Aku Dijual Kakak Tiriku

Aku Dijual Kakak Tiriku
Emosi


__ADS_3

Genan yang masih menyesali atas segala penyesalan, ingin rasanya mengambil balik adik perempuannya, yang ia ketahui bernama Alena.


"Mama mau ambilkan air minum dulu, tenangkan pikiranmu.


" Ya, Ma." Jawab Genan singkat.


Kemudian, ibunya mengambilkan minum untuk Genan. Sedangkan Genan langsung bangkit, dan masuk ke kamar. Kemudian, Genan mengambil sebuah pistol dari lemari. Tidak lupa juga dirinya mengambil brangkas sesuai nominal yang pernah ia terima dari Devan. Setelah itu, ia menyambar jaket dan bergegas keluar dari kamar.


"Kamu mau kemana, Genan?" tanya ibunya memergoki.


Tentu saja merasa penasaran, lebih lagi ditangan Genan tengah menenteng koper yang bisa ditebak didalamnya adalah uang, karena ibunya mengetahui pekerjaan yang dilakukan oleh putranya.


Genan langsung menyambar kunci mobil yang ada dalam kontak khusus untuk jenis kendaraan.


"Aku mau menjemput Alena, Ma." Jawab Genan yang sudah siap untuk pergi.


"Jangan bohongi Mama, kamu belum berhenti dengan pekerjaan mu, 'kan?" tanya ibunya yang khawatir pada putranya yang melakukan pekerjaan yang menurutnya sangatlah berbahaya.


Genan berjalan mendekati ibunya, lalu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Alena, Ma, Alena. Mama sudah mendengarnya sendiri, bukan? kalau anak Mama ini sudah kejam menjual adiknya sendiri. Hari ini juga, Alena akan aku bebaskan dari rumah terkutuk miliknya Devan. Aku akan mengembalikan uangnya, dan mengambil alih Alena untuk aku bawa pulang ke rumah ini." Jawab Genan menjelaskan pada ibunya.


"Alena akan menjadi istriku." Ucap Devan dengan lantang saat memasuki rumahnya Genan.


Seketika, Genan memutarbalikkan badannya dan menghadap pada Devan dengan tatapan yang penuh benci ketika mendengar ucapan dari Devan.


"Aku tidak akan merestui kamu untuk menikahi adik perempuanku, titik." Jawab Genan dengan tatapan serius.


Devan berjalan mendekatinya, tentu saja dirinya merasa seolah tengah dikerjai oleh Genan, satu komplotannya.


Tapi tidak untuk Genan, dirinya langsung mengambil pistol yang ia selipkan di punggungnya. Kemudian, ia langsung mengarahkan pistolnya tepat dihadapan Devan.


"Kamu tidak perlu melucu di hadapanku, Genan. Aku datang kemari untuk memintamu restu, juga ..."


Devan menghentikan ucapannya, lantaran tidak mungkin juga untuk mengatakan untuk melakukan operasi dalam pengiriman barang di hadapan seorang ibu. Tentu saja akan menjadi keributan antara ibu dan anak, karena Devan sendiri belum mengetahui jika pekerjaan Genan sudah diketahui oleh ibunya.


Hanya saja si Genan tidak mau meninggalkan pekerjaannya karena memang sangat membenci keluarga ayahnya.


"Juga apa?"

__ADS_1


"Juga meminta restu sama ibumu." Jawab Devan beralasan, meski sebenarnya bukan itu.


"Genan, turunkan pistol mu. Jangan turuti emosi mu, dan tenangkan egomu." Ucap ibunya yang takut terjadi pertumpahan da_rah antara Genan dan Devan.


Saat itu juga, Genan langsung memberikan koper yang berisi uang di hadapan Devan.


"Aku kembalikan uang mu, dan kembalikan juga adikku." Ucap Genan masih mengarahkan pistolnya pada Devan.


"Aku tidak mau, sesuatu yang sudah aku beli, aku tidak akan mengembalikan milikku kepada siapapun." Jawab Devan yang tetap bersikukuh dengan keputusannya.


Bagi Devan, ibu adalah segalanya. Apapun permintaannya, adalah bagian kebahagiaannya. Namun, tidak mungkin bagi dirinya jika harus menceritakan kondisi ibunya, bagi Devan adalah privasi yang harus ditutup soal keadaan ibunya.


Sedangkan salah seorang anak buahnya Devan yang selalu ikut menemani perginya sang bos, dan kini tengah melihat kondisi bosnya seperti akan mendapat penyerangan dari Genan, langsung menghubungi temannya yang berjaga di rumah untuk mengantarkan Alena ke rumah Genan.


"Jangan salahkan aku jika peluru ini akan menembus kepalamu." Ucap Genan mengancam.


Devan yang merasa waktunya terbuang sia-sia karena harus membahas soal Alena, pun merasa geram dibuatnya. Kedatangannya yang paling utama adalah untuk melihat kondisi Genan, dan yang kedua untuk mengajaknya beroperasi, sedangkan yang ketiga untuk meminta restu kepada Genan untuk menikahi adik perempuannya.


Namun kenyataannya berbanding terbalik, rupanya Genan ingin meminta adiknya dikembalikan. Sedangkan ibunya memintanya untuk menikahinya, tentu saja Devan merasa kedatangannya hanya sia-sia.

__ADS_1


__ADS_2