Aku Dijual Kakak Tiriku

Aku Dijual Kakak Tiriku
Sangat khawatir


__ADS_3

"Genan! hentikan!" teriak salah seorang temannya sambil mengejarnya.


Genan sendiri sama sekali tidak menghiraukan teriakan dari temannya, dirinya terus melangkahkan kakinya. Bahkan, Genan menyambar gelas yang ada didekatnya.


Sedangkan orang-orang yang ada di dalamnya, semua menyingkir dan tidak ada satupun yang berani menghentikan langkah kakinya Genan.


Ibu tirinya Alena yang tidak lagi sadarkan diri dan sudah tergeletak di lantai, pun tidak lagi berdaya. Dengan sisa nyawanya yang tersisa, hanya bisa menatap sosok Genan yang juga menatapnya dengan bengis. Kemudian, Genan menunjukkan pada ibu tirinya Alena dengan memecahkan gelas tersebut dengan tangannya, tak peduli da_rah segar berceceran di hadapan perempuan paruh baya yang sudah menghancurkan kehidupan bahagia bersama keluarganya.


"Tot-to-long ja-jang-ngan bu_nuh a-a-aku, a-a-aku em-min-ta em-ma-maaf." Ucap Ibu tirinya Alena dengan suara yang terbata-bata, lantaran napasnya yang sudah diujung tanduk.


Genan menatapnya dengan bengis, juga tatapan yang penuh kebencian. Juga, Ganan menyeringai dengan sangat sadis. Bahkan dirinya sama sekali tidak peduli jika anggota badannya terluka, juga dengan hatinya yang sempat menerima kenyataan yang ada.


Tidak lama kemudian, polisi melakukan penangkapan pada Genan dan membawa korban ke rumah sakit agar segera mendapatkan penanganan.


Kabar berita yang tidak perlu menunggu esok, pun langsung live lewat akun media kasus tersebut.

__ADS_1


Devan yang kebetulan menonton acara secara live, pun dibuatnya terkejut ketika berita itu muncul lewat berandanya.


Devan yang masih sulit untuk mencernanya, pun masih menonton video secara langsung. Begitu juga dengan Alena, sangat terkejut ketika melihat kakak tirinya tengah bermasalah dengan seseorang yang ia ketahui adalah kakak tirinya.


Ponselnya pun jatuh ke lantai, untungnya yang lagi tidur tidak meresponnya.


"Kak Genan, ada apa dengan kak Genan?" gumam Alena penuh tanda tanya dalam benak pikirannya.


Sama halnya Devan yang sangat terkejut melihat video tersebut, pun langsung bangkit dari posisi duduknya.


"Apa! Genan di kantor polisi?"


Ibunya Genan yang sedari tadi memang lagi menunggu putranya pulang, kini harus mendapat kabar yang mengejutkan, yakni mendapat masalah besar.


"Nyonya, Nyonya kenapa?"

__ADS_1


asisten rumah yang mengetahui bahwa majikannya jatuh pingsan, pun segera diberi pertolongan.


Didalam kamar, ibunya Genan tengah ditangani oleh asisten rumah, lantaran tidak memungkinkan untuk memanggil dokter ditengah malam.


"Genan, Genan, Genan!" racau ibunya sambil memanggil manggil nama anaknya seperti ketakutan.


"Nyonya, sadar Nyonya. Tuan Genan belum pulang." Ucap salah seorang asisten rumah untuk memenangkan hati majikannya.


"Sekarang antarkan saya ke kantor polisi, Genan sedang dalam bahaya." Jawab ibunya Genan dengan tubuhnya yang gemetaran.


"Nyonya, ini sudah larut malam. Besok pagi pagi kami akan mengantarkan Nyonya ke kantor polisi." Ucapnya yang terus mencoba untuk menenangkan.


"Kasihan Genan, pasti tidak bisa tidur. Saya ingin melihat keadaannya." Kata ibunya Genan yang tetap bersikukuh untuk pergi.


"Baiklah, nanti diantara kami akan pergi ke kantor polisi untuk melihat keadaan Tuan Genan. Semoga saja tidak ada hal buruk lainnya pada Tua Genan." Ucapnya untuk meyakinkan majikannya.

__ADS_1


"Apa jangan-jangan Genan ketahuan dengan pekerjaannya yang salah? tidak, kasihan dia. Kasihan Genan jika harus dipenjara, dia sudah menderita dari kecil." Kata ibunya Genan sambil menangis, tak kuasa ketika putranya harus berada di balik jeruji besi.


__ADS_2