawa geli menyadari ucapannya terlampau alay.


"Eh kulit kuaci, emang konyol lu udah permanen kali ya, nih gw kasih tau ke elu, bokapnya tuh galak maksimal cuy, masih jinakan Ciko bu Susi dari komplek Asri daripada bokapnya Aira" Sahut Dimas.


"Whaaaaaat??? Gila, Ciko bu Susi horrornya kuadrat tiada tara begitu lu bilang jinak, sakit lu ya?" Gerutu Deni sambil berjalan masuk ke halaman rumah Dimas untuk menghampirinya.

__ADS_1


Ciko adalah nama peliharaan Ibu Susi, spesies ****** dari ras helder yang menjadi andalan bu Susi untuk menjaga rumahnya agar tidak di susupi oleh orang tidak bertanggung jawab. Meski jarak tempat tinggal bu Susi lumayan jauh dari kediaman mereka, namun "ketenaran" Ciko sudah menyebar luas layaknya selebgram, karena selain memang DNAnya adalah salah satu jenis ****** penjaga yang notabene memiliki tingkat kegalakan diatas rata-rata, Ciko juga diberikan kandang seukuran sangkar burung seperti di kebun binatang oleh sang majikan.


Katanya sih biar Ciko tetep bisa gerak bebas, karena memang ukuran tubuh Ciko yang bisa dibilang bisa melebihi tinggi anak remaja, disatu sisi posisi Ciko membuat orang-orang disekitar segan untuk melintas disana, namun ada saja yang malah penasaran dan mengganggap Ciko itu cukup langka sehingga mereka layak untuk mendokumentasikannya atau bahkan yang lebih ekstrim menggoda dan mengganggunya hanya untuk mendengar Ciko menggonggong.


"Hahaha, kalau ga percaya test aja lu dateng kerumahnya, tuh diujung gang sebelah, anak-anak aja kemarin ga jadi mau minta stempel RT buat bikin acara, niat mau minta persetujuan RT tapi apes malah ketemu bokapnya Aira, yang ada malah di introgasi dan endingnya kena khotbah duluan. Lagian ngapain sih tumben banget lu kepo soal Aira? Lu ketemu sama dia? Emang lu yakin itu Aira? Dia kan invincible women, namanya sering didenger tapi wujudnya susah ditemuin" Celoteh Dimas


"Gw iseng aja cumi, lu kan tau gw, gw ga bakal bahas soal cewe kalau itu cewe biasa." Balas Deni


Deni termasuk orang yang tidak suka wanita yang lenjah lenjeh di depannya, apalagi kalau ada wanita melintas seperti habis mandi parfum dan pake make up ala dakocan. Otomatis Deni akan mundur teratur dan menghilang.


Nah si Aira ini masuk kategori ga biasa, karena memang Aira pun bukan tipe wanita kebanyakan yang suka mandi parfum ataupun make up ala dakocan.


"Serius dia bikin gw penasaran, lagipula yang jutek-jutek itu gemesin loh.. hahaha..


Kalau soal bapaknya, ga mungkin juga beliau nolak calon mantu yang dateng bawaiin martabak spesial dari hati.. hihihi..


Dan 100% gw yakin, cewe yang papasan sama gw tadi itu Aira.


"Sial lu,, gw masih normal !! Catet tuh, NORMAL!! " Seru Dimas.


"Aira emang Cantik bre, selera semua cowok, gw juga pasti ga nolak lah sama dia, tapi dianya mau ga sama gue, hahahaa.."


"Hmmm.." Gumam Deni.


"Kenapa lu? Haus? Mau minum? Kebetulan tuh air akuarium mau gw kuras, minum aja" Balas Dimas


"Yee dodol, napa jadi elu yang koplak sih?" Ujar Deni sambil menatap Dimas dengan tatapan sedikit serius


"Kan tadi gw udah bilang, bokapnya tuh horror, selain itu Aira juteknya udah kaya cabe bubuk level 15, setiap dia lewat depan muka gw yang tampannya dari langit ketujuh ini aja boro-boro dia mau say hello, minimal bilang permisi kek buat basa basi, eh engga juga, padahal gw kan tetangganya, kalau di peta nih ya, jarak rumah gw sama rumah dia juga ga ada setitik pulpen pilot, yakali tiap dia lewat gw cuma dianggep patung di perempatan.


Emang mental lu siap ngadepin situasi absurd kaya begitu? Udah Bokapnya horror anaknya Jutek, yang ada nanti lu kaya kutu di formalin" Jawab Dimas semakin sinis.

__ADS_1


"Mmm.. kalau dipikir sebenernya sih lu emang cocoknya ada diperempatan, tinggal didandanin dikit biar kaya boneka mampang, hahaha.." Deni malah berkelakar


"Kambiiiiiing... Terserah lu deh, gw sih ngomong apa adanya, percaya sukur ga percaya ya itu derita gw udah kedatangan tamu mahkluk astral buat bahas hal ga penting, anggep aja gw lagi ber-amal ngobrol sama orang yang lupa masang otaknya macem elu" Dimas sedikit meradang.


"Yailah sob, santai lah, gw cuma bercanda doang, masih kaku aja lu sama gw.. You know me kan, hehe" Deni mencoba meredam emosi sahabatnya sambil menepuk pundaknya.


"Tapi gw emang bener penasaran sama Aira. Tadi gw ga sengaja papasan sama dia, karna gw penasaran gw tanya aja sama mamang ketoprak legend, dan katanya namanya Aira anak Pak Haji Dadang."


Sebutan ketoprak legend berasal dari durasi berdagang si mamang, karna itu mamang sudah jualan ketoprak di daerah mereka dari harga 2500perak sampe sekarang 15.000rupiah dan ga pernah pindah jauh, kalaupun pindah paling cuma jarak 10 meter. Dan untuk dapat menikmati ketoprak si mamang pun antriannya bisa ngalahin antrian paket sembako murah.


"Ga tau kenapa, gw suka matanya, fokus kaya ga ada keraguan hidup, tapi seakan memanggil orang untuk menarik tangannya dan merangkul dirinya. Walaupun emang dia ga senyum ke gw, tapi gw yakin.. kalau dia senyum pasti bisa bikin keju mozarella meleleh dengan seketika tanpa harus di masak.." Deni sekilas terlihat mendayu


Tiba-tiba Dimas dengan cepat menarik telinga sebelah kanan sahabatnya itu sambil berkata dengan cepat..


"Wei serbet warteg !! Gw kasih tau ya..


LU JANGAN KEBANYAKAN NONTON FTV !! OTAK LU JADI BEKU.." Dimas berteriak di telinga Deni.


Deni pun kaget atas reaksi sahabatnya tersebut, Deni pun sigap tak mau kalah, ia pun balik menarik telinga sebelah kiri Dimas sambil beteriak lantang


"WOI CUMI, LU PIKIR GW BOLOT !! Gimana? merdu kan suara gw di kuping lu?" Ujar Deni sambil terkekeh.


"Ah Bangke lu, emang lu tuh manusia paling langka, model otak korslet permanen kaya lu tuh harusnya di kasih label dilindungi. Untung aja gendang telinga gw biasa denger murotal, jadi kebal sama suara setan jahanam macam elu" saut Dimas..


"Kampret lu Dim... Hahaha.." Deni merangkul sahabatnya. Dimas pun membalasnya dengan tawa sambil mengajak Deni bersiap menuju ke lapangan.


"Hahahaha..., yaudah yuk cus, udah ditunggu sama yang lain" Kedua sahabat ini pun kemudian beranjak dari teras untuk menuju tanah lapang tempat mereka biasa bermain sepakbola disore hari.


Obrolan ringan yang dianggap biasa oleh Dimas, karena dia tahu betul sahabatnya itu hanya penasaran. Namun ternyata dalam benak Deni.. masih banyak kumpulan pertanyaan yang belum terjawab tentang Aira di dalam otak kecilnya.


Wanita yang seakan hadir untuk mengisi hari-harinya kelak.

__ADS_1


__ADS_2