
"Maaf, Tuan. Bukan maksud saya ingin tahu, saya tadi hanya penasaran. Maaf, saya permisi."
Saat itu pun, Alena langsung pamit dan bergegas untuk masuk ke kamar ibunya Devan, sesuai tugasnya yang harus merawatnya dalam waktu dua puluh empat jam.
Naas, dengan sigap si Devan langsung menyambar tangan miliknya Alena.
"Mau kemana kamu?"
Alena menunduk, sama sekali tidak berani untuk mendongak.
"Saya mau menemani Nyonya, Tuan. Maaf, saya masuk duluan." Jawab Alena dengan gemetar.
"Ya udah, sana istirahat." Ucap Devan dan melepaskan tangannya.
Alena yang masih menyimpan rasa takut, pun memilih untuk menghindari majikan laki-lakinya. Devan sendiri hanya menghela napasnya panjang, dan kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Lain lagi di sebuah diskotik, Genan tengah menikmati malamnya bersama teman-temannya, layaknya anak ayam yang kehilangan induknya.
Menjalani kehidupan pahit sudah dijalaninya sejak kecil, kasih sayang yang ia dapatkan hanya lewat ibunya. Sedangkan ayahnya sendiri telah pergi meninggalkannya sejak kecil, sejak usinya lima tahun.
Kehidupan pahit baginya sudah menjadi makanannya setiap hari, namun terkadang rasa benci itupun muncul dengan sendirinya.
"Aaaaaaa!" teriak Genan ditengah tengah suara musik yang begitu nyaring dan hampir memecahkan gendang telinga.
Suka ria yang ada di dalamnya, bak surga dunia yang penuh kepalsuan.
Samar-samar terdengar suara yang tiba-tiba membuatnya penasaran, Genan langsung mempertajam pendengarannya. Kemudian, ia berjalanan melewati orang-orang yang sedang menikmati malamnya dengan pasangannya masing-masing. Juga, ada yang bersama teman-temannya.
Dengan percaya diri, Maya tertawa lepas ketika mendapat pertanyaan dari teman satu gengnya.
"Kalian gimana sih, tentu saja rencana ku bakal berhasil. Secara, tinggal satu langkah lagi, aku berhasil memisahkan kakak beradik itu."
__ADS_1
"Gila, gila, kamu benar-benar pemberani. Aku itu tidak habis pikir, kalau kamu senekad itu May."
"Iya lah, karena aku ingin membalaskan kedua wanita yang sudah merebut lelaki yang aku incar. Dengan terpaksa aku harus melakukan rencana, yakni mencelakai Abram dan Anaya, saat itu Anaya sedang hamil tua, dan ternyata anaknya selamat. Abram sendiri lupa ingatan, dan kesempatan emas untuk mengoperasi wajahnya dan aku menikah dengannya." Kata Maya dengan penuh kebencian yang mendarah daging dalam jiwanya.
"Jadi, Alena dan Genan itu saudara kandung?"
"Ya! mereka adalah saudara kandung. Wanita yang pertama dinikahi oleh Abram adalah ibunya Genan, bernama Hemilia. Sedangkan wanita asal perjodohan dari keluarga Emzan, ibunya Alena yang bernama Ayana. Abram telah aku operasi wajahnya sama seperti ku setelah kecelakaan itu, dan rupanya dia lupa ingatan, semua yang ada didalam rumah hanyalah rekayasa foto yang terpajang. Juga, aku sendiri yang memb_unuh kekasihnya Genan, dan aku tunjuk pada Alena sebagai pelakunya." Jawabnya begitu detail.
Meski suara musik yang begitu keras, Genan dapat menangkap bicaranya seorang wanita yang statusnya Ibu tiri.
Bagai batu karang yang dihancurkan, lebur sudah dengan apa yang didengar Genan saat mendengar kenyataan yang terlontar lewat mulut wanita yang merubah wajahnya itu.
Genan yang mendengarnya langsung, pun sangat terkejut, otaknya saja serasa mendidih. Napasnya juga ikutan terasa panas, seolah detak jantungnya tak mampu lagi bekerja. Sungguh pengakuan yang sangat menyakitkan itu.
Siapa sangka, jika yang ia jual adalah adik kandungnya sendiri. Hanya saja, keduanya berbeda ibu.
__ADS_1
Dengan emosinya yang meluap, Genan langsung menyambar botol minuman dan melemparkan pada bagian kepala ibu tirinya Alena.
Seketika, didalam diskotik dibuatnya heboh saat kericuhan datang didalam diskotik.