
Akhirnya Nadya pulang menungagi taxi yang Satya pesan tadi, Nadya menuju kos an nya yang baru, namun, hp Nadya berdering telpon dari Bude Laksmi.
“Halo Bude?” Nadya yang mengangkat telpon.
“Mama sayang…” jawab Bude Laksmi dengan nada menekan.
“Ya ampun! Lupa ganti nama kontak!” *batin Nadya*
“I-iya mah” Nadya mengiyakan Bude Laksmi.
“Di biasain ya panggil mama, udah bukan Bude lagi loh” Bude Laksmi yang memperingati Nadya agar tidak memanggil nya Bude lagi.
“Iya mah maaf” jawab Nadya.
“Lagi di mana sayang?” Tanya Bude Laksmi kepada Nadya.
“Di taxi mah mau pulang” jawab Nadya
“Kok taxi?! Satya kemana!?” Tanya Bude Laksmi dengan nada tinggi.
“Ya ampun keceplosan!” *batin Nadya*
“Mas Satya ada perlu mah, ini juga taxi mas Satya yang pesen kok” jawab Nadya.
“Si Satya gimana sih? Jam segini istri nya pulang di biarin naik taxi” Bude Laksmi yang kesal dengan perlakuan Satya terhadap Nadya.
“Tadinya aku malah mau naik ojek mah, tapi mas Satya pesenan taxi, jadi jangan salahin mas Satya” Nadya yang berusaha membeda Satya.
“Anggap aja ucapan terima kasih buat jas nya” *batin Nadya*
“Mama seneng denger nya” jawab Bude Laksmi.
“Seneng kenapa mah?” Tanya Nadya.
“Kayak nya kalian udah lebih deket” jawab Bude Laksmi.
“Oh iya, mama kirim hadiah” sambung Bude Laksmi.
“Hadiah?” *batin Nadya*
“Mama cek di hp sih udah sampai, bagus gak? Kamu suka gak?” Tanya Bude Laksmi.
“Ha, aku mana tau! Karna gak serumah sama Satya!” *batin Nadya.
“Ibu kamu juga kirim sesuatu”
“Ibu kirim apa?” Tanya Nadya.
“Loh? Kok kamu gak tau sayang?” Bude Laksmi yang kebingungan.
__ADS_1
“Duh, keceplosan lagi!” *batin Nadya.
“Iya mah aku kan soalnya… aku kan kerja hari pertama, jadi belum sempet buka paket” Nadya yang mengeles.
“Oh iya mama lupa, cepet di buka ya sayang, mama mau denger pendapat kamu” jawab Bude Laksmi atau mama Laksmi.
“Iya mah, aku buka paket dari mama besok “
“Ya udah kalo gitu, kamu hati-hati di jalan ya sayang, yang akur sama Satya jangan lupa loh, mama pengen cepet nimang cucu”
Nadya tersedak mendengar ucapan ibu mertua nya.
“Duh mah, gak bisa minta yang lain apa? Yang lebih mungkin terjadi!” *batin Nadya.
“Nadya?”
“Eh, iya mah?” Tanya Nadya.
“Di jawab dong sayang, jangan diem aja”
“Doain aja ya mah” jawab Nadya.
“Itu pasti sayang, tapi kamu sama Satya juga harus usaha”
“Ya ampun mas, ibu mu minta cucu ini!” *batin Nadya.
“I-iya mah, nanti aku sampein ke mas Satya” jawab Nadya.
“Iya lebih cepat lebih bagus, mumpung kalian masih muda, nanti mama telpon Satya juga dah”
“Sekarang aku tau kenapa Satya hobi maksa, turunan dari ibu nya ternyata” *batin Nadya.
“Ya udah mama tutup ya”
“Iya mah”
Nadya merasa lega ketika telpon selesai.
“Aku kira setelah nikah beres, eh tunggu…. Berarti aku harus ke apartement Satya dong besok? Biar aku tau isi paket nya apa, duhh pr banget sih”
...----------------...
Keesokan hari nya, pukul 17.18 : di ruang kerja editorial.
“Eh, gue lupa tanya saking sibuk nya hari ini, lo selalu pulang pergi sana Andre?” Tanya Dita kepada Nadya.
“Mbak tau dari mana!!!?” Tanya Nadya.
“Tadi gue liat kalian pas makan bubur ayam di depan” jawab Dita.
__ADS_1
“Tau gitu mending di bungkus tadi” *batin Nadya.
“Oh gitu..”
“Kalian pacaran?” Dita yang to the poin.
“Hah?” Nadya kaget mendengar ucapan Dita yang to the poin.
“Mulai deh kepo nya” Andre yang tiba-tiba datang entah dari mana.
“Lo ngapain ke sini?” Tanya Dita kepada Andre.
“Jemput pacar, puas?” Jawab Andre.
“Ck🙄” Dita yang cemburu.
Tim editorial menggoda Nadya dan Andre.
“Wih, gerak cepat banget lo ndre” aditor 1.
“Gak heran sih gue kalo Andre mah” editor 2.
“Eh, gak kak! Andre bercanda doang itu, Jangan bikin gosip deh!” Nadya menabok Andre.
“Udah selesai kan kerjanya? Pulang yuk!😁” Andre yang menyuruh Nadya.
Tim editorial semakin menggoda Nadya dan Andre.
“Kita sekosan kak makanya bareng😒” jawab Nadya.
“Aku duluan ya kakak kakak” Nadya berpamitan kepada senior-senior nya.
Dita pun menggandeng tangan Nadya lalu meninggalkan mereka semua termasuk Andre.
“Gue jemput terus gue di tinggal? Nasib-nasib” Andre yang pasrah.
Tim editorial tertawa mendengar ucapan Andre yang pasrah dengan nasih nya.
Nadya, Dita, dan Andre menunggu lift terbuka, namun, hp Nadya bergetar telpon dari Satya.
“Mbak aku ke toilet dulu ya” Nadya yang meminta izin kepada Dita, dan lari secepat mungkin ke toilet.
“Kenapa gak dari tadi?_-” Dita tang mengomel.
“Biarin aja daripada ngompol” Andre yang membela Nadya.
Nadya masuk ke dalam toilet, lalu memastikan tidak ada orang dan menjawab telpon dari Satya .
“Mas aku masih di kantor tau!” Nadya yang menjawab telpon Satya dan protes kepada Satya.
__ADS_1
“Nadya, kamu ngomong apa sama mama kemarin?” Tanya Satya.
“Ha?” Jawab Nadya.