Aku Dijual Kakak Tiriku

Aku Dijual Kakak Tiriku
Merasa cemas


__ADS_3

Karena tidak ingin melihat majikannya terus menangis, sebisa mungkin untuk bisa menenangkan pikirannya.


"Nyonya di rumah saja, biar saya dan Pak Arif yang akan pergi ke kantor polisi." Ucapnya berpamitan.


"Jangan lupa selamatkan Genan dari polisi." Jawab ibunya Genan yang begitu khawatir dengan kondisi putranya.


"Baik, Nyonya. Kalau begitu kami permisi." Ucapnya dan bergegas pergi dari rumah majikan dan segera menuju kantor polisi.


Di lain tempat, Genan tengah berada di dalam kantor polisi yang dijadikan tersangka pembunuhan.


"Katakan pada kami, apa motifnya sehingga kamu nekad memb_unuh perempuan yang tidak bersalah itu?"


Bukannya menjawab pertanyaan, justru Genan menyeringai saat mendapat pertanyaan dari polisi.


BRAK!


Dengan kuat, pak polisi menggebrak meja saat mendapati Genan yang seolah tengah tersenyum mengejek.


"Besok kamu akan diinterogasi, siapkan kejujuran kamu untuk hari esok." Ucap pak polisi dan langsung memasukkan Genan didalam tahanan.

__ADS_1


"Kau pembunuh? sama sepertiku."


Genan masih diam dan memilih untuk tidak menjawab omongan dari seseorang yang juga baru saja tertangkap karena hal yang sama, yakni kasus pemb_unuhan.


"Kamu kenapa diam anak muda? jangan disesali, karena memang sudah nasibnya berada didalam tahanan."


Genan langsung menoleh, dan memilih diam. Kemudian, Genan duduk dan bersandar pada dinding untuk meredakan emosinya.


"Memangnya siapa yang kamu bunuh, anak muda?" tanya seorang bapak-bapak yang sudah ikutan duduk di dekatnya.


"Saya ingin membunuh orang yang sudah menghancurkan keluargaku, kebahagiaan ibuku dengan ayahku." Jawab Genan sambil menatap ke sembarang arah.


"Lebih sakit Bapak dari pada kamu, anak muda. Bapak kehilangan harga diri pada putri kami, juga nyawa putri kami. Bapak dan anak laki-laki Bapak terpaksa harus menghabisi laki-laki yang sudah merenggut kes_ucian putri Bapak, juga sudah berselingkuh dengan istrinya Bapak." Ucapnya sambil menunduk.


Genan langsung menoleh kembali.


"Benar, aku dan ayahku terpaksa harus memb_unuh laki-laki itu." Ucap lelaki yang seusia Genan ikut menimpali.


Genan yang mendengarnya, pun langsung membuang napasnya dengan kasar.

__ADS_1


"Sedangkan saya ingin membunuh perempuan yang jahatnya melebihi ibl_is yang lak_nat." Jawab Genan mengatur napasnya.


"Bersabarlah, kita memang sulit untuk mengendalikan ego. Tapi, sebenarnya kita juga jangan sampai main hakim sendiri. Ya walaupun kenyataannya kita gagal dan melakukan kesalahan besar, tapi kita dapat memetik pelajaran yang kita terima ini." Ucapnya.


Genan pun terdiam, benar-benar sudah sulit untuk memikirkannya.


Sedangkan di lain tempat, Devan langsung mencari informasi lewat beberapa anak buahnya untuk mengetahui kasus apa yang sedang dialami oleh Genan, teman satu komplotannya.


"Cepat kamu cari tahu kebenarannya, sekarang juga." Perintah Devan yang juga tidak sabar.


Tentunya, Devan sendiri pun was-was jika yang sedang dihadapi oleh Genan ada sangkut pautnya dengan pekerjaannya yang ilegal itu.


Lain lagi dengan Alena, dirinya tengah mondar mandir karena sedari tadi dirinya tidak mendapat jawaban dari ibu tirinya.


"Ibu, kamu ada dimana? ada apa dengan Kak Genan?" gumamnya sambil mondar mandir.


Alena yang tidak bisa diam, pun sedari tadi terus memikirkan kondisi lelaki yang ia ketahui kakak tirinya.


"Kamu sedang apa? belum tidur?" tanya Devan yang tiba-tiba mengagetkan Alena yang tengah mondar-mandir tidak jelas, pikir Devan.

__ADS_1


__ADS_2