
“Nadya?”
Nadya dan Satya menoleh ke sumber suara tersebut.
“Bener Lo ternyata. Lo baru pukang jam segini?” Andre yang bertanya kepada Nadya.
“Dari mana aja sih? Di chat gak di baca lagi” sambung Andre.
“Eh..” Andre yang baru sadar ada Satya disitu.
“Eh, sori” senyum cangung ke Satya.
“Dia siapa?” Andre yang berbsik ke Nadya.
“Eh! Andre gak kenal Satya siapa?! Padahal sama-sama kerja di Exelent “ batin Nadya .
“Selamat aku” batin Nadya yang lega.
“Jangan bengong, di tanya diem aja” Andre yang melihat Nadya bengong.
“ Dia ini… temenku Ndre” jawab Nadya.
“Temen?” Andre yang melihat Nadya curiga.
Nadya mengangguk kan kepalanya tanda mengiyakan ucapan Andre.
“Lo main sama yang setua ini ?” Tanya Andre kepada Nadya.
“Pfft” Nadya yang menahan ketawa karna ucapan Andre yang terlalu jujur.
“Temen sekaligus kakak sih” Nadya yang menjawab Andre sambil menahan tawa.
“Kamu siapa?” Satya yang bertanya kepada Andre.
“Lah?!” Batin Nadya yang syok.
“Saya Andre bang” jawab Andre kapada Satya.
“Pfftt” Nadya yang mehan tawa lagi .
“Andre berasa lagi ngobrol sama tukang bubur” batin Nadya.
“Temen sekosan Nadya” sambung Andre.
“Kamu tinggal di kos campur?” Melotot ke arah Nadya.
“Saya mau liat kos adik saya dimana” Satya yang ingin melihat kos Nadya.
__ADS_1
“Boleh-boleh bang, udah gak jauh kok”
Satya dan Andre berhenti di depan pagar rumah kos, sementara Nadya berdiri di belakang meraka.
“Ndre, berapa jumblah penghuni di sini berapa?” Tanya Satya kepada Andre.
“Dua belas bang” jawab Andre.
“Perbandingannya?”
“Cewek enam, cowok enam”
“Udah penuh?” Tanya Satya.
“ Abang mau pindah ke sini juga?!” Andre yang bertanya sambil terkejut.
“Cuma nanya” jawab Satya dengan singkat, padat, dan jelas.
“Kirain, hehehe…”
“Yaudah, saya pulang dulu, kamu hati-hati di sini” Satya yang berpamitan ke Nadya sambil mengelus rambut Nadya.
“Iya, mas juga hati-hati”
Satya pergi menunggalkan Nadya dan Andre. Nadya dan Andre masuk ke dalam kamar kos masing-masing.
...----------------...
Pukul 18.05 Nadya dan Andre sedang makan mie ayam pinggir jalan.
“Eh kok ada sawi nya” Nadya mengasihkan sawi nya kepada Andre.
“Pantes badanya kerempeng.. gak mau makan sayur” Andre yang mengejek Nadya .
“Nih pangsit nya” Andre yang mengasihkan pangsit kepada Nadya.
“Terimakasih, senang berinteraksi dengan anda “
“Pantes seneng jalan sama gue , yang gue suka lo gak suka. Yang lo suka gue suka, kita jadi melengkapi gini”
“Kok gue dengernya jijik ya Ndre?”
DRRT DRRT : hp Nadya berdering telpon dari ibu
“Ya bu?”
“Lagi dimana Nadya?” Tanya ibu kepada Nadya.
__ADS_1
“Di jalan mau pulang, kenapa emang nya bu?” Jawab Nadya .
“Kalo bisa buruan, mamamu udah mau sampai rumah kalian”
“Mamaku? Rumah? Maksudnya?” Nadya yang ngelag.
“Haduuuh, itu Bude Laksmi udah mau sampai apartemen kamu sama Satya” ibu yang menjelaskan.
“Hah?!” Nadya yang syok.
“Kenapa?” Andre yang penasaran mengapa Nadya terkejut.
“Ssst”
“Nadya, itu suara siapa?” Tanya ibu kepada Nadya.
“Suara Satya gaj begitu deh” sambung ibu.
“Temen bu” jawab Nadya.
“Cowok? Kamu pulang sama cowok lain?” Tanya ibu yang curiga dengan Nadya.
“Ya ampun sempet-sempet nya curiga!” Batin Nadya
“Aku harus buru-buru kan ibu? Kalo gitu aku pulang sekarang ya”
“Pastiin rumah rapi, kamu juga harus wangi , ini ibu mertua yang mau sidak”
“Iya buuu” jawab Nadya.
Nadya mematikan telpon nya.
“Ndre gue harus pulang sekarang!”
“Gue bungkus dulu mi- - -“
“Gak usah! Gue yang bayar! Ayo buruan!!” Nadya yang panik.
“Iya iya, heboh bener kek presiden mah deteng aja “
“Ini lebih pernah dari presiden tau!” Ucap Nadya sambil panik.
“Siapa? Mertua?” Tanya Andre.
Nadya terkejut mendengar pertanyaan Andre.
“Ayo ah buruan! Becanda mulu! “
__ADS_1
“Iya mbak iya”
Nadya dan Andre pulang ke kosan.