Aku Dijual Kakak Tiriku

Aku Dijual Kakak Tiriku
Kebenaran terungkap


__ADS_3

Tidak lama kemudian, akhirnya sampai juga di tempat yang sudah ditentukan oleh Devan, yakni tempat yang lebih aman untuk mengupas tuntas semuanya.


Ibunya Genan yang ditemani oleh asisten rumah dan juga ada pak Arif selaku orang kepercayaan keluarganya, sebisa mungkin untuk tetap tenang saat akan ditunjukkan barang bukti dari Arol.


Semua yang sudah berada dalam ruangan, pun hening dan siap untuk melihat bukti yang akan ditunjukkan oleh Arol, termasuk Alena yang antusias untuk mendengar serta melihatnya langsung meski hanya lewat rekaman video semata.


"Sudah siap kan, semuanya? saya akan memutarkan sebuah video, ini video barang bukti yang akurat, sekaligus jawaban tentang semuanya." Ucap Arol setelah menyalakan laptopnya.


Semua menganggukkan kepalanya, yakni tanda setuju.


Alena dan Devan yang begitu antusias, sangat fokus pada pandangannya tertuju pada layar laptop yang tengah dioperasikan oleh Arol.


Durasi putaran dan dilanjut keputaran selanjutnya, semua begitu fokus melihat dan mendengarkannya.


Ibunya Genan pun ikut tegang saat mulai mendengar apa yang diucapkan oleh perempuan yang umurnya dibawahnya. Bahkan sangat terkejut sama seperti Devan dan Alena saat nama ibunya disebutkan.


Lebi lagi pada kalimat yang menyebut nama Alena dan Genan adalah kakak beradik dari satu ayah, pun semua bagai mendapatkan sengatan listrik.


Alena seolah sulit untuk bernapas, terasa sesak dan juga panas. Begitu juga dengan ibunya Genan, video tersebut baru bisa dicernanya ketika mendengarnya.


Semua menoleh pada sosok Alena, termasuk Devan yang mendengarnya sendiri. Saat itu juga, Devan baru mengerti dengan yang diucapkan oleh Genan saat memberi pesan dan juga meminta atas permintaan untuk tidak menyakiti Alena, dan tidak untuk menyentuhnya.


Rupanya anggapan Devan sangatlah salah besar, lantaran dirinya mengira jika Genan menyukai Alena, namun kenyatannya karena Genan ingin melindungi adiknya. Bahkan, Genan juga akan mencabut jual beli terhadap dirinya, yakni untuk membebaskan adik perempuannya bernama Alena.


Saat itu juga, ibunya Genan langsung memeluk Alena dengan air mata yang menetes di kedua pipinya.


"Kamu putrinya Anaya? benarkah?" tanya ibunya Genan sambil memeluk erat pada Alena.

__ADS_1


Alena yang juga seperti mimpi ketika ibu tirinya mengatakan dengan jujur, pun masih tak menyangka akan kebenarannya itu.


Kemudian, ibunya Genan melepaskan pelukannya dan menatap wajah milik Alena yang masih bengong.


"Kamu putrinya Anaya? ayahmu bernama Harman Abram?"


Alena mengangguk, kemudian melepaskan kalung yang ia pakai. Setelah kalungnya terlepas, memberikannya pada ibunya Genan.


Seketika, ibunya Genan gemetaran saat menerima kalung tersebut dari Alena.


"Ibu boleh membuka bandul kalung itu, didalamnya ada nama Ibu. Maafkan saya yang sudah lancang mengenakan kalung yang bukan milik saya." Jawab Alena yang sama sekali tidak berani untuk menatap wajah ibunya Genan.


Karena penasaran dan ingin tahu apa benar yang diucapkan oleh Alena, pikirnya.


Dengan rasa penasaran dan juga ingin tahu, ibunya Genan pelan-pelan untuk membukanya. Saat bandul liontin dibuka, betapa terkejutnya jika ada namanya.


"Hemilia Abram." Ucapnya lirih saat membaca namanya yang digabung dengan nama mantan suaminya.


Hubungan pernikahan karena sebuah paksaan, dan juga harus menghadapi wanita yang tergila-gila dengan ayahnya Genan dan Alena, semua hubungan harus hancur berantakan.


Abram yang begitu mencintai ibunya Genan, harus merelakan untuk bercerai dan menikahi ibunya Alena bernama Ayana. Karena kecemburuan dari wanita bernama Maya yang pernah menjadi sekretarisnya Abram, begitu tega dan keji untuk melakukan ambisinya demi tujuannya.


"Jadi, ini jawabannya. Berarti dalang jual beli Alena adalah ibu tirinya Alena, dan Genan sudah diincar dari dulu oleh Ibu Maya dan sengaja untuk menghancurkan hidupnya maupun hidup dirinya." Ucap Devan yang mencoba untuk mencernanya.


Seketika, Devan penasaran siapa itu Maya yang sebenarnya.


"Maaf, boleh saya bertanya sesuatu pada anda, Nyonya?" tanya Devan yang tiba-tiba penasaran dengan sosok perempuan yang menjadi ibu tirinya Alena.

__ADS_1


"Boleh, katakan saja apa yang ingin kamu tanyakan." Jawab ibunya Genan.


"Kalau boleh tahu, siapa nama perempuan yang bernama Maya, Nyonya?" tanya Devan yang rasanya ingin tahu kebenarannya.


"Namanya Feliani, perempuan yang pernah menjadi sekretaris mantan suami saya, yakni ayahnya Genan."


Devan yang mendengar nama Feliani pun, langsung mengusap wajahnya dengan kasar. Kedua tangannya pun mengepal kuat saat nama itu dicerna oleh Devan.


Ibunya Genan yang melihat Devan seperti hendak meluapkan emosinya, pun dibuatnya penasaran.


"Apakah kamu mengenalinya?" tanya ibunya Genan yang juga bingung dibuatnya.


"Aku harus menjebloskannya dalam penjara, dia benar-benar wan_ita ular."


Dengan emosinya yang sudah memuncak, tak sabar untuk meleny_apkannya, namun itu semua tidak akan mungkin dilakukan. Sama saja, dirinya menjebloskan diri sendiri ke dalam sel tahanan.


"Tuan kenapa? apakah Tuan ada masalah dengannya juga?" tanya Alena yang juga penasaran dengan Devan yang seperti orang kerusakan.


"Perempuan itu juga menghancurkan rumah tangga orang tuaku diwaktu yang tidak lama dengan orang tuamu. Bahkan, sudah menghilangkan nyawa adik perempuan ku yang masih bayi, dan juga ayahku." Jawab Devan yang sama-sama bernasib seperti Alena dan Genan.


"Siapa nama ibumu?" tanya ibunya Genan penasaran.


"Erlina," jawab Devan.


"Erlina masih hidup? bukankah dikabarkan sudah meninggal?"


"Keluarga kami yang membuat kabar itu, agar identitas kami tidak diketahui dan kami dapat menemukan pelakunya. Tapi kenyataannya, Genan yang lebih dulu menemukan pelakunya."

__ADS_1


"Ibu mu dan saya sangat akrab sebelum sosok Feliani datang dalam kehidupan kami berdua. Sempat juga menjadi sekretaris ayahmu, itupun hanya sebentar. Tapi kenyataannya ayahmu meninggal karena kecelakaan bersama adikmu. Saat itu, pernikahan kami diambang kehancuran karena ayahnya Genan harus menikahi Anaya lewat perjodohan. Sedangkan hubungan kami tidak direstui karena saya bukan dari golongan terhormat." Ucap ibunya Genan memberi penjelasan.


Devan yang mendengarnya, pun begitu rumit sosok Feliani untuk dikenali. Perempuan yang hanya ingin merusak rumah tangga orang lain demi hartanya.


__ADS_2